Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
47. Arleta Cemburu


__ADS_3

"Ok deh." jawab Lula tergoda dengan tawaran Kevin. Restandi dan Arleta sedang makan siang di sebuah Restauran. Mereka menikmati makanan khas Bali. Setelah ini mereka akan kembali ke hotel untuk beristirahat. Sehabis jalan-jalan di pantai Arleta merasa lelah.


"Aku ke toilet dulu ya sayang." Restandi bangkit berdiri dan melangkah meninggalkan Arleta. Di toilet Lula bersiap-siap. Dia berjalan melewati Restandi lalu pura-pura akan jatuh. Restandi dengan sigap membantunya.


"Terima kasih." kata Lula yang kemudian berlalu. Di satu sudut Kevin yang memperhatikan Lula menyambutnya.


"Kerja bagus." kata Kevin memuji Lula. Gadis itu tersenyum senang. Dia sudah membayangkan baju yang diinginkannya. Restandi menghampiri Arleta. Istrinya menatapnya dengan terkejut.


"Kamu ya, ternyata....." Arleta menatap Restandi marah. Restandi menjadi bingung dengan sikap istrinya. Arleta lalu bangkit dan keluar dari restauran menuju mobil. Restandi semakin bingung. Dia membayar lalu menyusul Arleta. Di dalam mobil Restandi tidak langsung menjalankannya.


"Arleta ada apa? ko kamu marah?" tanyanya pada istri kesayangannya.


'Kamu tidak tau salah kamu apa?" Arleta bertanya dan menatap Restandi tajam. Restandi menggeleng. Arleta menarik Restandi dan menunjuk kaca spion. Restandi pun memandang dirinya di kaca. Tampak di leher ada cap bibir warna merah. Ah ini yang membuat Arleta marah. Tapi kenapa ada cap bibir di lehernya? Memori Restandi kembali pada peristiwa di toilet. Rupanya gadis tadi yang melakukannya. Restandi menatap Arleta. Wajahnya tidak bersahabat. Restandi menghapus noda tadi.


"Tadi di toilet aku bantu seorang gadis yang akan jatuh." kata Restandi menjelaskan sambil menjalankan mobilnya.


'Trus kamu peluk dia?" tanya Arleta masih marah. Tunggu, pikir Restandi. Arleta marah. Itu kan artinya.....

__ADS_1


"Ngapain aku peluk-peluk perempuan lain. Istri aku cantik dan sayang sama aku." Restandi mulai santai.


"Siapa bilang aku sayang kamu? Aku tidak percaya." Arleta berkata ketus.


"Aku juga bingung jelasinnya sama kamu, gadis itu cuma pegang leher aku karena dia mau jatuh. Tapi coba deh kamu pikir, apa semudah itu aku nerima ciuman dari seorang perempuan?" Restandi ingin Arleta bernalar dari pada meributkan hal yang tidak terjadi. Arleta terdiam dan berpikir. Lucu juga jika dia minta Restandi membuktikan hal tersebut. Apa perlu minta cctv untuk pembuktian. Pada intinya adalah apakah dia percaya pada Restandi atau tidak. Restandi membiarkan Arleta bergulat dengan pikirannya. Hingga mereka tiba di kamar hotel.


"Arleta kamu masih marah?" tanya Restandi sambil menatap Arleta ingin tau.


"Iya aku masih marah." Arleta menjawab asal. Sebenarnya di pikirannya dia yakin Restandi tidak mungkin macam-macam. Tapi entah mengapa hatinya panas.


"Arleta, kamu tau gadis itu tidak pakai lipstik." kata Restandi sambil tersenyum.


"Aku rasa dia cuma iseng." Restandi menaikan bahunya pertanda tidak tau.


Trus kamu kenapa senyum-senyum?" tanya Arleta melihat Restandi tersenyum. Harusnya kan dia marah karena ada yang iseng padanya.


"Aku suka liat kamu marah. Marah kan artinya cemburu. Cemburu artinya cinta." kata Restandi menyimpulkan. Arleta terkejut mendengar kesimpulan Restandi. Dia memalingkan wajahnya. Restandi gemas di buatnya. Restandi pun memeluk Arleta.

__ADS_1


"Sudah marah-marah sama suami, nuduh suami di cium orang. Memangnya aku suami macam apa yang mau di cium sembarangan." Restandi menarik hidung Arleta gemas.


"Jadi kamu mau aku minta maaf?" tanya Arleta menyesal.


"Tidak perlu minta maaf. Wajar kamu marah. Tapi akui jika kamu cinta sama suamimu ini." Restandi berkata mesra. Arleta salah tingkah. Benarkah dia cinta pada Restandi? Tapi dia memang tidak suka Restandi di sentuh perempuan lain. Tanpa menunggu jawaban Arleta Restandi menciumnya dalam. Siang itu Arleta tidak jadi istirahat. Dia harus melayani suaminya yang sedang bahagia itu. Kevin sendiri sedang kesal sekarang. Memang rencananya ingin membuat Arleta marah. Tapi setelah dia pikir lagi jika Arleta marah itu kan berarti Arleta betul suka pada Restandi. Perasaannya langsung berantakan. Walau Kevin tetap mengantar Lula membeli baju yang diinginkannya tapi pikirannya entah kemana. Kevin pun memutuskan pulang ke Jakarta.


Armando sedang menatap jauh keluar dari jendela di ruang kerjanya. Dia memikirkan Melani. Sudah di pastikan Melani tidak ada di Indonesia. Avery pasti sudah membawa adiknya. Tidak mungkin Avery pulang dengan tangan kosong. Armando tidak menyangka Melani bisa lepas dari tangannya. Armando juga tidak percaya Melani meninggalkannya. Armando saat ini merasa marah dan juga kehilangan. Tapi jangan mengira dia akan diam saja. Dia tau kemana harus mencari Melani. Arsen saat ini sedang mempersiapkan keberangkatannya. Armando merasa dia harus mendapatkan Melani kembali. Armando sudah mendapat informasi bahwa Melani menemui Avery, entah dari mana Melani tau keberadaan Avery. Yang jelas Armando tidak mau kehilangan Melani. Restandi dan Arleta pulang dari bulan madu pada saat Armando sudah berangkat ke Amerika. Restandi bahagia karena tau sekarang Arleta mencintainya. Arleta sendiri merasa sejak pulang dari Bali tubuhnya kurang sehat. Mungkin karena kegiatan mereka di Bali terlalu aktif. Arleta tetap bekerja karena sudah meninggalkan klinik lama. Arleta cukup lega mendengar Armando pergi ke Amerika, dia berharap kakaknya bisa bersama Melani kembali. Restandi juga sudah sibuk lagi di rumah sakit. Ponsel Arleta berbunyi siang itu, ada nama Sofi di sana.


"Halo ma." Arleta menyapa.


"Arleta sayang, tolong mama belikan kado ya. Teman baik papa menikahkan anaknya di Paris. Mama kurang sehat jadi tidak bisa keluar." kata Sofi dengan manis pada menantunya.


"Ok ma, nanti Arleta carikan kadonya." Arleta tidak menolak.


"Baik kalau begitu Rion yang akan antar kamu ya. Sebentar dia ke sana." kata Sofi lagi. Memang sejak menikah Arleta belum membawa mobilnya ke rumah orangtua Restandi. Karena selama ini dia diantar Restandi sebagai suami yang baik. Tapi Rion yang mengantarnya kali ini Arleta merasa heran. Setaunya Rion sedang sibuk syuting.


"Baik ma Arleta tunggu." Arleta tidak membantah perkataan Sofi. Percakapan pun terputus. Arleta mulai memikirkan kado apa yang akan di belinya. Ini pasti teman baik sehingga Sofi memberikan kado. Arleta juga bersiap-siap agar Rion tidak lama menunggunya. Tidak lama Diana muncul di ruangannya.

__ADS_1


"Arleta ada pria tampan di bawah mencarimu." kata Diana pada Arleta, terlihat sekali dia sangat ingin tau hubungan pria itu dengan Arleta.


"Ok aku akan turun. Terima kasih ya." Arleta beranjak pergi meninggalkan Diana. Dia pura-pura tidak tau rasa ingin Diana. Dalam hati dia merasa geli juga, biar saja Diana penasaran. Rion tampak berdiri di depan dengan gagah.


__ADS_2