
Mereka menuju restauran Padang langganan keluarga. Yang di beli hanya rendang karena Arleta inginnya hanya itu. Arleta tetap di mobil ketika Restandi turun dan membelinya. Ketika mau pulang Arleta bertanya lagi.
"Rest boleh tidak mampir ke toko kue?"tanya Arleta manis.
"Boleh, kita mampir sebentar." karena ini anak yang di harapkan Restandi maka dia memanjakan Arleta. Mereka tiba di toko kue.
"Kamu mau turun?" Restandi lebih suka Arleta melihat sendiri ke dalam toko. Walaupun mungkin yang di belinya cuma Red Velvet.
"Iya aku mau turun." Arleta turun perlahan di dampingi Restandi. Tapi tubuhnya sehat saat itu, tidak merasa pusing. Di dalam Arleta melihat-lihat dan yang di pilihnya membuat Restandi tercengang. Tiramisu, bukan Red Velvet.
"Sayang, kamu benar pilih yang itu? Tiramisu?" tanya Restandi heran.
"Iya." jawab Arleta singkat. Bukan hanya Restandi yang bingung, pelayan toko kue juga heran.
"Ini untuk bu Arleta?" tanya pelayan itu.
"Iya mbak, saya lagi pingin Tiramisu." Arleta tetap pada pilihannya. Restandi tertawa pelan. Istri hamil memang suka bikin suami bingung. Betul-betul Arleta tidak menyentuh Red Velvet dan membawa Tiramisu pulang. Untung saja Arleta turun, jangan-jangan kalau di belikan Red Velvet tidak akan di sentuh olehnya. Tiba di rumah Restandi dan Arleta langsung ke ruang makan. Arleta menaruh dus kuenya di meja makan, dia fokus pada rendangnya. Arleta mengambil nasi dan membuka rendangnya. Dia duduk di meja makan dan Restandi duduk di sebelahnya. Di perhatikannya Arleta yang sedang mengaduk nasi dan bumbu rendang. Rion datang dan duduk di hadapan Arleta. Dia penasaran dengan apa yang Arleta lakukan.
"Nyonya Gutama, kamu tidak salah. Makanmu banyak sekali. Bayimu dua?" tanya Rion iseng melihat nasi yang Arleta ambil banyak.
"Iya dua." jawab Arleta kalem.
"Hah, bayimu kembar?" Rion terkejut, baru tau kabar ini. Arleta tetap tenang. Dia memotong rendang , menyendok ya dengan nasi lalu menyodorkannya pada Restandi. Tentu saja Restandi tidak menolak, dia lapar. Dia pun menyambut suapan Arleta. Setelah itu Arleta menatap Rion.
"Bayinya dua." Arleta mengacungkan jarinya dua. Lalu menyendok nasi untuk dirinya makan. Rion melihat itu jadi kesal.
"Oh, bayinya dua." katanya jengkel. Restandi tertawa melihat Rion dan Arleta. Ternyata Arleta mengambil nasi banyak untuk dia dan Restandi makan. Tentu saja Restandi senang, lagi lapar di suapi istri. Datang Nikolas sambil menggendong Alrest. Dia melihat Arleta menyuapi Restandi.
__ADS_1
"Bayinya besar juga ya." komentar Nikolas menyindir Restandi. Rion tertawa. Restandi cemberut. Tapi Arleta menghiburnya dengan menepuk tangannya. Restandi pun makan lagi.
"Leta kamu makan apa nak?" tanya Nikolas ingin tau.
"Rendang pa. Papa mau? Restandi beli banyak ko." Arleta menunjuk rendang yang ada di piring dekat dengannya.
"Papa mau deh. Sofiiii." Nikolas memanggil istrinya. Sofi datang dari dapur.
"Aku mau yang seperti Leta. Suapi aku." kata Nikolas pada Sofi. Dia lalu duduk dan menanti.
"Ya sudah, sebentar." Sofi setuju karena melihat Nikolas menggendong Alrest. Melihat itu Rion pun juga ingin.
"Trisia sayang." Rion memanggil istrinya. Restandi tertawa.
"Arleta sayang, kamu bikin trend baru di keluarga Gutama." kata Restandi berbisik di telinga Arleta.
"Arleta, kamu makan kuenya? Apa tidak terlalu banyak? itu manis sayang." kata Restandi sambil menarik Arleta duduk di pangkuannya. Arleta harus di hukum nih.
"Tadi Trisia lihat aku punya kue. Rupanya dia suka Tiramisu jadi aku bagi separuh. Aku saja yang pingin belum makan." kata Arleta kesal.
"Kenapa belum makan?" tanya Restandi.
"Dedenya kenyang sama rendang." Arleta mengusap perutnya. Restandi mencium pipi Arleta.
"Nanti kalau mau kuenya bilang ya, aku yang siapin." kata Restandi sambil mencium lagi pipi Arleta.
"Aku mau nonton dulu ya sebentar, ada talkshow yang aku ingin lihat." Arleta bangkit dari pangkuan Restandi menuju sofa. Restandi membiarkan istrinya berlalu. Dia menuju meja kerjanya. Ada beberapa laporan yang harus dia baca. Arleta masih asik menonton dan kadang tertawa. Restandi yang sudah selesai dengan laporannya mengambilkan kue untuk istrinya.
__ADS_1
"Sayang, makan dulu kuenya." Restandi duduk di sebelah Arleta dan menyuapinya. Arleta menyambut suapan Restandi sambil masih menonton. Restandi jadi ikut tertawa melihat pembawa acara yang lucu.
"Rasanya tidak seenak Red Velvet." kata Arleta kemudian. Restandi tersenyum, ternyata Arleta tetap cinta Red Velvet.
"Mau aku belikan besok sepulang dari rumah sakit?" tanya Restandi lembut.
"Tapi yang ini masih banyak." jawab Arleta ragu. Tapi dari matanya Restandi tau Arleta mau.
"Bawakan saja untuk bekalku besok." Restandi asal bicara. Dia tidak suka manis. Tapi kalau sudah sampai di rumah sakit bisa siapa saja dia berikan kue itu.
"Baiklah besok aku siapkan." kata Arleta senang. Besoknya Restandi mampir ke rumah sakit Sentosa 2. Sehun tidak ada kabarnya sejak kemarin. Entah apa yang di lakukan pria itu. Tujuan Restandi ke sini selain bertemu Sehun juga mencari Eva. Tidak sulit mencari perawat senior itu.
"Eva, ini untukmu." kata Restandi menyerahkan box yang di bawakan Arleta. Eva dengan bingung membukanya. Dia terkejut dan terharu.
"Dok, betapa saya merindukan ini. Terima kasih ya dok." mata Eva berkaca-kaca.
"Terima kasihnya pada istri saya, Dia yang kasih itu." kata Restandi sambil berlalu. Kue itu Restandi anggap sebagai penghiburan buat Eva yang kesal pada Sehun. Ini juga yang akan di bicarakan Restandi pada Sehun. Restandi mengetuk pintu ruangan Sehun, lalu membukanya dan masuk.
"Loh, kamu tidak sibuk hari ini?" Sehun terkejut melihat Restandi datang. Monika tampak membuat kopi untuk suaminya.
"Mau kopi dok?" tanya Monika ramah.
"Tidak perlu Monika, saya tidak lama." Restandi menolak. Restandi duduk di hadapan Sehun.
"Kau sudah bicara dengan Armando?" tanya Restandi langsung pada sasaran. Sehun pun menceritakan pembicaraannya dengan Armando.
"Kalau begitu kita tunggu kabarnya saja. Aku bertemu Anugerah, menurutnya di sini masih membutuhkan dokter ahli." Restandi membicarakan poin kedua dari maksud kedatangannya.
__ADS_1
"Itu betul." jawab Sehun.