Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
157. Larasati Abimanyu


__ADS_3

Restandi mulai memikirkan kandidat yang tepat. Di rumah sakit juga tidak apa. Asistenmu kan cantik-cantik." Armando teringat anak buah Restandi.


"Asistenku hanya dua yang wanita. Aira dan Larasati. Kalau Rani nanti aku di bogem Sehun, adik iparnya di bawa ke Amerika. Tapi Aira dekat dengan Dio. Berarti tinggal Larasati. Apa dia mau di jodohkan?" Restandi ragu, walau Larasati belum punya pasangan. Karena soal pasangan hidupkan bukan wewenang Restandi.


"Coba kirim fotonya, biar aku kasih lihat Lionel. Kalau dia suka baru kita pikirkan lagi langkah selanjutnya." kata Armando merasa mendapat harapan. Kontak pun terputus. Restandi bingung bagaimana mengirim foto Larasati. Dia tidak punya foto lain di ponselnya selain foto Arleta. Restandi memanggil Rani.


"Rani, coba kamu foto dokter Larasati diam-diam. Lalu kamu kirim ke nomer pak Armando. Ini nomernya." kata Restandi pada Rani.


"Diam-diam dok, baik." Rani pun keluar dari ruangan Restandi. Dia mencari Larasati. Gadis itu tampak sedang mengobrol dengan perawat. Diam-diam Rani memotretnya, lalu mengirimkannya pada Armando. Setelah selesai Rani kembali ke ruangan Restandi.


"Sudah dok, sudah saya kirim juga." kata Rani pada Restandi.


"Terima kasih ya Rani." Rani pun keluar lagi. Yang penting tugasnya sudah selesai. Restandi tinggal menunggu kabar dari Armando. Di Amerika Armando sudah mendapat kiriman dari Rani. Di bukanya foto kiriman Rani.


" Lionel, bagaimana dengan wanita ini?" tanya Armando pada Lionel.


"Wah cepat juga usahamu. Coba aku lihat." Lionel melihat foto tersebut. Diamatinya sebentar.


"Dokter ya, cantik juga. Boleh aku tau dia siapa?" Lionel tertarik.


"Dia dokter bedah jantung asisten Restandi, suami Arleta. Restandi itu memiliki asisten yang kompeten. Pasti dia juga dokter yang di perhitungkan. Namanya Larasati. Usianya masih muda, seumur Avery." kata Armando pada Lionel.


"Namanya bagus, aku tidak keberatan untuk mengenalnya." Lionel setuju.


"Coba aku hubungi Restandi lagi." Armando mengontak Restandi lagi.


"Bagaimana Ar?" tanya Restandi.

__ADS_1


"Lionel tertarik untuk mengenal Larasati. Tapi bagaimana mengaturnya ya?" Armando tidak tau cara mengenalkan Larasati pada Lionel.


"Aku akan meminta Larasati untuk datang ke sana dengan alasan mengurus mertuamu. Dengan begitu Lionel bisa mengenal Larasati." kata Restandi mengusulkan.


"Ide bagus. Aku setuju." Armando lega Restandi sudah menemukan caranya. Seharusnya dia tidak perlu bingung. Restandi selalu punya cara. Dulu saja dia bisa mengatasi Arleta sehingga mau menerima perjodohan.


"Ok aku tunggu kabar selanjutnya." Armando tersenyum sambil memutus kontak. Restandi pun memanggil Larasati.


"Dokter panggil saya?" tanya Larasati. Gadis cantik supel dan pintar. Dia sering di ledek sebagai istri Norman karena namanya. Larasati banyak bertugas di luar seperti Anugerah. Tapi sejak Aira pindah Larasati di tarik untuk bekerja penuh di rumah sakit.


"Lara, kamu belum punya pacar kan. Suami juga masih di laut." Restandi taunya Larasati masih sendiri.


"Dokter ko nanyanya begitu? Saya memang jomblo dok. Tapi tidak ngenes." Larasati protes.


"Bukan begitu. Saya ada tugas buat kamu. Besok kamu berangkat ke Amerika untuk merawat ayah mertua dari pak Armando, Tuan Zakhary. Dia jatuh sakit, terlalu banyak bekerja hingga mengganggu kerja jantungnya. Tolong kamu awasi hingga sehat ya. Pak Armando tidak bisa percaya sembarang orang." Restandi mengatur tugas Larasati.


"Parah dok?" tanya Larasati ingin tau.


"Ok dok, saya akan berangkat besok." Larasati menurut.


"Semua nanti saya yang urus, kamu di jemput besok." Restandi lega. Larasati pun pamit, dia akan membereskan pekerjaannya lalu bersiap untuk berangkat besok. Larasati Abimanyu, putri pertama pasangan Abimanyu dan Mirna. Cita-citanya menjadi dokter bedah jantung membawanya menjadi salah satu asisten Restandi. Gadis cantik berhati lembut ini senang bergerak dalam bidang kemanusiaan. Dia ingin jadi dokter bedah jantung terbaik bukan untuk materi, tapi untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Tiba-tiba Restandi memintanya ke Amerika tentu saja Larasati terkejut. Tapi dia rasa itu pengalaman baru untuknya. Arsen datang beberapa jam kemudian, menemui Restandi.


"Maaf, saya ingin bertemu dengan dokter Restandi." kata Arsen pada Rani.


"Dengan siapa saya bicara, saya akan tanyakan dulu pada dokter Restandi." kata Rani ramah. Arsen terpana. Gadis manis dan mungil yang menjadi asisten Restandi ini menarik hatinya.


"Saya Arsen, asisten pak Armando." jawab Arsen sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sebentar saya tanya." Rani pun bertanya pada Restandi.


"Silahkan masuk." kata Rani kemudian. Arsen pun masuk.


"Ada apa kamu ketemu saya?" tanya Restandi pada Arsen.


"Saya diminta pak Armando mengatur keberangkatan dokter Larasati. Tapi saya tidak tau orangnya." Arsen jujur. Restandi tertawa.


"Saya hanya tau namanya. Takutnya saya salah bawa orang nanti." kata Arsen lagi.


"Ya sudah kamu ketemu dulu dengan Larasati." Restandi memanggil Rani. Sesaat Rani pun masuk. Arsen tampak senang melihat Rani.


"Rani tolong antar Arsen ke ruang dokter Larasati." kata Restandi pada Rani. Restandi melihat tatapan Arsen yang tertarik pada Rani. Dia tersenyum.


"Baik dok, akan saya antar. Mari pak saya antar." Rani mengajak Arsen.


"Jangan panggil pak dong. Panggil mas." kata Arsen protes sambil mengikuti Rani. Restandi tertawa. Arsen modus rupanya. Rani membawa Arsen ke ruang Larasati.


"Dok ada yang ingin bertemu." kata Rani pada Larasati.


"Siapa ya? masuk saja." Larasati baru selesai dengan pekerjaannya. Arsen pun masuk. Larasati baru pernah melihatnya.


"Saya Arsen, asisten pak Armando. Saya yang mengatur keberangkatan dokter besok. Semua sudah di atur, dokter Larasati akan berangkat dengan pesawat pribadi. Nanti di sana ada yang akan menjemput. Selebihnya di sana pak Armando yang akan mengatur." kata Arsen ramah.


"Baik saya mengerti. Besok saya akan siap di jemput." balas Larasati paham.


"Baiklah saya permisi." Arsen pamit. Yang penting dia sudah tau dokter Larasati.

__ADS_1


"Terima kasih ya Rani." kata Arsen pada Rani sambil jalan menuju keluar.


"Iya mas sama-sama." jawab Rani tetap ramah. Arsen jadi senang di panggil mas oleh Rani. Tau begini dia sering-sering datang ke rumah sakit. Larasati berangkat ke Amerika. Dia tiba di New York dengan perasaan senang. Tidak tau sudah ada yang menunggunya di sana. Tiba di rumah keluarga Cody, Larasati di temui Armando. Dia tau sosok ini kakak ipar dari dokter Restandi, mentornya. Armando memperkenalkannya pada Avery istrinya, Viona ibu mertuanya dan pada Zakhary pasien yang harus di rawat oleh Larasati.


__ADS_2