
"Tidak ada. Aku kan cuma mau menolong dia, tidak punya maksud untuk mencampuri urusannya." jawab Arleta. Restandi masih belum puas dengan jawaban itu.
"Arleta dia pernah merusak hubunganmu dengan Kevin. Tapi kamu masih khawatir sama dia." Restandi bingung di buatnya.
"Itu kan dulu, aku tidak merasa dendam dengan dia. Lagi pula Kevin juga yang salah harusnya tidak tergoda. Aku juga merasa simpati saja, karena dia dengan kakak pasti hubungannya tidak mudah." kata Arleta. Dari sini Restandi sadar jika Arleta sudah tau hubungan antara Armando dan Melani, entah dari mana.
"Kamu mau cerita pada Armando tentang ini?" Restandi bertanya. Arleta menggelengkan kepalanya.
"Tidak perlu. Bukan urusan aku." jawab Arleta singkat. Restandi jadi mengerti, Arleta hanya sekedar menolong karena memang di butuhkan tidak perduli orangnya siapa.
"Jangan seperti ini lagi ya sayang. Jangan libatkan dirimu dengan hal-hal yang berbahaya." Restandi berkata sambil memeluk Arleta. Dia menyayangkan mengapa harus Arleta yang melihat itu.
"Iya aku janji." kata Arleta menenangkan Restandi. Dia juga takut sebenarnya, hatinya baru tenang setelah Restandi memeluknya.
"Kenapa kamu tidak telpon aku?" tanya Restandi, masih memeluk Arleta.
"Tidak terpikir karena cemas dan bingung." Arleta jujur dengan jawabannya.
__ADS_1
"Sekarang kamu telpon Revita, kadih tau jika kamu baik-baik saja." Restandi melepas pelukannya. Arleta baru tersadar bahwa Restandi benar. Selagi Arleta menghubungi Revita, Restandi menuangkan teh hangat untuk istrinya.
"Lain kali kalau pergi suaminya di bawa non, jangan di tinggal di rumah." Restandi berkata sambil menyodorkan teh pada istrinya. Perkataan Restandi bagi Arleta menjadi teguran. Suami di rumah istrinya malah pergi ke mal bersama temannya.
Melani sekarang belajar menyembunyikan perasaannya. Walau dia kecewa pada Armando tapi tidak pernah di perlihatkannya. Armando terlalu sibuk dengan urusannya. Dia memang sudah bertekad untuk mempertahankan Melani, pertunangannya dengan Trisia hanya sandiwara. Armando dan Trisia akan tampil berdua jika di butuhkan. Sampai waktunya tepat nanti Armando akan memutuskan pertunangannya dengan Trisia. Tapi diamnya Armando membuat Melani salah paham, Melani merasa Armando tidak punya pilihan dan harus menuruti Mauren. Itu berarti hubungannya dengan Armando tidak ada masa depan. Lagi pula Mauren tidak suka padanya. Apa lagi jika Mauren tau peristiwa putusnya hubungan Arleta dan Kevin, Melani tidak bisa membayangkan tanggapan Mauren. Melani teringat perkataan Lordy jika Avery mencarinya. Melani sangat ingin bertemu Avery, tapi dia tidak mungkin mengatakan itu pada Armando. Karena dia merahasiakan jati dirinya. Setelah berpikir lama akhirnya Melani memilih Arleta yang akan di hubunginya. Dia tidak punya teman lain dan perasaan hatinya mengatakan Arleta yang paling tepat. Melani pun mengunjungi klinik Arleta dengan alasan akan melakukan perawatan wajah pada Dita. Melani tidak mau di temani ketika bertemu Arleta di ruang kerjanya.
"Aku minta maaf jika aku mengganggumu." kata Melani dengan wajah menyesal.
"Tidak, tapi aku terkejut dengan kefatanganmu." jelas Arleta terkejut, mereka kan bukan teman baik.
"Arleta aku tau mungkin kau tidak suka padaku, tapi apa yang kau lakukan kemarin membuatku paham kau seorang yang baik." Melani berkata tulus.
"Aku pernah membuatmu terluka, sebenarnya aku tidak tau jika Kevin sudah punya kekasih ketika aku mengenalnya dulu. Aku suka padanya, walau aku tidak mencintainya. Aku menggodanya karena kehidupanku yang bebas dan aku seorang diri. Pada waktu aku tau Kevin sudah punya kekasih aku tidak berpisah dengannya karena kulihat Kevin tidak serius denganmu. Dia selalu menghindarimu dan tidak berniat pulang. Jadi aku menilai Kevin tidak mencintaimu. Tapi ternyata aku salah. Kevin sangat mencintaimu. Itu aku lihat ketika aku datang ke sini untuk kembali padanya. Ternyata dia tetap mengharapkanmu walau kau sudah bertunangan. Maaf Arleta aku salah. Saat ini aku menjalin kasih dengan Armando dan aku mencintainya. Tapi mamamu sudah menolakku." kata Melani sedih. Arleta jadi bisa melihat siapa Melani sebenarnya.
"Dengar Melani, aku tidak pernah membencimu. Ada perasaan sakit ketika tau Kevin bersama denganmu. Selama beberapa waktu aku merasa sakit jika ingat itu, tapi aku tidak pernah membencimu. Aku hanya tidak bisa melihat kalian. Tapi itu sudah berlalu. Aku baik-baik saja saat ini. Aku tau hubunganmu dengan kakakku. Tapi aku baru tau mama menolakmu." Arleta jadi bersimpati pada Melani. Dia tau Mauren seperti apa.
"Ya nyonya Mauren menemuiku di rumah sakit. Aku juga tau Armando bertunangan dengan Trisia, itu semakin mempersempit harapanku." Melani merasa kalah.
__ADS_1
"Tapi kalian masih bersama kan, itu artinya kakakku serius denganmu." Arleta tau bagaimana Armando.
"Tapi aku tidak pantas untuknya. Aku lihat Trisia mencintainya dia lebih pantas untuk Armando." kata Melani tulus. Kalau sudah begitu Arleta tidak bisa berbuat apa-apa. Yang harus meyakinkan Melani adalah Armando. Tapi Armando pria keras kepala itu tidak seperti Restandi, yang bisa meyakinkannya walau tanpa cinta. Armando terlalu dingin dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Jadi sekarang apa yang kau inginkan." tanya Arleta.
"Aku dengar dari Lordy kemarin kakakku Avery mencariku. Aku ingin bertemu dengannya. Tapi aku tidak mau Armando tau, nanti dia bertanya tentang Lordy." Melani beralasan pada Arleta.
"Kakakmu mencarimu?" Apa mungkin dia menghubungi Armando, pikir Arleta. Selama ini Armando melindungi Melani dan menyembunyikan gadis itu di apartemennya. Armando memang posesif abis.
"Kau ingin aku mencari tau?" tanya Arleta.
"Kalau kau mau membantuku, aku sangat berterima kasih." kata Melani berharap. Arleta berpikir sejenak.
"Baiklah akan aku lakukan yang aku bisa " jawab Arleta. Melani lega. Dia tidak punya siapa-siapa lagi untuk membantunya. Sepeninggal Melani Arleta berpikir apa yang harus di lakukannya. Lalu siapa yang dapat membantunya. Arleta berpikir jika mencari Melani, mencari kemana? Pasti ke kantor Armando. Lalu mengapa Avery tidak dapat bertemu Melani, mungkin Armando tidak mau Melani bertemu Avery. Sikap posesif kakaknya membuat Arleta jadi bisa mengambil kesimpulan . Arleta memutuskan untuk bertemu Arsen. Mungkin Arsen tau akan hal ini. Arleta pun membuat janji makan siang dengan Arsen.
"Siang mbak Arleta maaf harus menunggu saya." sapa Arsen pada Arleta yang sudah menunggunya di restauran.
__ADS_1
"Iya tidak apa. Kita pesan makanan dulu ya." Arleta tau Arsen pasti sibuk, maka dia tidak mau membuat waktu makan siang pria itu terbuang. Selesai memesan makanan mereka pun mulai bicara.
"Arsen aku mau tanya sesuatu sama kamu. Apa ada yang mencari Melani?" tanya Arleta dengan terus terang.