
Sehun menyesal , mengapa tidak pernah memperhatikan wanita yang menjadi istrinya sejak dulu. Jika tau nikmatnya seperti ini, sudah sejak lama Sehun menyambut Monika ketika gadis itu mulai perhatian padanya. Tapi sekarang Monika miliknya.
"Yang aku lapar." seru Monika di sela deru napasnya.
"Sebentar lagi ya sayang." Sehun mempercepat gerakannya. Istrinya sudah kelelahan karena ulahnya. Segera dia mendapat pelepasannya.
"Aku pesankan makanan ya." Sehun mencium bibir Monika sekilas lalu melepaskan diri. Lagi pula miliknya sudah lemas. Hasil kerja lemburnya yang tidak dapat gaji. Monika sudah jatuh tertidur, kegiatan terakhir membuat tenaganya habis. Sehun bangkit berdiri dan memesan makanan untuk mereka berdua, lalu beranjak ke kamar mandi. Selesai mandi dia merasa segar dan bersemangat. Rapih dengan pakaian santainya, Sehun mendengar ada yang menekan bel pintu kamarnya. Makanan mereka datang. Sehun juga lapar tapi dia melihat Monika dulu. Wanita pujaannya itu masih terlelap. Sehun tersenyum, dia pun makan terlebih dahulu. Sehun memutuskan untuk keluar sebentar membeli beberapa makanan kecil dan minuman untuk mereka berdua. Sehun meninggalkan Monika sebentar, dia mengunjungi pertokoan dan memilih beberapa barang yang ingin di belinya. Beberapa pengunjung wanita melihatnya terpana. Sehun tampak keren dengan kacamata hitamnya. Ketika dia membayar belanjaannya, sang kasir tersenyum berusaha menarik perhatiannya. Dia tidak tau jika Sehun sudah membuat istrinya lemas di kamar hotel. Sehun menanggapinya dengan acuh. Dia keluar setelah selesai membayar. Ketika berjalan kembali ke hotel, Sehun melewati sebuah butik. Ada sebuah gaun menarik perhatiannya. Gaun itu sedikit seksi dengan warna pastel. Dia membayangkan Monika menggunakannya. Sehun pun masuk ke butik itu dan mencari ukuran Monika. Hadiah untuk istri tersayangnya. Sehun kembali ke hotel, di lihatnya Monika sedang makan. Dia sudah mandi tapi masih mengenakan mantel handuknya.
"Kamu sudah bangun sayang." kata Sehun senang, di kecupnya kening Monika. Istrinya masih sibuk makan, dia lapar sekali.
"Kamu tidak mau keluar, jalan-jalan?" tanya Sehun ingin tau.
"Dengan leher seperti ini?" Monika balik bertanya sambil menunjuk lehernya yang semarak dengan tanda cinta dari Sehun. Melihat itu Sehun tersenyum. Dia suka melihatnya. Sehun menatap Monika lekat. Hanya melihat tanda merah itu saja sudah membangkitkan gairahnya. Tapi tunggu dulu, mungkin nanti sore dia akan mencumbu Monika lagi. Sehun bangkit menghampiri Monika. Dia menunduk mencium pipi Monika, berlama-lama di situ.
__ADS_1
"Aku janji akan memberi tanda cinta di bagian yang tersembunyi." bisiknya di telinga Monika. Sehun pun menuju balkon. Bisikan Sehun membuat tubuh Monika berdenyar. Mengingat cumbuan lembut Sehun padanya. Dua hari ini membuat Monika panas dingin. Apakah ini gairah? entah, yang jelas Monika selalu tidak berdaya jika Sehun sudah melancarkan serangannya. Sehun melihat ke kolam renang, tidak banyak orang di sana.
"Sayang, aku berenang sebentar ya. Kamu mau ikut ke bawah?" tanya Sehun pada Monika.
"Aku mau istirahat sebentar ya." kata Monika malas. Sehun tersenyum menatapnya. Istirahatlah sayang, nanti aku akan bercinta denganmu lagi kata Sehun dalam hatinya. Monika seperti melihat ada sesuatu yang di pikirkan Sehun tapi dia tidak tau apa. Sehun pun turun ke bawah untuk berenang. Monika sudah menghabiskan makannya, dia pun merebahkan dirinya di tempat tidur. Di nyalakan tv untuk menghilangkan kebosanan. Monika pun terhanyut dengan acara di tv. Sehun menikmati renangnya tanpa perduli pada tatapan para wanita di sana yang kagum akan tubuh dan wajahnya. Di pikirannya hanya ada tubuh istrinya di mana sebentar lagi dia akan menikmatinya. Tiba-tiba seorang wanita sedang berenang kakinya keram. Dia tenggelam tidak jauh dari Sehun. Tanpa menunda Sehun pun menolongnya. Di tariknya wanita itu ke pinggir kolam dan diangkatnya ke atas. Teman-temannya panik.
"Tenang, saya dokter. Biar saya lihat keadaannya." kata Sehun cepat. Mereka pun terdiam dan membiarkan Sehun beraksi. Sehun membantu wanita itu untuk mengeluarkan air yang di minumnya. Tidak lama air itu pun keluar dan wanita itu terbatuk-batuk.
"Anda tidak apa-apa?" tanya Sehun pada wanita itu. Yang di tanya terpana. Di depannya tampak pria tampan yang sedang menatapnya.
"Baiklah, lain kali hati-hati." kata Sehun lalu bangkit berdiri. Dia melangkah untuk kembali ke kamar hotelnya. Wanita itu pun di bantu temannya untuk juga kembali ke kamarnya. Sehun masuk melihat Monika tengah santai menonton acara kuliner. Waktunya tepat nih, Sehun sudah tidak sabar lagi. Dia masuk ke kamar mandi membasuh tubuhnya. Lalu keluar lagi dengan hanya mengenakan handuk. Dia pun menghampiri Monika yang tengah serius melihat seorang artis tengah memasak.
"Nonton apa sayang?" Sehun melepas handuknya dan masuk ke dalam selimut.
__ADS_1
"Masak." jawab Monika, dia belum sadar pada apa yang di lakukan Sehun. Karena gemas istrinya tidak memperhatikannya, Sehun mulai mencium pipi Monika. Lalu bibir Monika dan Sehun tidak melepaskannya lagi. Tangannya memposisikan tubuh Monika agar pas untuk adegan yang di inginkannya. Monika terkejut, Sehun datang-datang sudah merayunya. Tapi ini kan memang bulan madu. Maka Monika pun menyerahkan diri. Kali ini Sehun tidak membuat istrinya sampai terkapar. Dia kasihan pada Monika. Lagi pula waktu mereka masih banyak. Sehun memenuhi janjinya dengan memberi tanda cinta di tempat yang tersembunyi. Puas dengan aksinya Sehun memandikan Monika.
"Kita makan malam di luar ya sayang." kata Sehun yang telah selesai dengan tugasnya. Monika keluar sedangkan Sehun langsung menyibukkan diri di bawah shower. Monika masih mengenakan mantel mandinya, dia akan mengambilkan baju untuk Sehun dan dirinya sendiri ketika bel kamarnya berbunyi. Monika menghampiri pintu dan membukanya. Tampak seorang wanita dengan baju seksi menatapnya terkejut.
"Cari siapa?" tanya Monika heran, dia tidak merasa mengenal wanita itu. Belum sempat wanita itu menjawab Sehun keluar dari kamar mandi hanya dengan handuknya.
"Sayang, bajuku mana?" tanya Sehun pada Monika.
"Sebentar." jawab Monika. Sehun masih menanti Monika di tepi tempat tidur.
"Mbak cari siapa?" tanya Monika tidak sabar, karena sedari tadi wanita itu tidak menjawab. Mata wanita itu mengintip ke dalam, benar itu pria yang tadi menolongnya. Tapi dia kira pria itu sendirian di kamar hotelnya.
"Maaf, tadi ada yang menolong saya di kolam renang. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih karena tadi tidak sempat." wanita itu berkata dengan gugup.
__ADS_1
"Maksud mbak suami saya?" tanya Monika curiga dengan maksud wanita itu.
"Jadi itu suaminya, maaf saya tidak tau. Ini ada sesuatu untuk membalas kebaikan suaminya." wanita itu menyodorkan bingkisan pada Monika. Dia pun menerimanya.