Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
37. Kevin Bebas


__ADS_3

Melani melarikan diri setahun yang lalu. Jelas Melani menyembunyikan asal usulnya dengan tidak menggunakan nama Cody. Sudah pasti kedatangan Avery untuk membawa Melani pulang. Armando tidak mau kehilangan Melani. Apalagi ini? pikir Armando. Belum beres masalah dengan mamanya tiba-tiba datang Avery. Lordy Vin mengenal Avery Cody. Gadis itu tidak seperti Melani. Dia pintar dan tidak bergaul dengan sembarang orang. Itu sebabnya Avery tidak mudah di dekati. Yang menjadi pertanyaan di benak Lordy ada apa Avery datang? Lordy akan mencari tau pada teman-temannya.


Kepergian Dr Rika cukup mengejutkan rumah sakit. Termasuk Restandi. Dia tidak menyangka tiba-tiba Rika mengundurkan diri. Rika memang tidak terikat kontrak, namun Restandi berpikir bahwa gadis itu akan lama bekerja di rumah sakitnya. Monika membahasnya dengan Arleta di obrolan mereka melalui ponsel. Arleta tau tapi tidak ingin mengatakan apa pun bahkan pada Monika. Biarlah menjadi rahasia mereka berdua. Arleta lebih suka memikirkan persiapan pernikahannya. Hari ini dia mengunjungi mal untuk mencari hadiah bagi orangtuanya dan orangtua Restandi. Hadiah itu akan mereka berikan pada saat acara keluarga. Arleta mengunjungi toko perhiasan, dia tengah memilih dua buah kalung untuk Mauren dan Sofi. Tanpa di sengaja Kevin dan Nadin melintas di depan toko. Kevin terkejut melihat Arleta di dalam toko. Dia ingin masuk karena di lihatnya Arleta sendiri tapi tidak jadi. Dia lalu ingat kalau dia bersama Nadin. Kevin hanya menatap Arleta dari luar. Tatapan penuh rindu. Nadin bingung mengapa Kevin berhenti. Mereka akan makan siang di mal itu. Tapi ketika melihat apa yang di lakukan Kevin hati Nadin kecewa. Sepertinya Kevin begitu merindukan wanita yang di tatapnya itu. Nadin jadi penasaran, diam-diam dia mengambil foto Arleta tanpa sepengetahuan Kevin. Dia akan bertanya pada Tante Riana, pikirnya. Nadin pun menarik Kevin untuk pergi dari toko itu. Dengan terkejut Kevin pun menuruti Nadin. Namun wajahnya tampak kecewa. Selama acara makan siang mereka Kevin diam saja, seperti sibuk dengan lamunannya. Kevin berpikir jika tidak ada Nadin dia pasti ada di dalam toko bersama Arleta. Mungkin memilihkan cincin untuknya atau kalung, Kevin jadi berangan-angan. Nadin menyimpan kemarahan dalam dirinya. Dia merasa tidak di hargai oleh Kevin. Seandainya dia tidak suka pada pria ini pasti tidak seperti ini perasaannya. Nadin pun mencari kesempatan untuk bertanya pada Riana yang terkejut mendengar cerita Nadin.


"Itu Arleta, mantannya Kevin. Jadi Kevin belum bisa melupakannya". kata Riana sedih. Matanya masih menatap foto Arleta di ponsel Nadin. Perkataan Riana membuat Nadin jadi marah. Jadi rupanya Kevin tidak sungguh-sungguh padanya. Di hati dan pikirannya masih ada wanita itu. Tidak sengaja Nadin bertemu Arleta dan Revita di sebuah cafe. Mereka berdua sedang melepas rindu karena lama tidak duduk mengobrol. Sedangkan Nadin datang sebenarnya tertarik dengan promo yang diadakan cafe tersebut. Nadin langsung mendatangi Arleta dan duduk di hadapannya. Nadin tidak mengenal Revita, karena selama mengunjungi Riana Revita tidak ada di rumah.

__ADS_1


"Aku sangat membenci anda" kata Nadin tanpa basa-basi. Arleta dan Revita terkejut. Khususnya Arleta.


"Memangnya anda punya masalah apa dengan saya?" tanya Arleta bingung.


"Baik aku tegaskan padamu, aku tidak berniat ada di antara kalian. paham?" tanya Arleta tegas. Arleta berusaha memaklumi Nadin gadis muda yang takut kehilangan Kevin. Dia pun dulu begitu.

__ADS_1


"Aku akan pegang kata-katamu". Nadin pun beranjak pergi setelah mengatakan hal tersebut. Gayanya yang angkuh membuat Revita ingin tertawa. Kepergian Nadin membuat pembicaraan seru antara Arleta dan Revita. Mereka tidak menyangka mendapat kejutan yang menggelikan seperti itu. Bagi Arleta dia cukup menyimpannya dalam hati tapi tidak bagi Revita. Gadis itu membahasnya di dalam keluarga, sehingga menimbulkan banyak tanggapan. Kevin marah mendengar itu. Bisa-bisanya Nadin menyinggung Arletanya. Maka Kevin pun memutuskan Nadin. Gadis muda itu akhirnya tau arti Arleta dalam hati Kevin. Akhirnya Nadin menyadari bahwa dia tidak punya arti apa-apa untuk seorang Kevin. Dari masalah ini Riana jadi mengetahui sifat Nadin yang sesungguhnya. Selain itu Riana juga mendapat teguran dari suaminya untuk tidak lagi menjodohkan Kevin. Riana pun berhenti sampai di situ. Kevin merasa lega, Riana menyadari apa yang di lakukannya tidak membuat perasaan Kevin nyaman. Perasaan memang tidak bisa di rubah sesuka hati. Revita sedih melihat masalah yang timbul dalam keluarganya. Apalagi hal itu menyangkut Arleta sahabatnya. Revita berharap semua segera berlalu. Arleta bahagia dengan pilihannya dan Kevin bisa melupakan serta menemukan seseorang sebagai pengganti Arleta.


Lordy Vin hari ini mengikuti Arsen yang keluar dari kantor Armando. Selama ini Lordy mengira Arsen adalah kekasih baru Melani. Lordy sudah mencari tau dari temannya jika keluarga Melani sedang mencari gadis itu. Dia harus menemukan Melani lebih dahulu sebelum keluarganya membawanya pulang. Lordy mengikuti Arsen hingga ke rumah sakit. Hari ini Melani sudah dapat pulang dan keluar dari rumah sakit. Masalahnya akibat kecelakaan tulang kaki Melani retak. Gadis itu harus mengistirahatkan kakinya untuk sementara waktu. Itu sebabnya Armando lebih suka Melani di rumah sakit. Agar bisa istirahat lebih baik. Namun memang sudah waktunya Melani pulang. Arsen membawa Melani dengan menggunakan kursi roda . Lordy mengamati dari jauh, dia terus mengikuti hingga tiba di apartemen Armando. Jadi sekarang dia tau di mana Melani tinggal. Lordy memutuskan menunggu waktu yang tepat untuk bertemu Melani.


Arleta dan Restandi siang itu sudah pergi untuk mencoba gaun pengantin yang sudah di pesan. Arleta cukup puas dengan gaun pesanannya. Restandi terpukau dengan penampilan Arleta yang di balut gaun putih. Arleta cantik dan sangat pas dengan gaun itu. Mereka pun sepakat urusan gaun pengantin sudah selesai. Semua persiapan sudah di lakukan. Hanya menunggu harinya saja. Arleta merasa semakin gugup , berbeda dengan Restandi yang semakin senang dan tidak sabar. Misi terakhirnya ingin segera di rampungkannya. Setelah itu dia hanya menunggu Arleta mencintainya. setelah selesai mereka pun pergi.

__ADS_1


__ADS_2