Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
131. Misi Baru Armando


__ADS_3

Namun ketika Armando akan memasukinya Avery tiba-tiba tersadar dan menolak. Armando memaksanya, karena dia sudah tidak tahan. Dia mengalihkan Avery dengan ciuman mautnya. Lalu memasuki Avery. Tentu saja Avery menjerit karena sakit dan air matanya keluar.


"Maaf ya sayang , awalnya memang sakit. Tapi nanti tidak lagi." Armando mencium Avery dan melakukannya dengan lembut. Hingga Avery bergetar di bawahnya dan Armando mendapat pelepasannya. Armando merasa sudah cukup karena ini yang pertama untuk Avery. Dia pun membawa istrinya dalam pelukannya untuk tidur. Besoknya Armando memberi Avery bunga dan memanjakannya. Dia tidak menyentuh istrinya dulu. Agar istrinya benar-benar siap menerimanya. Malam ini Armando ingin bekerja bersama istrinya. Dia ingin memiliki anak lagi. Tapi sepertinya dia harus membujuk Avery. Armando ingin rumah tangganya menjadi hangat, panas jika perlu. Dia sudah lelah bekerja, maka dia ingin meluapkan hasrat dan gairahnya pada istrinya. Armando ingin memiliki pernikahan yang menyenangkan seperti dengan Melani dulu. Armando naik ke tempat tidur, di mana Avery telah menyembunyikan diri. Armando yang sudah bertelanjang dada memasukan tangannya dan mulai menggelitik Avery. Istrinya memekik geli lalu selimutnya pun terbuka. Avery mau protes pada Armando tapi dilihatnya suaminya tengah menatapnya dengan lekat. Mereka pun saling bertatapan dalam diam.


"Istri aku cantik dan penyayang." kata Armando mesra, tangannya mengusap pipi Avery. Istrinya masih terpana menatapnya. Armando perlahan mendekatkan wajahnya. Mencium bibir Avery. Rayuan pun mulai di lakukan. Mudah bagi Armando menghanyutkan Avery, karena Armando lebih berpengalaman. Sebentar saja Avery sudah tidak berdaya di bawah Armando. Kali ini Armando tidak terburu-buru. Dia menikmati tubuh istrinya tiap jengkalnya. Avery merasa perlakuan Armando kali ini berbeda. Lebih menghanyutkan. Paham bahwa penyatuan kali ini tidak ada halangan ya dan Avery tidak merasa sakit lagi, Armando pun membuktikan perkataan Melani. Armando buas di tempat tidur. Setelah pelepasan pertama Armando berhenti dulu.


"Avery sayang, kau tidak ingin bulan madu?" tanya Armando dalam rangka buat anaknya.


"Bulan madu? Memang harus, kita kan bisa melakukannya di rumah." inti bulan madu kan itu, pikir Avery.


"Kalau bulan madu aku jadi milikmu sepenuhnya. Tidak di ganggu Arsen dan pekerjaanku." tawaran yang menarik, Avery suka Armando jadi miliknya sepenuhnya. Walau Avery tidak yakin Armando mencintainya tapi suaminya sangat manis memperlakukannya.


"Melody boleh ikut?" Avery menawar.


"Kalau Melody ikut bukan bulan madu namanya. Tapi liburan." Armando gemas dan menciumi wajah Avery. Istrinya terkikik geli. Armando tau Avery sangat sayang pada Melody. Sepertinya rencana bulan madu gagal. Tapi rencana buat anak belum gagal. Armando pun segera memasuki Avery lagi dan memacunya. Hari ini Avery tau bahwa Armando tidak mudah terpuaskan. Avery harus belajar untuk bisa mengimbangi Armando. Dia tau di luar sana banyak yang mencoba menarik perhatian Armando. Tapi menurut penuturan Armando sendiri, tidak ada yang membuatnya tertarik. Dari yang polos hingga seksi habis. Mungkin karena hati Armando sudah diikat Melani.


"Ar kamu tidak tertarik wanita di luar sana?" tanya Avery iseng.

__ADS_1


"Kenapa tanya begitu? aku tidak tertarik. Karena ada istriku yang cantik dan bisa membangkitkan gairahku. Mari kita saling menjaga Avery." Armando mempercepat gerakannya. Ingin memberi kepuasan pada istrinya. Hanya Avery yang bisa menarik hatinya. Istrinya memang cantik dan mempesona. Bukan Armando tidak tau banyak yang meliriknya. Tapi Avery bisa menjaga dirinya tanpa harus di batasi. Armando cukup mengawasi istrinya. Karena pertanyaan Avery Armando menghukumnya. Tidak melepaskannya malam ini. Lagi pula saat seperti ini jarang terjadi, karena sering ada Melody di antara mereka. Maka Armando menggunakan kesempatan dengan baik. Demi anak yang di inginkannya.


Restandi sudah membaca dan mempelajari perencanaan yang Sehun buat. Hari ini Restandi bertemu Sehun untuk membicarakannya. Restandi mendatangi Sehun di rumah sakitnya. Sekalian dia ingin tau keadaan di sana. Sebelum ke ruangan Sehun Restandi survei dulu. Dan dia bertemu Eva.


"Dok tumben ke sini. Ada yang bisa di bantu?" tanya Eva dengan wajah berseri.


"Ya saya pusing nih. Mau di periksa. Pusingnya karena bos rumah sakit ini." kata Restandi menggoda Eva.


"Kalau itu dokter harus temui orangnya langsung dan saya dukung." kata Eva membalas godaan Restandi.


"Wah kamu punya masalah apa Eva? Saya kira kamu sudah senang di sini." Restandi terkejut dengan reaksi Eva.


"Wah kalau itu memang wewenang dia. Saya tidak bisa membantu kamu Eva." Restandi harus menghormati rekan bisnisnya. Kemudian Restandi melihat Anugerah lewat. Mantan asistennya itu melihat Restandi lalu bermaksud menghampiri.


"Tapi kamu jangan khawatir Eva, akan ada yang membantumu." Restandi mengisyaratkan Anugerah yang menuju mereka pada Eva.


"Wah yang itu tidak masuk hitungan saya dok. Saya permisi dulu masih ada kerjaan." Eva segera meninggalkan Restandi. Sedangkan Anugerah sudah di depannya.

__ADS_1


"Masih saja belum di dapat." tanya Restandi pada Anugerah. Yang di tanya jelas mengerti Restandi bicara tentang Eva. Melihat gadis itu cepat-cepat pergi.


"Sulit di tangkap dok. Licin seperti belut. Tapi saya tidak menyerah. Minta doanya saja." Anugerah berkata sambil tertawa.


"Saya doakan. Bagaimana kerjamu di sini?" Restandi ingin tau pria pilihannya ini. Tidak mudah untuk menjadi asistennya.


"Tentu saja jauh lebih sibuk dari pada di sana. Tapi saya rasa di sini masih butuh dokter-dokter ahli. Ternyata animo masyarakat sangat bagus akan rumah sakit ini. Lihat saja jam begini masih ramai kan."Anugerah menunjuk keadaan rumah sakit. Ternyata perkiraan Sehun tepat untuk membangun rumah sakit di sini. Memang di sekitar rumah sakit banyak perumahan elit dan apartemen.


"Lalu penanganan untuk menengah ke bawahnya bagaimana?" Restandi ingin tau sepak terjang Sehun.


"Cukup bagus. Saya rasa cukup adil. Kalau hal itu di bawah pengawasan dokter Benny, wakil dokter Sehun." Anugerah cukup puas di tempatkan di sini. Restandi lega. Rumah sakit berjalan baik.


"Bagaimana Aira?" Restandi ingat anak buahnya yang satu lagi.


"Salah satu dokter jantung yang banyak di cari. Ayo saya antar ke ruangannya dok. Sejak adiknya menikah dia banyak bersembunyi di rumah sakit. Dia pasti senang melihat dokter di sini." Anugerah mengantar Restandi ke ruangan Aira. Dia mengetuk pintu ruangan lalu membukanya. Tampak Aira duduk di belakang mejanya sedang menikmati makanan.


"Saya tidak di ajak makan nih?" tanya Restandi yang muncul di hadapan Aira.

__ADS_1


"Dok Rest." Aira memekik. Kejutan besar.


__ADS_2