
"Tenang pak, segelnya masih utuh." kata Sehun pada Heru. Sehun melihat kecurigaan Heru.
"Tapi segelnya sebentar lagi kadaluarsa." kata Heru tegas. Artinya mungkin sebentar lagi ijin untuk Monika ke apartemen Sehun tidak berlaku lagi. Selama ini Sehun cukup menghormati Heru. Itu yang membuat Sehun tidak memaksa Monika. Sehun menjadi kesal di dalam hatinya. Dia mengungkapkan kekesalannya pada Restandi.
"Untuk pernikahan sendiri sebetulnya apa yang menahanmu?" tanya Restandi. Dia paham sahabatnya ini sedang bergelora
"Aku ingin menikah ketika urusanku sudah selesai." yang Sehun maksud adalah rumah sakitnya yang belum selesai. Perhatiannya masih terbagi.
"Tapi kalau seperti ini kau akan lepas kendali." Restandi tau Sehun cukup keras kepala. Sehun ingin melangsungkan pernikahan ketika urusannya sudah beres, dia bisa bulan madu dan menikmati pernikahannya. Tapi pertemuannya dengan Monika juga intens dan Sehun tidak mau menguranginya. Hal ini yang membuat Sehun sesak.
"Lalu usulmu apa?" tanya Sehun bingung.
"Bicarakan acara pernikahan seperti apa yang keluargamu, keluarga Monika serta Monika sendiri inginkan. Jika mereka ingin perhelatan besar, kau bisa melakukan pernikahan sederhana untuk sementara. Setelah kau siap bisa mengadakan pesta di kemudian hari." usul Restandi.
__ADS_1
"Kau sepertinya tidak mengalami sepertiku ya?" komentar Sehun.
"Aku dan Arleta tidak dalam keadaan jatuh cinta ketika bertunangan dan menjalin hubungan. Aku mempercepat pernikahan karena sosok masa lalu Arleta yang terus mengganggunya." Restandi menginginkan tubuh Arleta ketika Arleta sudah jadi istrinya. Bisa di katakan pernikahan mereka menyenangkan. Sehun memperhatikan Restandi saat ini. Di ingat-ingatnya ketika Restandi masih menjalin hubungan. Restandi mementingkan Arleta. Walau dia tidak mengabaikan pekerjaannya tapi Arleta nomer satu dalam hidupnya. Sehun ragu apakah dia bisa berlaku seperti itu. Dengan ambisinya saat ini rasanya tidak mungkin. Tapi Monika tampaknya mengerti. Sehun tidak mau kehilangan Monika.
"Mungkin kau benar. Aku juga tidak mau main kucing-kucingan dengan calon mertuaku." kata Sehun kemudian. Restandi dan Sehun mengakhiri pembicaraan mereka. Cukup lama mereka bicara. Dari hotel, rumah sakit sampai Monika. Sehun pun pulang bersama Monika dan Rani. Sehun akan mengantar mereka pulang. Sedang Restandi akan menjemput Arleta yang sedang bertemu Revita dan Arlan di cafe langganan mereka. Restandi datang ketika Revita menyerahkan undangan pernikahan.
"Wah ini benar Vita?"tanya Arleta tidak percaya. Arleta memperlihatkan undangan itu pada Restandi. Mereka membaca undangan itu bersama.
"Kami sudah sepakat untuk hidup bersama." kata Arlan.
"Lalu apa yang bisa kami bantu?" tanya Restandi dengan senang hati.
"Kami buat daftar hadiah yang kami butuhkan. Karena rumah pasti butuh isinya kan?" kata Revita sambil menyerahkan daftar yang di buatnya.
__ADS_1
"Bagus dong, hadiahnya jadi tidak percuma." Arleta memperlihatkan daftar itu pada Restandi, meminta pertimbangan hadiah apa yang akan mereka berikan. Restandi memperhatikan daftar itu.
"Aku akan pilih satu lalu Arleta juga akan pilih sendiri." pengaturan Restandi bukan saja membuat Arleta senang tapi juga Arlan dan Revita.
"Terima kasih bro, atas pengertian dan kemurahan hatimu. Tapi di pastikan datang ya." kata Arlan pada Restandi. Arlan ingat Restandi tidak menghadiri pertunangannya.
"Pasti kami akan datang." Restandi memastikan. Ada kemuraman dalam hatinya. Pernikahan Revita pasti di hadiri Kevin. Entah mengapa sampai saat ini Restandi belum bisa menghalau Kevin dari sudut hati dan pikirannya. Revita bertindak cerdik kali ini. Dia mengedarkan liatnya pada keluarganya. Tapi khusus Kevin dia meminta secara langsung. Kevin memandang sayang pada adiknya. Tapi pasti di luluskannya permintaan adiknya. Ada perasaan sedih di hatinya. Di rumah akan semakin sepi tanpa Revita. Tapi Kevin berharap Revita bahagia. Di malam pernikahan Arlan dan Revita. mata Kevin terus mengikuti Arleta. Hal yang di benci Restandi, namun dia tidak dapat berbuat apa-apa. Arleta tampak cantik walau berperut besar. Dia merasakan kebahagiaan Revita sahabatnya. Mereka berfoto bersama. Acara itu sederhana namun bermakna. Arleta sebenarnya masih ingin berada di sana. Namun dia merasa canggung dengan keluarga Revita. Keluarga dari masa lalunya. Restandi mengajak Arleta pulang dengan alasan kehamilannya yang sudah semakin besar, namu sebenarnya dia tidak suka tatapan Kevin pada istrinya. Mereka pun pulang. Melihat Arleta yang bahagia Kevin pun memikirkan hidupnya. Apalagi teringat Melani yang juga bahagia. Dia mantannya dapat hidup dengan baik membuat Kevin kesal. Dia pun memutuskan untuk mencari istri. Berharap wanita yang di nikahinya bisa mengalihkan hatinya dari Arleta. Masalahnya sekarang mencarinya di mana? Selama ini dia selalu mengacuhkan wanita yang menyukainya. Riana sudah tidak mau menjodohkan Kevin lagi. Tapi Kevin juga tidak mau di jodohkan. Saat ini dia ingin memilih sendiri istrinya. Sejak saat itu Kevin mulai memperhatikan wanita di sekelilingnya.
Rion tengah menatap Trisia lekat. Di kaguminya wajah cantik yang menghiasi mimpinya. Saat ini mereka tengah syuting di luar kota. Karena hujan dan pengambilan gambar belum selesai mereka pun menginap. Rion di tempatkan di sebuah kamar di sebelah kamar Trisia. Karena tempatnya lebih jauh dari para kru, mereka hanya berdua. Duduk di teras kamar dengan makan malam yang sudah mereka habiskan. Jono yang mengantar Rion entah ke mana. Asisten Trisia tengah tidur di kamarnya karena lelah. Trisia terdiam sedari tadi menatap hujan deras yang turun. Sejak Armando menolaknya Trisia menjadi pendiam dan murung. Walaupun Trisia sadar pernikahannya sebenarnya seperti apa, namun hatinya merasa suaminya telah menolaknya. Selama ini Armando bersikap acuh dan jarang pulang Trisia masih bisa menerimanya. Tapi ketika Armando menolak haknya sebagai suami Trisia merasa tertampar. Hatinya terluka jauh lebih dalam. Lalu peringatan Armando tentang kepulangan Melani membuat Trisia merasa upayanya selama ini sia-sia. Jika boleh memilih Trisia ingin bisa melupakan Armando. Tapi tidak semudah itu.
"Kamu mikirin apa sayang?" tanya Rion pada Trisia. Kesal dia sedari tadi di acuhkan gadis cantik ini. Lamunan Trisia buyar. Dia pun menatap Rion.
"Aku bukan sayang kamu." kata Trisia malas. Dia tau Rion terus mengejarnya.
__ADS_1
"Memangnya ada yang memanggilmu sayang selain aku?" tanya Rion mengejek. Armando tidak mungkin memanggil istrinya yang ini dengan kata sayang. Trisia terdiam. Rion bangkit dan duduk di sebelah Trisia. Gadis itu masih terdiam.
"Memangnya sampai kapan kau ingin hidup bersamanya?" tanya Rion lembut. Trisia tertegun mendengar pertanyaan Rion itu.