
"Maaf ya Bu, karena anak ibu tidak tenggang jawab ibu jadi harus mengurus sepuluh cucu." maksud Monika harusnya mereka sendiri yang mengurus anak-anak.
"Tidak tanggung jawab bagaimana sih sayang? Aku kan sudah berikan tempat tinggal, anggaran, pendidikan......." Belum selesai Sehun bicara Monika memotong.
"Iya, iya kamu superheronya anak-anak." Monika lalu mencium pipi Sehun. Yang di cium senyumnya lebar sampai ke ujung dunia. Farida jatuh cinta pada pasangan ini. Dua orang yang telah menganggapnya sebagai ibu mereka. Bukan hanya Monika yang bahagia saat itu, Farida juga bahagia. Setelah mengobrol cukup lama Sehun dan Monika pulang. Monika jadi bersemangat. Sekarang dia punya anak-anak yang butuh perhatian.
"Kita mampir dan ngobrol sebentar ya ke rumah Restandi. Kamu juga bisa ngobrol sama Arleta kan." Sehun berkata pada Monika.
"Aku bisa main sama Alrest." Monika setuju. Mereka tiba di rumah Restandi dan duduk di ruang tamu.
"Tumben, ada apa nih?" tanya Restandi curiga. Monika duduk memangku Alrest. Arleta baru saja datang membawa kue dan minuman.
"Aku mau cerita jadi tidak salah paham. Aku awalnya mau buka panti asuhan buat Monika. Tapi ternyata Monika tidak setuju. Jadi kami sekarang mengurus sepuluh anak di sebuah rumah. Jadi jangan bilang nanti Sehun punya sepuluh anak dari mana-mana. Atau Sehun nikah sama janda dengan sepuluh anak." kata Sehun, niatnya serius tapi terdengar konyol.
"Maksudmu selingkuh di mana-mana begitu sampai dapat anak sepuluh. Terus kamu kumpulin di satu rumah." tanya Restandi geli.
"Ya takutnya dikira begitu. Wah hebat juga aku ya jika benar begitu." Sehun geli sendiri. Monika langsung melorotkan matanya.
"Tenang sayang. Selingkuh satu saja kamu pasti tau." Sehun tidak mau Monika marah.
__ADS_1
"Jadi kalian sudah punya anak sepuluh?" tanya Arleta menegaskan.
"Kami sudah jadi papa mama sekarang." Sehun bangga.
"Bicaranya gaya ya sejak punya anak." komentar Arleta.
"Lalu siapa yang mengurus mereka?" tanya Restandi. Monika pun bercerita tentang ibu Farida, bagaimana kehidupannya dulu sebelum bertemu Sehun.
"Aku jadi ingin tau siapa suami Bu Farida." kata Sehun kemudian.
"Sama, aku juga. Malah aku ingin tau bagaimana kehidupannya sekarang." Monika yang sudah sayang pada Farida menambahkan.
"Tapi sayang kamu jangan bilang ke Bu Farida ya. Takutnya dia jadi sedih." Sehun mengingatkan Monika. Istrinya mengangguk. Restandi pun mengutus orang untuk mencari tau. Fajar Dewangga. Pria setengah baya yang masih gagah. Atas ijin Farida dia menikah lagi dengan wanita yang masih muda. Siapa yang menolak Fajar, pria tampan, mapan dan lembut. Istri keduanya Astari berasal dari keluarga yang susah. Itu sebabnya Astari mau di jadikan istri kedua. Walau dia tidak mencintai Fajar. Ketika menikah dia di beri rumah yang berbeda dengan Farida, tapi Astari tampaknya iri pada Farida yang menjadi istri pertama Fajar. Dia merayu Fajar hingga melupakan Farida. Astari berusaha membuat Fajar hanya menyayanginya dan ingin memiliki semua harta Fajar. Astari merasa menang karena sudah memberikan anak pada Fajar. Tingkah lakunya semakin menjadi. Astari tidak pernah mengurus anaknya. Hanya Fajar yang mengurus putra mereka setelah dia pulang bekerja. Selebihnya putranya di urus oleh pembantu rumah tangga. Pekerjaan Astari setiap hari berbelanja, berkumpul dengan temannya tanpa menyadari artimya menjadi istri dan ibu rumah tangga. Jika Fajar menegurnya Astari marah dan mengancam akan pergi dan membawa anaknya. Fajar takut kehilangan putranya. Suatu hari ketika Fajar pulang dari luar kota setelah bekerja, putranya di rawat di rumah sakit karena sakit panas. Astari sendiri tidak pulang entah kemana. Setelah Fajar mencarinya baru ketahuan Astari sibuk selingkuh. Dia kembali pada kekasihnya sebelum menikah dengan Fajar. Rupanya diam-diam Astari menjalin kembali cerita cintanya yang lama. Ketika Fajar menergokinya dan akan menghajarnya Astari melarikan diri dan terlibat kecelakaan. Astari cacat walau selamat. Fajar menceraikannya. Sejak itu Fajar mulai mencari Farida. Dia kehilangan jejak Farida karena Farida menjual rumahnya. Ketika Sehun menceritakan pada Monika hasil pencarian orang suruhan Restandi, Monika bereaksi demikian.
"Aku tidak mau bapak Fajar itu bertemu dengan ibu Farida. Dia sudah menyakiti perasaan ibu Farida." kata Monika.
"Kalau aku lihat dari tindakan ibu Farida sepertinya memang tidak mau bertemu lagi dengan mantan suaminya." komentar Sehun.
"Biar ibu Farida hidup dengan damai di rumah itu." Monika sudah sayang pada Farida.
__ADS_1
"Kitalah anak-anaknya yang akan memastikan hal itu." kata Sehun. Monika setuju. Mereka sepakat untuk tidak menceritakan hal itu pada Farida. Biar saja Fajar mencari mantan istrinya sampai ke ujung dunia. Lukman Aria menyambut apa yang Sehun lakukan dengan antusias. Dia dan istrinya sering datang menengok Farida dan sepuluh cucu mereka. Satu hari Farida menghubungi Sehun dan Monika. Dia ingin bicara. Pasangan itu pun datang.
"Ada apa Bu, sepertinya ibu bingung?" tanya Sehun pada Farida.
"Begini Sehun, Monika. Rama dulu ibu ambil dari tantenya. Orangtua Rama meninggal sehingga om dan tantenya yang harus merawat Rama. Tapi rupanya mereka tidak berniat mengurus Rama. Karena Rama bukan putra kandung mereka. Selain itu mereka juga sibuk bekerja. Maka ibu meminta Rama. Ternyata sekarang mereka sudah di nyatakan tidak akan bisa punya anak. Maka mereka mencari Rama kembali. Mereka ingin membesarkan Rama karena Rama masih keponakan mereka. Ibu bingung. Terserah kalian memutuskannya bagaimana." jelas Farida. Sehun tampak berpikir. Monika marah.
"Aku tidak setuju. Kalau dulu mereka mau merawat Rama mungkin saja mereka bisa punya anak." kata Monika.
"Nanti dulu sayang. Kita tidak tau apa yang mereka hadapi. Bisa saja mereka tulus kali ini. Kita bertemu saja dulu dengan mereka." kata Sehun dengan sabar.
"Sewaktu ibu bertemu mereka, sikap mereka bagaimana Bu?" tanya Monika.
"Kalau ibu lihat mereka memang menyesal dulu tidak mau merawat Rama." Farida berkata jujur.
"Kita juga perlu bertanya pada Rama, apa dia mau ikut tantenya. Biar bagaimana mereka masih keluarganya yang sah." Sehun menyinggung fakta. Mereka terdiam.
"Tapi ibu sedih Sehun. Ibu sudah merawat Rama dengan penuh kadih sayang. Berat rasanya melepas anak itu." Farida mau menangis.
"Bu bukan hanya ibu yang sedih. Saya juga. Ibu ingat pertama kali saya bertemu ibu anak pertama yang saya kenal Rama. Karena Rama saya jadi tertarik mengenal ibu. Kita tidak boleh egois Bu. Mungkin saja dengan keluarga barunya Rama lebih bahagia." Sehun menghibur Farida.
__ADS_1
"Iya ibu tau tidak boleh egois."