Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
63. Kemelut Trisia


__ADS_3

Tapi Trisia bukan orang yang terbuka dengan masalahnya. Rion tidak mendapat jawaban dengan hanya bertanya saja. Hari ini dia terus membayangi Trisia. Rion sangat penasaran.


"Rion, jika kau mencintai seseorang apa kau akan terus bersamanya walau dia tidak mencintaimu?" tanya Trisia ketika mereka tengah makan siang. Rion terkejut. Ini pasti tentang Armando pikirnya. Rion bingung mau menjawab apa. Di jawab iya Trisia akan terus mengikuti Armando. Di jawab tidak dia sendiri terus mengikuti Trisia.


"Aku akan melihat dulu, apa aku akan bahagia nantinya. Jika tidak lebih baik aku lepaskan." jawab Rion akhirnya. Dia menatap Trisia, ingin tau pemikiran gadis itu. Trisia tampak merenung. Rion benar-benar penasaran. Ada apa dengan Armando? Mungkin dia harus bertanya pada Arleta, malam ini juga. Arleta sendiri sedang makan siang dengan Mauren. Mamanya senang dengan kehamilan Arleta. Tapi dia tidak akan pernah menyangka akan mendapat dua cucu sekaligus. Arleta menatap Mauren dengan sendu. Bagaimana jika Mauren tau putra kesayangannya sudah menikah dengan gadis tercintanya. Arleta tidak mau Mauren tau dari mulutnya. Biar Armando sendiri yang mengakuinya. Dua orang ini memang sama keras kepalanya.


"Arleta kenapa makananmu tidak di habiskan? Kamu merasa mual?" tanya Mauren pada Arleta.


"Tidak ma, biar aku habiskan ya." Arleta tidak ingin Mauren bertanya-tanya maka dia pun menghabiskan makanannya.


"Trisia syuting di dekat sini, kita mampir ya sebentar. Mama ingin ketemu dia." kata Mauren dengan senang. Dia memang senang dengan calon menantunya itu. Arleta pun mengikuti keinginan Mauren. Mereka datang ketempat syuting. Karena yang datang adalah nyonya muda Gutama sekaligus kakak ipar Rion, mereka di perlakukan dengan baik. Arleta dan Mauren duduk memperhatikan jalannya syuting. Saat itu adalah adegan antara Rion dan Trisia. Karena Rion merasa kasihan pada Trisia maka dia melakukan adegannya dengan sangat mesra. Arleta dan Mauren yang melihat itu memiliki pemikiran yang sama. Insting wanita. Mereka melihat Rion tidak hanya berakting. Keduanya terkejut, walau tidak saling berkomentar. Tapi menyimpan penilaiannya sendiri. Mauren melihat ada bahaya mengintai calon menantunya. Rayuan lawan main di film. Mauren jadi khawatir calon menantunya nanti jatuh karena rayuan pria lain. Sedangkan Armando putranya sudah jelas dingin pada Trisia. Mauren tau Armando pergi bersama Trisia hanya karena dia yang suruh. Bukan karena keinginan Armando sendiri. Mauren memiliki kesimpulan sendiri dalam hatinya. Lain lagi dengan Arleta. Dia melihat Rion mulai lagi dengan ulahnya. Setelah Restandi mengawasinya, Rion sudah hidup dengan benar. Tanpa pacar yang tidak jelas dalam hidupnya. Ya Rion sudah meninggalkan kebiasaannya untuk memacari para gadis mendekatinya. Tapi ternyata dia sedang fokus pada lawan mainnya. Arleta tidak masalah jika itu bukan tunangan kakaknya. Atau setidaknya Trisia sudah berpisah dengan Armando. Tampaknya Don Juan buluk ini tidak dapat hidup tanpa kekasih. Keinginan Arleta untuk bicara pada Rion segera terlaksana. Karena pria itu yang mencarinya terlebih dahulu. Restandi sudah kembali ke kamar ketika Rion menarik Arleta untuk mengikutinya ke taman.


"Aku mau bicara padamu." kata Rion pada Arleta.


"Aku juga." balas Arleta.


"Aku mau tanya ada apa dengan Trisia?" tanya Rion tidak sabar.


"Loh justru aku yang mau tanya ada apa denganmu?" balas Arleta kesal.

__ADS_1


"Trisia tampak murung dan tidak konsen syuting hari ini. Aku menghiburnya dan membantunya tadi." kata Rion menjelaskan. Arleta terdiam. Berarti Armando sudah mengatakan tentang pernikahannya dengan Melani.


"Lalu dia bilang putus dengan Armando?" tanya Arleta penasaran.


"Putus? Dia tidak bilang dia putus " Rion bingung sekarang. Arleta terdiam lagi. Tidak putus katanya. Wah Arleta jadi tidak mengerti dengan Armando dan Trisia. Kediaman Arleta semakin membuat Rion penasaran.


"Arleta, katakan ada apa dengan Trisia?" tanya Rion tidak sabar.


"Kamu yang ada apa. Kenapa bertanya terus tentang Trisia? Kamu suka dengan dia? jujur sama aku." Arleta jadi kesal di desak Rion.


"Iya aku suka sama dia." Rion akhirnya mengakui.


"Kamu dari mana sih sayang?" tanya Restandi. Dia sedang memeriksa laporan yang Sehun kirimkan.


"Habis bicara dengan Rion." kata Arleta masih kesal.


"Ada apa lagi dengan si berandal itu?" tanya Restandi curiga. Dia melihat istrinya tampak kesal.


"Dia sedang suka pada seorang artis, tapi tampaknya artis itu tidak tertarik padanya." Arleta tidak mau bicara dulu jika itu Trisia. Khawatir Restandi marah.

__ADS_1


"Kalau artisnya tidak suka berarti aman dong?" kata Restandi mulai santai.


"Aman sih." untuk saat ini, pikir Arleta. Entah mengapa perasaannya mengatakan jika ini belum berakhir, bahkan akan ada lagi yang akan terjadi. Berbeda dengan Mauren. Jika Arleta berusaha menghentikan Rion, Mauren justru tidak mau menghentikan Trisia. Mauren memanggil Armando.


"Armando, mama tadi ke tempat Trisia syuting. Mama tidak suka dengan apa yang mama lihat." kata Mauren kesal.


"Memang mama lihat apa?" Armando tidak tertarik dengan kegiatan Trisia.


"Mama melihat adegan Trisia dengan lawan mainnya. Mama tidak suka. Mama jadi khawatir." Mendengar itu Armando mengingat-ingat siapa lawan main Trisia. Oh Rion, adiknya Restandi. Ya tampan sih. Armando tau siapa Rion. Bagus dong lawan mainnya Trisia itu Rion. Armando tersenyum. Mauren tambah kesal melihat Armando tersenyum.


"Mama minta mulai hari ini kamu persiapkan pernikahanmu dengan Trisia." kata Mauren tegas. Armando terkejut luar biasa. Belum mengatakan pernikahannya dengan Melani dia sudah harus menikahi Trisia.


"Mama tau kan aku tidak memiliki perasaan apa pun pada Trisia. Lalu mengapa mama memaksakan pernikahan kami?" tanya Armando kecewa.


"Mama tau, tapi kamu tidak berusaha untuk menyayangi Trisia. Padahal gadis itu sudah sayang padamu Armando dan mau menikah denganmu." kata Mauren keras kepala.


"Memangnya mama sudah bicara pada Trisia?" tanya Armando curiga.


"Belum sih, tapi mama yakin dia pasti setuju." jawab Mauren yakin. Itu masalahnya, pikir Armando. Trisia terlalu menurut pada mamanya dan juga Mauren. Tapi awalnya kan ini idenya yang membuat Trisia mengikuti pertunangan ini. Demi mengalihkan perhatian Mauren dari hubungan Armando dengan Melani. Armando jadi sakit kepala. Dia memutuskan untuk bicara pada Trisia. Armando tidak mau menundanya.

__ADS_1


__ADS_2