Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
139. Mengundang Tanya


__ADS_3

Arleta mengomentari suaminya bosi.


"Bukan begitu sayang, biasanya pada saat itu aku sibuk berat. Tidak bisa keluar, jadi mereka yang datang. Kamu nakal ya bilang suami bosi." Restandi gemas menarik hidung Arleta.


"Aduh, nanti copot." Arleta protes dan memegang hidungnya.


"Hidungnya palsu ya. Kalau yang ini asli atau palsu, harus di periksa nih." Restandi spontan mengecup bibir Arleta sesaat, membuat istrinya malu dan mencubit suaminya.


"Belum jelas sayang asli atau palsu, harus di periksa lebih lanjut." kata Restandi lagi pura-pura ingin melakukannya.


"Ih kamu modus ya." Arleta menahan tubuh suaminya. Interaksi mereka di perhatikan oleh seseorang yang menatap tidak percaya. Weny Arista. Dia sedang duduk berdua dengan seorang anak pengusaha. Ayahnya menjodohkan dia. Mereka bertemu dulu untuk saling mengenal. Walau Weny tidak antusias tapi dia tidak berani melawan ayahnya. Pria di hadapannya kaku dan sombong, tidak seperti pria yang tengah di tatapnya. Weny bertanya-tanya di dalam hatinya Restandi dengan siapa? Pria tampan itu tampak mesra dan perhatian pada wanita itu. Weny belum lama kembali dari luar negeri. Jadi dia tidak tau betul Restandi Gutama. Hanya sosok pria itu telah menarik perhatiannya pada pertemuan yang lalu. Melihat pria itu mesra dengan seorang wanita dia tidak suka. Di meja Restandi hidangan sudah datang, mereka sedang menikmatinya. Kadang Restandi menyuapi Arleta jika ada yang Arleta suka. Tidak kalah dengan Restandi Arleta juga perhatian memilihkan makanan yang Restandi suka. Mereka menikmati waktu berdua dengan hangat, lupa dengan Alrest di rumah.


"Arleta kita tunggu Sehun dan Monika di kamar yuk. Kamu juga bisa istirahat dan lebih santai." ajak Restandi setelah mereka selesai makan. Arleta setuju. Mereka pun beranjak keluar dari Restauran. Dengan rasa penasaran yang tinggi, diam-diam Weny mengikuti mereka. Dia alasan ingin ke kamar mandi pada partnernya saat itu. Weny mengikuti pasangan itu hingga mereka masuk ke sebuah kamar. Yang benar saja, pikir Weny. Dokter Restandi Gutama membawa seorang wanita ke hotel. Apa memang gaya hidup dokter tampan itu seperti ini? Weny kembali ke Restauran. Di dalam kamar Restandi dan Arleta bersantai.


"Sayang kau lelah?" tanya Restandi pada Arleta.


"Sepertinya aku ingin rebahan dulu sebentar." Arleta menuju tempat tidur.


"Tidurlah sebentar, hingga mereka datang." Restandi membantu Arleta untuk berbaring. Setelah itu dia berjalan dan duduk di sofa. Dia memutuskan untuk mempelajari berkas laporan sebelum rapat. Sehun pun datang bersama Monika. Restandi membukakan pintu.


"Hai masuklah. Arleta sedang tidur sebentar. Tadi kami habis dari mal." Restandi menjelaskan.


"Jangan di bangunkan dok. Biar saya tunggu mbak Arleta bangun saja." Monika mengerti Arleta sedang hamil, dia cepat lelah jadinya.


"Sayang ini milikmu." Sehun menyerahkan bungkusan yang mereka bawa.

__ADS_1


"Istriku bawa makanan kecil dan buah untuk mereka berdua di sini " jelas Sehun.


"Kalau begitu aku tidak khawatir meninggalkannya bersamamu." kata Restandi pada Monika.


"Ayo kita rapat, bapak pasti sudah menunggu." ajak Sehun pada Restandi untuk segera menemui Heru. Mereka pun berlalu. Monika melihat Arleta yang masih tidur, dia memutuskan untuk mandi. Monika dan Sehun baru datang dari rumah sakit karena pekerjaan Sehun yang banyak. Setelah mandi dan merasa segar Monika mulai membuka makanan yang di bawanya, kegiatannya membangunkan Arleta.


"Kamu sudah datang Mon." Arleta bangkit dengan semangat mencium aroma yang sedap.


"Iya mbak sudah mandi malah. Tunggu kami lama ya." Monika menyodorkan apa yang di bawanya pada Arleta.


"Rujak. Kamu bawa ini." Arleta pun lupa diri. Mereka asik dengan kegiatannya. Sementara Restandi dan Sehun menemui Heru di ruangannya.


"Sudah datang? ayo silahkan duduk." Heru mempersilahkan mereka untuk duduk di meja rapat. Ada Rendra di sana yang segera memberi salam pada Sehun dan Restandi.


"Sama Monika pak, tapi di kamar Arleta." jawab Sehun santai.


"Loh di sini ada bapaknya ko malah ke tempat nak Arleta?" protes Heru.


"Bosan mungkin lihat bapaknya, lihat istri saya kan jarang." kata Restandi menggoda Heru.Dia senang menggoda ayah mertua Sehun ini.


"Anak jaman sekarang ya begini, lupa sama yang tua." kata Heru lagi.


"Kan kemarin sudah bertemu, bapak nginap di rumah temani Monika." Sehun menenangkan.


"Kata siapa? Kemarin bapak temani ibu, nah ibu yang temani Monika." Heru berdalih. Restandi tersenyum, seru juga punya ayah mertua seperti ini. Frans Kamajaya seorang yang kaku dan jarang bicara. Walau dalam situasi tertentu dia akan bicara. Sehun menggelengkan kepala. Rendra hanya tersenyum kecil, sudah biasa melihat bapaknya seperti itu. Rapat pun di mulai ketika datang dua bawahan Heru. Hotel cukup kuat walau hanya di pegang oleh Restandi dan Sehun. Mereka tidak perlu investor. Dan selama di kelola Heru sudah mengalami kemajuan. Rendra selalu punya ide untuk promosi hotel. Mereka juga sempat meninjau hotel, Restandi dan Sehun belum melihat kekurangan. Secara garis besar hotel dalam keadaan baik. Mereka kembali ke ruangan semula.

__ADS_1


"Nah jadi bagaimana menurut kalian, laporannya memuaskan bukan?" tanya Heru pada Restandi dan Sehun.


"Bagus kami puas. Terima kasih untuk kerja kerasnya." jawab Restandi.


"Kalau begitu bapak boleh pensiun dong." tanya Heru.


"Belum." jawab Restandi dan Sehun berbarengan.


"Kami masih butuh bapak. Kalau ada pergantian posisi kasihan nanti pekerjaan Restandi nambah. Kasihan pak anaknya mau dua loh. Kami juga sedang menangani proyek besar." kata Sehun menjelaskan.


"Oh begitu. Kalau soal anak tenang saja nak, nanti bapak bantu." Heru menepuk bahu Restandi.


"Di bantu apanya pak?" tanya Restandi curiga.


"Doa nak." jawab Heru kalem. Sehun tertawa lepas. Sedang Restandi terdiam kesal. Yang lain senyum-senyum, sungkan sama Restandi. Rapat pun di akhiri, Restandi dan Sehun kembali ke kamar Arleta. Sehun langsung mengajak Monika pergi. Restandi memperhatikan makanan di meja.


"Arleta, kamu makan apa ini?" Restandi menunjuk tempat yang kosong.


"Rujak. Enak ko." Arleta paling suka itu dari antara nakanan lain yang di bawa Monika. Tiba-tiba Restandi menggendong Arleta.


"Loh Rest, kamu mau apa?" tanya Arleta bingung.


"Kita mandi, habis itu kita bobo sebentar." Restandi memutuskan untuk kencan bersama istrinya di hotel. Mereka menyatukan diri lalu setelah puas Restandi membawa Arleta pulang, karena Arleta berkeras untuk pulang.


Rion tengah bekerja di ruangannya ketika Sheni tiba-tiba masuk. Hari ini Jono tidak berjaga di depan seperti biasa. Sekretaris Rion juga tidak ada di tempat. Sita sedang mengantar berkas ke ruangan lain. Situasi ini di manfaatkan Sheni masuk.

__ADS_1


__ADS_2