
Pagi-pagi Sehun sudah menjemput Monika. Sehun membawa gadis itu ke luar kota. Mereka mengunjungi salah satu tempat wisata. Di sana mereka berfoto bersama dan makan siang. Sehun sengaja membawa Monika ke luar kota agar mereka bisa berdua saja. Sehun ingin mereka saling mengenal, tanpa dia tau bahwa Monika sudah mengenal dirinya diam-diam. Mereka bergandengan tangan. Monika tidak menolak, karena dia memang suka di perlakukan demikian. Menurut Sehun sikap Monika manis, tidak manja dan menarik perhatian. Sebenarnya Monika tidak banyak maunya karena di ajak Sehun pergi berdua saja dia sudah bahagia. Melihat sosok Sehun yang sulit di jangkau Monika sudah sadar diri. Monika tidak ingin kesempatan untuk dekat dengan Sehun hilang karena Sehun tidak suka dengan sikapnya. Maka mereka pun menikmati hari itu dengan gembira.
"Monika, kamu senang hari ini?" Sehun bertanya pada saat mengantar Monika pulang.
"Senang dok, terima kasih ya hari ini saya sudah di bawa jalan-jalan." Monika tersenyum pada Sehun.
"Nanti kalau libur lagi aku akan membawamu ke tempat yang lain." Sehun yakin Monika tidak akan menolak, karena hari ini Monika terlihat senang.
"Kalau dokter tidak keberatan saya setuju. Saya bosan jika libur di rumah saja." kata Monika tidak menolak kesempatan untuk pergi dengan Sehun lagi.
"Memang kamu tidak suka keluar kalau libur?" tanya Sehun heran.
"Malas kalau keluar sendiri. Lagi pula saya bukan orang yang senang main ke mal dok. Berbeda dengan hari ini, lebih menyenangkan." jawab Monika jujur.
"Aku senang mendengarnya. Kita akan pergi lagi kalau begitu." kata Sehun tersenyum senang. Tujuannya untuk dekat dengan Monika tidak ada halangan. Di rumah sakit mereka tidak tampak berdua. Sehun mengubah gaya bicaranya. Dia bicara menggunakan ponsel. Restandi tidak bisa melihat kedekatan antara Monika dan Sehun di rumah sakit. Tapi dia melihat jika Monika libur Sehun pun libur. Seperti hari ini, kembali Sehun membawa Monika ke luar kota.
"Kamu suka?" tanya Sehun pada Monika. Mereka mengunjungi tempat wisata yang menggambarkan suasana di luar negeri.
__ADS_1
"Sangat suka dok." Monika luar biasa senang. Dia tidak menyangka Sehun Aria ternyata pria yang begitu menyenangkan. Sepertinya dia jatuh cinta pada pria yang tepat. Monika tidak tau jika beberapa waktu ini Sehun sedang mengamatinya dan menilai. Banyak wanita di luar sana yang menginginkan uang dan status. Keluarga dokter Lukman Aria sendiri tidak dapat di sepelekan. Mereka punya saham yang besar pada bisnis keluarga Aria. Hanya karena dokter Lukman memilih profesi yang di inginkannya maka dia tidak ikut terjun dalam bisnis tersebut. Dia justru ikut bergabung bersama teman baiknya Nikolas. Sehun sendiri membangun bisnis dengan Restandi diam-diam. Hotel itu memiliki pub di dalamnya, tempat di mana Rion bertemu Paula. Ini merupakan sisi liar dua dokter tampan itu. Mereka ingin memiliki sesuatu yang berbeda. Namun mereka juga sedang membangun sebuah rumah sakit umum. Proyek itu belum selesai.
"Ayo kita nikmati hari ini." Sehun menggandeng Monika. Mereka menikmati sarana yang menggambarkan suasana di luar negeri. Monika sangat antusias. Dia belum pernah ke luar negeri, jadi sangat menikmati apa yang Sehun sodorkan. Kadang Sehun memeluknya pada saat berfoto, Monika jadi berdebar.
"Monika, kamu tinggal sendiri di Jakarta?" tanya Sehun ketika mereka tengah makan siang.
"Dari sejak kuliah saya tinggal sendiri di Jakarta dok." jawab Monika.
"Oh begitu, kamu yang ingin atau bagaimana?" Sehun jadi penasaran.
"Kamu bisa jadi asisten Restandi bagaimana?" Sehun jadi bertambah ingin tau.
"Waktu saya mulai senggang saya melihat ada lowongan kerja di rumah sakit. Saya coba melamar . Kalau tidak salah saya sedang buat skripsi waktu itu. Ternyata saya jadi asisten dokter Restandi. Dan dokter Restandi tidak keberatan dengan situasi saya yang sedang buat skripsi. Karena ternyata dari semua yang melamar dokter Restandi hanya merasa cocok dengan saya. Lalu saya nyaman dengan pekerjaan saya. Bagaimana tidak, tugasnya mudah. Bosnya ganteng dan baik pula." Monika iseng memuji Restandi. Dilihatnya Sehun cemberut, lucunya.
"Kamu tidak mau jadi asisten saya?" tanya Sehun berharap.
"Dokter kan sudah punya asisten. Hebat-hebat lagi." Walau Monika jatuh cinta pada Sehun, tapi dia tidak mungkin melupakan jasa Restandi. Ketika dia menyelesaikan kuliahnya Restandi banyak membantunya. Monika tidak mungkin melupakan orang yang sudah berjasa padanya.
__ADS_1
"Kamu tidak mau jadi dokter?" Sehun bertanya karena ingin tau, sebenarnya dia mulai khawatir Monika menyukai Restandi. Karena Monika menolak tawarannya.
"Tidak dok, itu berarti saya harus kuliah lagi. Lagi pula saya tidak berminat. Saya ingin menikmati pekerjaan saya saja." Jadi nyonya dokter saja deh, kata Monika dalam hati sambil melirik Sehun. Yang di lirik tidak tau karena sedang merasa senang. Ternyata gadis yang di dekatinya bukan gadis yang berambisi, sesuai dengan keinginannya.
"Kamu dekat dengan keluargamu?" Sehun menghabiskan minumnya hingga tandas lalu menatap Monika.
"Dulu iya, tapi sejak kuliah jadi jarang bertemu. Saya konsentrasi kuliah karena ingin cepat lulus dan mandiri. Ayah saya seorang direktur di perusahaan di kota kecil kami. Saya punya dua adik yang masih sekolah. Saya anak pertama seperti dokter Restandi." Di sebut nama Restandi Sehun jadi panas lagi. Untung Restandi sudah menikah. Sehun mengajak Monika untuk pulang, karena di lihatnya langit mulai gelap. Benar saja, mereka masih di jalan hujan mulai turun. Karena hujan Sehun tidak leluasa membawa Monika ke tempat lain.
"Kita ke tempatku dulu ya." Sehun belum mau berpisah dengan Monika. Awalnya Monika khawatir akan di bawa ke rumah keluarga Aria. Tapi ternyata Sehun membawanya ke apartemennya.
"Saya baru tau dokter tinggal sendiri." kata Monika ketika mereka sudah di dalam apartemen Sehun. Apartemen itu berkelas, bersih dan rapih. Ternyata Sehun seorang yang rapih.
"Saya malas kalau harus pulang ke rumah karena jauh. Ayah saya mungkin tidak masalah dengan itu, tapi kamu kan tau saya lebih sibuk dari ayah saya di rumah sakit. Lagi pula ada satu lagi yang membuat saya malas." kata Sehun yang mengajak Monika duduk di ruang tamunya.
"Apa itu dok?" Monika penasaran.
"Saya malas di tanya kapan nikah." jawab Sehun cepat. Monika tersenyum. Dia tau dokter Lukman ingin segera punya menantu.
__ADS_1