
"Dasar istri ingkar janji." Restandi mencium pipi Arleta. Di rebahkannya istrinya di tempat tidur. Karena tempat tidur mereka luas maka tidak mengganggu Alrista. Puas menciumi pipi istrinya sekarang Restandi mencium bibir Arleta dalam. Hari ini Restandi ingin bersantai sambil memeluk Arleta.
Claudio dan Larasati menjalani hari mereka di rumah sakit dengan semangat. Mereka hanya pengamat, tapi bila di minta pendapat mereka akan menerangkan dengan senang hati. Ternyata mereka bisa membuktikan kalau mereka juga dokter yang hebat. Apa lagi Larasati. Banyak dokter yang penasaran dengan pengetahuan dokter cantik itu. Claudio sendiri kagum pada Larasati. Dulu dia kira yang paling pintar itu Aira. Ternyata bukan. Lionel tidak sabar untuk mengajak Larasati kencan. Mereka pun makan malam berdua. Tidak tanggung-tanggung, ternyata Lionel mengajak Larasati makan malam di rumah orangtuanya. Awalnya Larasati cemas. Tapi melihat keramahan orangtua Lionel dia jadi tenang. Mereka orangtua yang sederhana, walau putra mereka sukses. Setelah bertemu orangtuanya, Lionel membawa Larasati ke apartemennya. Dia ingi bicara dengan Larasati.
"Lara, kalau kau mau bekerja di rumah sakit kau tinggal bilang padaku. Aku akan merekomendasikanmu." kata Lionel lembut. Mereka duduk berdekatan di ruang santai. Larasati tersenyum.
"Lio, aku tidak perlu rekomendasi darimu. Aku harus membuktikan sendiri kalau aku mampu." Dia tau maksud Lionel baik.
"Jadi kau mempertimbangkan ke inginanku?" tanya Lionel penasaran. Larasati mengangguk. Lionel senang. Jadi selama ini Larasati memikirkan permintaannya.
"Sampai kapan aku harus menunggu?" tanya Lionel serius.
"Sampai aku siap." jawab Larasati lembut. Lionel mengangguk, dia akan menunggu Larasati siap menerimanya seutuhnya. Larasati sudah semakin bulat dengan keputusannya, melihat sikap orangtua Lionel tadi membuatnya sadar. Dia hampir melewatkan kesempatan untuk bersama dengan orang yang sempurna. Karena tekadnya Larasati menunjukkan kemampuannya. Banyak dokter harus mengakui, Dio dan Larasati dokter yang handal. Pada akhirnya Dio dan Larasati mendapat tawaran untuk bergabung di rumah sakit tersebut. Dio jelas menolak, dia terlalu sayang pada mentornya. Karena Restandilah sosok yang mengubahnya dari pemuda ugal-ugalan menjadi dokter jantung yang handal. Sedangkan Larasati, dia mempertimbangkan lebih dahulu.
__ADS_1
"Terimalah Lara." kata Lionel memohon ketika Larasati menceritakan hal itu. Mereka tengah pergi berdua. Lionel kesal karena dua hari lagi Larasati akan pulang ke Indonesia.
"Biar aku pikirkan dulu." Larasati mengelak desakan Lionel.
"Apa lagi sih yang kau pikirkan? Apa aku tidak berarti untukmu?" tanya Lionel gusar.
"Lio kau tau, aku harus meninggalkan duniaku di sana dan menjalani hal baru di sini." kata Larasati sabar.
"Aku tau, tapi aku akan mendampingi mu di sini. Aku akan menjadi pengganti duniamu yang hilang." Lionel berusaha meyakinkan Larasati. Lionel akan memberikan segalanya demi gadis itu. Larasati menimbang. Di Indonesia dia sudah dapat karir yang cemerlang. Tapi tidak ada pria yang begitu perhatian seperti Lionel. Di sini dia harus mulai dari awal, tapi di sampingnya ada sosok yang akan membantunya, melindunginya dan menyayanginya tulus.
"Aku paham pertanyaanmu. Melihat seseorang yang dekat dengan kita berpaling adalah hal yang menyakitkan. Tapi aku rasa ini tugasmu, untuk membuatku tidak berpaling darimu. Kau belum mencintaiku sudah membuatku berat untuk melepasmu. Apalagi jika kau berikan cintamu. Aku tidak bisa berjanji kalau aku tidak akan berpaling darimu. Tapi mari kita berupaya agar kita tetap bersama. Aku juga takut kau akan meninggalkanku." pernyataan Lionel seperti ini yang di butuhkan Larasati. Dia tidak butuh janji, karena janji sering di lupakan. Larasati tersenyum lalu mengangguk.
"Apa itu artinya? Kau menerimaku?" tanya Lionel berdebar.
__ADS_1
"Iya." jawab Larasati yakin. Lionel segera memeluknya.
"Terima kasih. Aku sudah jatuh cinta padamu. Kali ini aku tidak mau kehilanganmu lagi. Jadi aku boleh kan melakukan ini." Lionel mencium Larasati mesra. Tindakan yang salah. Karena dia jadi lebih berat lagi melepas Larasati.
"Kita akan segera menikah. Pesta pernikahan bisa menyusul, tapi kita harus segera bersama. Orangtuaku juga sudah bertanya kapan kita akan menikah. Mereka menyukaimu." Lionel mengusap wajah Larasati lembut. Tentu saja Larasati senang mendengarnya.
"Terserah padamu saja." kata Larasati tidak menolak Lionel lagi. Dia akan menjalani hidupnya yang baru. Larasati kembali ke Indonesia, di susul oleh Lionel dan orangtuanya. Mereka melamar Larasati. Pernikahan pun di laksanakan dengan perjamuan sederhana untuk menghormati gadis itu. Lalu keluarga Cody akan mengadakan pesta pernikahan di Amerika, untuk mengenalkan Larasati sebagai anggota baru keluarga Cody. Larasati meninggalkan Restandi dan bekerja di rumah sakit di Amerika. Pekerjaannya menyenangkan, tapi jujur Larasati lebih menyukai klinik kecil milik Lionel. Sang suami pun menyerahkan klinik itu pada Larasati. Dia lalu bekerja sama dengan James menjadi dokter jantung di klinik itu. Kalau di rumah sakit pasien harus membayar mahal untuk pengobatan jantung mereka. Larasati menggiring mereka yang kurang mampu pada kliniknya. Larasati bermimpi untuk bisa mendirikan rumah sakitnya sendiri. Walau Lionel bersedia mewujudkan mimpinya tapi Larasati lebih suka untuk meraihnya sendiri. Hidupnya jadi punya tujuan meskipun dia bahagia dengan suami di sampingnya. Restandi ikut senang dengan pilihan Larasati. Dia turut menantikan mantan asistennya itu sukses dengan mimpinya. Restandi menghadiri pernikahan Larasati di Indonesia maupun di Amerika. Dia senang dapat membantu Lionel dan juga Larasati.
Hari ini keluarga Gutama sedang mengadakan foto keluarga. Berawal dari Trisia yang ingin berfoto bersama suami dan anaknya, akhirnya seluruh keluarga membuat foto. Rion dan Trisia berdiri berdua, lalu Matris kecil berdiri di depan mereka. Ini foto awal, lanjut dengan pose berikut. Nikolas berfoto bersama Sofi, dia memeluk istrinya dengan bahagia. Istri yang di cintainya, yang bisa menerima kesalahannya dengan lapang dada. Istri yang mengabdikan dirinya untuk keluarga. Setelah itu mereka berfoto bersama. Gutama memiliki dua putra, dua menantu dan tiga cucu. Selesai foto bersama giliran keluarga Restandi. Orangtua dengan dua anaknya. Restandi menggendong Alrista sambil tersenyum. Arleta memangku Alrest yang tampak senang di foto. Pasangan yang bersatu karena perjodohan dan bahagia. Selesai sudah acara foto mereka.
"Nanti kita foto lagi ya." kata Trisia pada Rion.
"Nanti kalau Matris wisuda." jawab Rion malas.
__ADS_1
"Sekalian saja Matris menikah." Trisia kesal dan memukul lengan suaminya.
"Iya, iya sayang. Nanti kita foto lagi." Rion membujuk istrinya dengan manis. Arleta tersenyum melihat itu. Rion dan Trisia sudah bahagia. Demikian juga dia dan Restandi. Di tatapnya pria itu yang tengah menggoda putrinya. Alrest berlarian menggoda Nikolas. Sofi sibuk menjamu tamu mereka yang sudah bekerja membuat foto keluarga mereka.