
"Siapa tamunya?" Arleta penasaran.
"Teman papa dari jauh. Sudah kamu tidur saja." Restandi mengambil Alrest yang sudah selesai minum susu. Karena Alrest belum mau tidur Restandi membawanya keluar. Restandi ingin melihat tamunya. Dia turun ke bawah. Di ruang tamu ada sepasang suami istri seumuran Nikolas dan Sofi. Selain itu seorang gadis muda yang tampaknya putri mereka.
"Nah ini putra pertama saya, Restandi." kata Nikolas memperkenalkan ketika Restandi muncul di ruang tamu. Mereka pun bersalaman. Restandi menyebutkan namanya.
"Ini teman papa Rest, bapak Anwar dari Surabaya beserta istri dan putrinya." Nikolas mengenalkan tamunya pada Restandi.
"Loh putranya sudah menikah?" tanya Anwar heran.
"Putra-putra saya semua sudah menikah." jawab Nikolas ramah.
"Saya ko tidak tau ya." Anwar kecewa. Harusnya dia di undang pada acara pernikahan di keluarga Gutama.
"Maaf, mungkin undangannya tidak sampai. Kalau putra kedua saya memang tidak di rayakan, hanya keluarga saja." jawab Nikolas. Sofi hanya tersenyum kecil.
"Nak Restandi ini profesinya apa?" tanya Anwar ingin tau. Istri dan putrinya hanya diam mendengarkan.
"Saya dokter seperti papa, tapi saya ambil spesialis jantung." jawab Restandi singkat. Tampak putri Anwar menatapnya kagum.
"Putranya berapa nak Restandi?" Anwar bertanya lagi.
"Baru satu." jawab Restandi. Anwar mengangguk tanda mengerti. Tidak lama Rion datang. Dia baru pulang lalu terpancing melihat Alrest maka menghampiri Restandi.
__ADS_1
"Nah ini putra kedua saya." Nikolas memperkenalkan. Keluarga Anwar terkejut. Mereka tidak menyangka Marionata Gutama putra Nikolas.
"Saya Rion." Dengan ramah Rion menyalami tamu papanya. Putri Anwar semakin terpesona. Rion duduk dekat Restandi dengan maksud ingin meminjam Alrest.
"Ikut sama om yuk." tangan Rion terangkat ingin menggendong Alrest.
"Tidak ya, sama papa saja. Semalam kan sudah sama om Rion." Restandi menolak menyerahkan Alrest. Rion kesal.
"Istrinya di mana nak Restandi, ko tidak kelihatan?"tanya Anwar ingin tau sosok menantu Nikolas. Mungkin ingin membandingkan dengan putrinya.
"Sedang istirahat om, semalam ikut saya bekerja. Maklum dokter sering ada panggilan." Maksud Restandi penggilan alam, untuk membahagiakan istri.
"Panggilan, panggilan apa?" tanya Rion perlahan. Matanya menatap Restandi bingung. Restandi justru tertawa pada Rion. Hanya mereka berdua yang tau apa yang Restandi lakukan semalam. Ketika sudah menangkap maksud kakaknya Rion menggelengkan kepala menyadari Restandi segila itu menjawab pertanyaan Anwar.
"Kalian masuk saja. Tidak perlu ke luar." Maksud Nikolas kedua putranya tidak perlu menemani tamunya.
"Loh, kenapa pa?" tanya Restandi heran.
"Memangnya kalian mau punya istri lagi?" tanya Nikolas kesal. Ternyata tujuan Anwar datang untuk menjodohkan putrinya. Karena Restandi dan Rion tidak berniat menikah lagi mereka pun kembali ke kamar Masing-masing. Setelah melihat dua putranya melarikan diri Nikolas kembali lagi ke ruang tamu.
"Loh putranya ke mana mas?" tanya Anwar.
"Biasalah kalau sudah menikah ya sibuk sama urusannya masing-masing. Kadang kita sebagai orangtua iri melihat mereka. Ya ma." Nikolas memberi isyarat pada Sofi untuk membantunya.
__ADS_1
"Zaman dulu sama zaman sekarang berbeda. Kalau kita dulu cinta ya maku-malu. Kalau zaman sekarang mau peluk ya peluk saja di depan orang tua juga. Mau sayang-sayangan ya di depan kami ini tidak malu-malu. Maka kami juga harus tampil mesra juga di depan anak-anak." Sofi ingin memberi tau betapa harmonisnya hubungan keluarga mereka. Anwar tampak kesal, dia kira Nikolas dan Sofi akan mengeluhkan menantu mereka. Tapi dia belum putus harapan. Restandi yang kembali ke kamar bercerita pada Arleta tentang tamu Nikolas. Arleta jadi penasaran.
"Aku mau lihat ya." Arleta bangun ingin melihat tamunya.
"Tapi kamu harus tampil cantik." syarat dari Restandi jika ingin keluar. Arleta menurut. Dia merapihkan dirinya dan menukar gaunnya baru keluar kamar. Restandi mengiringi dari belakang sambil tetap menggendong Alrest. Keluarlah sosok cantik dan anggun yang ternyata putri dari pengusaha obat Frans Kamajaya dan pemilik klinik kecantikan yang terkenal sebagai menantu pertama keluarga Gutama. Putri Anwar lemas. Ternyata Trisia juga panas mendengar cerita Rion pun tampil cantik diiringi sang suami. Menantu kedua keluarga Gutama ternyata artis papan atas. Putri Anwar langsung pucat. Bagaimana mungkin dia akan di lihat jika istri-istrinya seperti itu. Merasa kalah telak Anwar pun pamit beserta istri dan anaknya. Rion sudah membisikan Trisia untuk meminjam Alrest. Dan ternyata Restandi mengijinkan Trisia membawa Alrest. Dasar kakak sentimen pada adik ya begitu. Arleta dan Restandi kembali ke kamar. Bagi Arleta ini bagian kecil ujian dalam hidup. Ada saja orang yang berpikiran sempit, menyodorkan putrinya agar mendapat kekayaan atau kemudahan hidup. Tidak perduli putrinya menjadi istri keberapa. Tiba di kamar, ternyata Restandi punya maksud lain menyerahkan Alrest.
"Sayang sudah cantik begini sayang dong kalau tidur lagi. Lebih baik di gunakan untuk menggoda suami." Restandi memeluk Arleta dan melancarkan serangan.
"Tadi malam masih belum puas?" tanya Arleta heran.
"Yang ini bonus ya. Dari pada aku nikah lagi tuh calonnya di bawain." Restandi membujuk. Arleta tidak terbayang jika Restandi menikah lagi. Biar deh lemes lagi.
Sehun dan Monika akan bekerja bersama di rumah sakit yang baru. Rumah sakit Sentosa 2. Akhirnya rumah sakit itu di resmikan. Aira, Eva dan Anugrah mulai menyesuaikan diri dengan jadwal kerja yang baru. Monika selalu mendampingi Sehun. Dia sebenarnya sedang kecil hati karena tidak juga hamil. Tapi Sehun sendiri tidak masalah. Sehun senang bisa menggunakan waktunya bersama Monika. Karena pada dasarnya Sehun seorang yang berambisi pada karirnya. Monika terus menemani Sehun di rumah mau pun bekerja. Memiliki suami seperti Sehun yang tampan, kaya dan memiliki karir yang bagus Monika tidak boleh lengah.
"Kamu mikir apa sayang?" Sehun bertanya pada Monika yang ada di pangkuannya.
"Aku bingung tidak hamil juga." jawab Monika lesu.
"Jangan pikirkan itu. Aku menikah sama kamu karena ingin memilikimu seutuhnya. Soal anak itu bukan prioritas aku. Jadi kamu tidak perlu khawatir, tidak punya anak juga tidak apa-apa. Keluargaku juga bukan keluarga yang menuntut hal yang tidak mungkin." Sehun mengusap punggung Monika sayang.
"Tapi setiap pasangan kan ingin punya anak." Monika masih penasaran.
"Aku bukan pria yang anti adopsi. Kita bisa mengadopsi anak jika memang kita tidak bisa punya anak. Justru kita memberi kesempatan pada anak yang tidak beruntung untuk bisa mendapat masa depan yang baik." Sehun berusaha meyakinkan istri cantiknya.
__ADS_1