Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
179. Selingan Manis Di Stasiun TV


__ADS_3

Restandi menduga waktunya terlalu sedikit untuk Alrest. Restandi jadi risau jika itu benar. Bagaimana dengan putrinya nanti. Putri yang sangat dia harapkan dan dia minta pada Arleta. Jika Alris sudah lebih besar tentu menuntut perhatiannya lebih banyak. Restandi harus memikirkannya lebih lanjut. Sambil memperhatikan Alrest, Restandi tiba di tempat kerjanya. Ternyata cukup menyenangkan bisa bersama putranya. Dengan riang Restandi menggendong Alrest ke dalam di ikuti Rina. Para staf dengan heran memandang Restandi karena Alrest. Baru pernah di lihat bos barunya menggendong seorang anak.


"Hei boy, ikut papa kerja nih." sapa Arlan di ruang kerja mereka.


"Iya nih, dari pagi tidak mau di tinggal. Terpaksa di bawa. Sebentar di jemput sama Arleta." Restandi menurunkan Alrest dari gendongannya.


"Main di sini jangan jauh-jauh. Papa kerja dulu. Tolong di awasi ya Rina." Restandi berpesan sebelum membereskan pekerjaan yang sudah di siapkan.


"Sama om yuk." Arlan merentangkan tangannya, dia ingin menggendong Alrest. Dengan langkah malu-malu Alrest menghampiri Arlan.


"Kalau sudah besar mau kerja di sini bantu om Arlan?" tanya Arlan iseng. Alrest mengangguk walau tidak mengerti. Restandi tersenyum mendengar pertanyaan Arlan. Matanya tidak lepas dari berkas pekerjaannya. Membagi waktu antara stasiun TV dan rumah sakit membuatnya sibuk. Tapi keputusannya tidak berubah, dia tetap konsen pada rumah sakit. Karena kedepannya Arlan yang berperan di stasiun TV. Tidak lama kemudian Arlan membiarkan Alrest main sendiri, dia pun terjun pada pekerjaannya. Kedatangan Alrest menarik perhatian, karena anak tampan itu menggemaskan. Rina yang sibuk menjaga Alrest agar tidak di gendong sembarangan, karena banyak yang ingin menggendong Alrest. Arleta segera meluncur ke tempat Restandi dengan mobil Sofi. Tiba di sana Arleta memasuki stasiun TV dengan anggun. Tampilannya menarik perhatian.


"Maaf mbak artis ya?" tanya keamanan di sana pada Arleta.


"Bukan pak, saya bukan artis. Saya istri pak Restandi Gutama. Di mana ya ruangannya?" tanya Arleta ramah.


"Oh istri bapak Restandi, mari saya antar ke ruangan beliau." sang keamanan menatap kagum pada Arleta, dengan sopan dia mengarahkan jalan ke ruang Restandi.


"Ini Bu tempatnya. Bapak Restandi di ruangan bapak Arlan." sang keamanan menerangkan. "Terima kasih pak." kata Arleta ramah, dia mengetuk pintu lalu membukanya. Arleta pun masuk. Sang keamanan berbalik menuju ke luar. Namun beberapa staf kadang mencegatnya. Mereka ingin tau siapa yang di antar tadi.


"Istri pak Gutama." jawabnya sambil berbisik. Para staf mengerti dan tidak mengganggunya lagi.


"Rest." Arleta menyapa pada suaminya yang sibuk dengan berkasnya.


"Loh kamu sudah datang sayang." Restandi kira yang masuk sekertaris Arlan. Ternyata bidadari hatinya.

__ADS_1


"Wah tumben nih nyonya datang." goda Arlan.


"Mau jemput Alrest. Takut ganggu kalian di sini." jawab Arleta yang langsung di tubruk Alrest.


"Mama." Alrest senang melihat Arleta.


"Dia manis ko, tidak nakal " Bela Arlan, itu salah satu sebab dia suka pada Alrest.


"Tunggu sebentar ya sayang, sebentar lagi beres nih." Restandi tidak mau Arleta segera pergi. Arleta pun menunggu sambil bermain dengan Alrest. Trisia dalam perjalanan ke stasiun TV, bukan untuk bertemu Rion. Trisia di titah Sofi menjemput Alrest. Sofi keberatan jika Alrest di bawa bekerja. Pasti anak itu lelah dan tidak bisa istirahat dengan baik. Ketika dia memasuki stasiun TV sang keamanan langsung mengenali Trisia seorang artis.


"Cari siapa mbak?" tanyanya pada Trisia.


"Saya mau ketemu pak Restandi." jawab Trisia.


"Mari saya antar." dengan ramah keamanan itu mengantar Trisia. Hebat pak Gutama, sudah dia wanita cantik mencarinya. Tapi dia jadi curiga. Kalau yang tadi istrinya yang ini siapanya. Rion seperti melihat siluet istrinya dia keluar dari ruangannya.


"Di suruh mama jemput Alrest." jawab Trisia memutus keheranan Rion.


"Loh Alrest di sini. Ya sudah, pak biar saya antar ke ruangan pak Restandi. Ini istri saya." kata Rion pada keamanan dengan sopan.


"Baik pak." keamanan itu baru tau, ternyata ini istri pak Gutama yang satu. Ternyata kakak adik istrinya cantik-cantik. Rion menggandeng Trisia ke ruang Arlan.


"Tega ya kamu, ke sini bukan ketemu aku tapi langsung jemput Alrest." gerutu Rion. Mereka masuk ke ruang Arlan.


"Boy kamu di sini. Kecil-kecil sudah di suruh kerja." Rion langsung menggendong Alrest. Bocah itu sangat senang bertemu Rion. Apa lagi Rion menciuminya dengan gemas, Alrest tertawa geli.

__ADS_1


"Tris kamu ke sini." kata Restandi , kejutan kecil.


"Aku di minta mama jemput Alrest kak." jawab Trisia sambil tersenyum.


"Tris kamu bawa Alrest sama Rina ya. Jono biar bawa mobil Arleta pulang. Aku mau makan siang sama Arleta sekalian antar dia ke klinik." Restandi memutuskan.


"Ok kak, aku bawa Alrest ya sekarang." Trisia patuh.


"Tunggu dong sayang, kamu ko langsung pulang. Kita makan siang dulu lalu kamu drop aku lagi di sini." kata Rion kesal. Trisia diam saja, tapi dia menuruti Rion. Tidak enak menolak di depan banyak orang. Restandi melihat sepertinya Trisia kesal pada Rion, tapi tidak mungkin juga dia menanyakannya saat ini.


"Ayo boy ikut uncle ya makan dulu." Rion langsung membawa Alrest.


"Kami duluan ya." Trisia pamit lalu mengikuti Rion.


"Ar, aku dan Arleta pamit ya, setelah makan siang aku antar Arleta ke klinik aku langsung ke rumah sakit." Restandi bangkit sambil tersenyum penuh arti pada Arleta. Manja, pikir Arleta.


"ok, aku juga mau keluar. Ada janji temu." Arlan pun membereskan berkas-berkas di mejanya. Sesuai dengan rencananya Restandi dan Arleta makan siang bersama.


"Arleta, nanti siang biar Jono yang menjemputmu pulang. Aku masih ada janji " Restandi punya misi khusus sore ini.


"Iya Rest, nanti aku tunggu Jono." Arleta patuh. Restandi memang belum setuju seratus persen Arleta bawa mobil sendiri.


"Sudah lama kita tidak makan siang berdua." Restandi melihat sejak Arleta hamil anak kedua, kegiatannya memang di batasi. Apa lagi setelah melahirkan.


"Nanti kita atur saja makan siang bersama " mendengar perkataan Arleta Restandi jadi bersemangat. Setelah selesai Restandi mengantar Arleta ke klinik. Sore Arleta pulang bersama Jono. Dia tengah bersantai ketika Restandi pulang.

__ADS_1


"Tuh aku belikan red Velvet, tanya sama Jono." kata Restandi ketika masuk ke dalam kamar. Wajahnya terlihat letih dan dia langsung masuk ke kamar mandi. Arleta heran, biasanya Restandi membelikan kue langsung di bawa ke dalam kamar. Tapi ini harus dia tanyakan pada Jono. Arleta pun turun menuju ke depan rumah mencari Jono.


__ADS_2