Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
121. Pernikahan Kevin


__ADS_3

Orangtua Khanza bersyukur gadis itu menemukan sosok yang tepat. Maka Kevin pun mendapat restu. Mereka makan malam sambil berbincang dengan seru. Kesepakatan pun di dapat. Keluarga Kevin akan datang untuk melamar Khanza. Makan malam pun berakhir dengan memuaskan. Romy dan Nesa pulang bersama supir mereka. Khanza pulang bersama Kevin. Di perjalanan pulang Kevin menggenggam tangan Khanza. Mereka cukup puas orangtua Khanza bisa menerima keinginan mereka.


"Abang pasti lega ya." kata Khanza yang melihat Kevin tersenyum senang.


"Pasti dong. Aku sudah tidak sabar melewati ini semua." Kevin ingin cepat-cepat Khanza menjadi istrinya.


"Benar yang Abang bilang sama kak Revan, aku tidak perlu beres-beres rumah?" Khanza masih rancu dengan kegiatannya nanti sebagai istri Kevin.


"Khanza kamu kan pendamping aku bukan asisten rumah tangga aku. Kamu boleh tetap kerja di kantor sama aku." Kevin lebih suka Khanza tetap bersamanya di kantor. Khanza sendiri lebih menyukai dunia kerja di banding mengurus rumah tangga. Karena dia merasa masih muda. Menikah juga karena Abang Kevinnya yang ingin cepat-cepat.


"Kamu sudah punya gambaran rumah kita ingin di dekor seperti apa? Karena aku ingin kita segera menempati rumah itu." kata Kevin lagi. Khanza jadi bersemangat. Karena ingin melihat-lihat dekor yang di inginkannya Khanza memilih pulang dan berdiam di apartemennya. Kevin kecewa, tadinya dia ingin menghabiskan waktu bersama Khanza. Akhirnya Kevin memutuskan untuk pulang dan bicara pada orangtuanya tentang rencana melamar Khanza. Riana menitipkan air mata melihat putranya akan menikah. Mereka menyukai Khanza dan percaya pada keputusan Kevin. Pasti Kevin sudah mempertimbangkan dengan baik karena putranya tidak mudah membuka hati untuk wanita. Kevin meminta hanya dia dan orangtuanya saja yang datang melamar. Acaranya jadi lebih pribadi. Di pihak Khanza pun hanya gadis itu dan orangtuanya. Maka lamaran pun di laksanakan. Kevin memberi mas kawin rumah yang sudah di belinya beserta perhiasan. Karena Kevin dan Khanza sudah sepakat pernikahan pun di tetapkan sebulan kemudian. Kevin memperkirakan rumah sudah dapat di huni dalam waktu satu bulan. Aira terkejut adiknya akan menikah. Dia tidak menyangka Khanza yang susah di atur di lamar lebih dulu. Tapi memang dia akui adiknya cantik. Apa lagi melihat perubahan Khanza, Aira tidak ragu sosok yang merubah Khanza ingin segera memiliki adiknya. Undangan pernikahan pun di bagikan. Salah satu ada di tangan Restandi. Kevin menghargai suami mantannya dengan mengirim undangan pada Restandi di rumah sakit. Kevin berharap Restandi tidak memusuhinya lagi karena sekarang dia punya pilihan hatinya. Restandi merasa lega menerima undangan itu. Dia tau Kevin tidak mungkin menikah tanpa alasan kuat. Restandi pun memberikan undangan itu pada Arleta. Tanggapan Arleta biasa saja, karena dia memang sudah melupakan Kevin. Arleta menyerahkan pada Restandi untuk datang atau tidak. Jika Restandi mau mereka akan menghadirinya. Restandi pun memutuskan datang karena menghargai Revita sebagai sahabat mereka. Pesta pernikahan yang meriah, karena yang menikah pimpinan perusahaan keluarga Monta. Rangga pun pulang dan sedikit kesal. Karena sekarang dia di desak untuk menikah. Demikian juga dengan Aira. Karena pernikahan Khanza maka Aira menjadi sorotan karena masih sendiri. Rangga dan Aira pun menjadi dekat karena status mereka yang sama. Malam ini berkumpulah Aira, Anugrah, Norman, Claudio dan Larasati para asisten Restandi. Aira mengundang rekan-rekannya, walau dia dan Anugrah telah pindah ke rumah sakit yang baru. Persahabatan mereka tetap terjalin.


"Hai Aira, kebahagiaan adikmu menjadi penderitaanmu." kata Larasati pada Aira, karena keluarga Aira pasti menantikan pasangan Aira.

__ADS_1


"Betul itu. Aku harus melarikan diri dari keluargaku. Karena sekarang orangtuaku akan tetap di rumah karena Khanza sudah menikah." ya sosok Khanza sudah tidak merepotkan keluarganya lagi. Karena Khanza sudah berubah. Apa lagi sekarang Khanza sudah menjadi tanggung jawab Kevin. Aira pun memutuskan menempati apartemen Khanza, agar lepas dari rongrongan orangtuanya untuk segera mencari pasangan. Karena Khanza sekarang menempati rumah barunya bersama Kevin. Rumah yang sudah di dekor sesuai keinginan Khanza tersebut memang indah. Kevin cukup puas dengan selera dan pilihan Khanza. Apa lagi dia menempatinya dengan gadis pilihannya.


Armando datang ke rumah keluarga setelah di panggil oleh Mauren. Sekarang Armando tidak akan pulang jika tidak di panggil. Mauren merindukan putra dan cucunya. Armando pun menemui Mauren.


"Di mana Melody Ar. Kau tidak membawanya?" tanya Mauren yang tidak tau Melody sudah menghilang.


"Melody di bawa kabur nannynya ma." jawab Armando jujur. Walaupun dia duduk santai di sofa, tapi wajahnya kesal luar biasa.


"Di bawa kabur ke Amerika." jawab Armando lagi. Mauren pun tertawa lepas. Frans dan Armando sampai bingung melihatnya.


"Makanya kalau ambil Melody itu sama nannynya sekaligus." kata Mauren kemudian.


"Loh kemarin kan begitu, tapi di bawa lagi pulang." protes Armando.

__ADS_1


"Begini Ar maksud mama, kalau kamu mau ambil Melody kamu harus menikahi nannynya. Kamu dapat Melody juga kamu tidak bingung siapa yang akan mengurus putrimu." jelas Mauren.


"Maksud mama aku harus menikahi Avery?" Armando menegaskan. Mauren mengangguk antusias, tapi dia tidak memaksa. Armando terdiam. Masak dia harus menikah lagi. Hatinya saja masih belum sembuh.


"Apa Avery mau sama putramu yang buluk itu?" tanya Frans menggoda Armando. Sebenarnya dia kasihan pada putranya.


"Ya di tanya saja pada Avery, dia pasti tau tidak mungkin terus memiliki Melody." kata Mauren.


"Memangnya mama setuju jika aku menikahi Avery?" tanya Armando ingin tau.


"Mama setuju saja pilihan kamu, apa lagi jika dia sayang pada Melody." Mauren mencoba bijaksana.


"Aku pikirkan dulu ya ma. Ini bukan hal yang mudah buat aku." Armando merasa dua pernikahan sudah cukup. Selama beberapa hari Armando memikirkannya. Dia rindu pada Melody tapi pekerjaannya sangat banyak saat ini. Armando belum bisa berangkat ke Amerika menjemput Melody kembali. Avery telah memblokir telponnya. Gadis itu khawatir Armando marah padanya dan memintanya membawa Melody kembali ke Indonesia. Jadi Armando tetap harus ke Amerika menjemput putrinya. Akhirnya Armando berangkat juga. Menuntaskan masalahnya dengan Avery. Datang ke Amerika yang pertama Armando lakukan adalah mengunjungi makam Melani. Wanita yang masih di rindukannya. Di makam Melani Armando melihat rangkaian mawar putih. Armando tersenyum. Tampaknya pemuda itu sudah bebas. Semoga hidupnya baik-baik saja tanpa terus merasa bersalah. Menurut Armando pemuda itu sudah menebus kesalahannya. Armando pun beranjak pergi. Dia menuju ke rumah keluarga Cody. Seperti dugaannya, dia tidak dapat bertemu Melody. Avery yang menghalanginya.

__ADS_1


__ADS_2