Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
65. Trisia vs Melani


__ADS_3

Armando mengunjungi Melani secara berkala. Hal itu di katakannya pada Trisia. Walaupun hatinya sakit tapi Trisia harus menerimanya. Dia sadar bagi Armando hanya Melani yang berhak atas dirinya, sedang Trisia hanya status. Trisia merasa dari bertunangan hingga menikah nasibnya tetap sama. Tidak bisa memiliki Armando. Sikap Armando pada Trisia pun tetap sama. Tidak melihat cinta yang di milikinya. Pulang ke rumah pun Armando tidak tidur bersamanya. Armando tidur di kamar terpisah. Trisia melayani Armando jika di rumah hanya sebatas memasak, menyediakan bajunya atau membuatkan kopi. Armando hanya mengucapkan terima kasih, tidak ada yang lain. Yang awalnya Trisia merasa sudah maju satu langkah, tampaknya tidak begitu. Pernah Trisia mencoba menahan Armando agar tidak pergi bertemu Melani yang di dapat justru sakit hati.


"Aku menikah denganmu karena keinginan Melani. Jadi jika Melani ingin aku menceraikanmu saat ini juga, pasti akan ku lakukan." kata Armando tajam pada Trisia. Sejak saat itu Trisia tidak pernah menahan Armando lagi bertemu Melani. Hari ini Armando menjemput Trisia di tempat syuting. Mereka akan makan malam bersama keluarga Kamajaya. Tiba di sana Trisia masih melakukan adegan bersama Rion. Armando mengamatinya, adegan itu terlalu mesra.


"Sudah berapa episode?" tanya Armando pada seorang kru.


"Banyak pak, hampir Dea ratus episode." jawab kru itu. Berarti sudah lama mereka syuting. Awalnya Armando senang lawan main Trisia adalah Rion. Tapi melihat adegan hari ini Armando jadi ragu. Pantas saja Mauren tidak suka dan khawatir. Armando pun membahasnya pada perjalanan mereka di mobil.


"Trisia kamu benar suka berakting di film ini?" tanya Armando sinis.


"Iya kenapa? Ratingnya filmnya tinggi." jawab Trisia bangga.


"Baiklah jika kamu suka. Tapi aku ingatkan ya, jangan sampai ada skandal. Jika kamu ingin menjalin hubungan dengan Rion, tolong lakukan setelah kau berpisah denganku." kata Armando tegas. Tadinya Trisia berpikir Armando cemburu. Tapi ternyata Armando mengingatkan tentang status. Trisia jadi merasa status ini seperti titipan saja. Harus di jaga dan satu saat harus di kembalikan.


"Kamu jangan sakit hati, karena ini kamu yang mau." kata Armando lagi. Dia mengira Trisia sakit hati karena Trisia diam saja. Mengapa Armando semakin tajam saja, batin Trisia. Bukan semakin melunak. Apa karena dia memaksakan kehendaknya. Kalau saja Armando tidak mengenal Melani, mungkin dia satu-satunya wanita dalam kehidupan cinta Armando. Mereka tiba di rumah keluarga Kamajaya. Sudah ada Arleta dan Restandi di sana. Di depan Mauren sikap Armando pada Trisia tetap sama. Hal itu membuat Mauren kesal. Mungkin butuh waktu pikirnya. Mereka pun makan malam bersama. Setelah makan malam Mauren mengajak Trisia mengobrol, ingin tau sejauh apa hubungan putra dan menantunya. Arleta memilih bicara pada papanya, karena jarang di temuinya. Armando yang mengetahui Restandi sedang membangun sebuah rumah sakit menggunakan kesempatan ini untuk melobynya.


"Bagaimana kabarmu setelah memiliki dua istri?" tanya Restandi pada Armando.


"Orang lain mungkin suka, tapi aku tidak." tegas Armando. Restandi juga tidak menyukai hal itu.

__ADS_1


"Tapi Melani tidak marah kan?" Restandi ingat Sofi ketika tau Nikolas memiliki istri yang lain. Armando pun menjelaskan semuanya pada Restandi.


"Aku akan buktikan pada mama jika istri yang dia pilihkan tidak cocok untukku." jelas Armando. Restandi jadi paham sekarang, alasan Armando menikah lagi.


"Aku akan mendukungmu dan Melani." kata Restandi sambil menepuk bahu Armando. Restandi tidak suka wanita yang suka memaksakan keinginannya. Dia melihat Trisia sosok seperti itu. Tapi Restandi yakin, bagi Armando sangat mudah menyingkirkan wanita yang seperti itu.


"Aku dengar kau membangun sebuah rumah sakit. Jangan lupa padaku." kata Armando merayu Restandi.


"Tenang, kita kan keluarga. Jangan ada bisnis di antara kita." kata Restandi menggoda kakak iparnya.


"Brengsek, aku kira kau akan bilang pasti ada bisnis." Armando pura-pura akan meninju Restandi.


"Sayang, kita pulang yuk. Kamu kan harus istirahat." kata Restandi pada Arleta. Istrinya pun menurut, mereka pamit pulang. Armando juga memutuskan untuk pulang. Dia malas berbicara dengan mamanya. Di perjalanan Armando teringat panggilan Restandi pada Arleta tadi.


"Kamu dulu kan suka panggil aku sayang." kata Armando pada Trisia. Gadis itu memanggilnya sayang walau mereka tidak ada ikatan apa pun. Hal itu berhenti ketika Trisia membuat Melani kecelakaan.


"Memang kamu mau di panggil sayang?" tanya Trisia heran. Armando sekarang tidak seakrab dulu dengannya. Sejak mencintai Melani Armando menunjukan batasannya.


"Maafkan aku, tidak bisa menjadi sayangmu." kata Armando lagi. Maksud Armando dia tidak bisa mencintai Trisia. Ternyata kecantikan atau kesempurnaan tidak bisa menjamin mendapatkan cinta dari orang yang Trisia cintai. Cinta memang tidak bisa di paksakan.

__ADS_1


"Kamu tidur di rumah kan?" tanya Trisia lembut.


"Hm." Armando menjawab singkat sambil mengangguk.


"Besok aku buatkan sarapan ya." kata Trisia lagi.


"Terserah." jawab Armando santai. Trisia sudah puas dengan jawaban itu. Selama di rumah Armando tidak pernah protes sarapan apapun yang dia buat. Sepertinya Armando menghargai upayanya. Tiba di rumah Armando langsung masuk ke kamarnya dan tidak keluar lagi. Trisia sudah paham sikap Armando yang seperti ini. Pagi-pagi Armando sudah rapih akan ke kantor. Trisia sudah membuatkan sarapan. Mereka pun sarapan bersama.


"Kamu mau aku antar ke lokasi syuting?" tanya Armando pada Trisia. Tawaran yang menarik, dia bisa bersama Armando.


"Aku siap-siap dulu ya." Trisia beranjak ke kamarnya. Di lokasi syuting kemarin banyak yang memuji Trisia karena memiliki suami tampan dan kaya. Mereka tidak tau Trisia hanya istri kedua dan tidak ada dirinya didalam hati Armando.


"Aku akan menengok Melani beberapa hari lagi." kata Armando pada Trisia. Mereka di perjalanan mengantar Trisia. Hati Trisia selalu perih bila Armando berkata seperti itu. Bagaimana perasaan Melani ya, mengetahui Armando tinggal bersamanya. Karena Trisia tidak mengatakan apa-apa Armando pun tidak membahasnya lagi. Tiba di lokasi syuting Trisia bersiap untuk turun.


"Nanti malam pulang ke rumah Ar?" tanya Trisia pada Armando. Dia berharap jawabannya iya.


"Aku belum tau." jawab Armando datar.


"Ya sudah, terima kasih." Trisia kecewa. Armando ingin mengejar pekerjaannya dulu karena dia akan pergi menengok Melani. Dia belum tau pekerjaannya selesai pukul berapa, lalu pulang ke apartemen lebih dekat di banding pulang ke rumah. Tapi Armando bukan orang yang suka repot menjelaskan.

__ADS_1


__ADS_2