Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
116. Kejutan Untuk Restandi


__ADS_3

Restandi mengetuk pintu. Arleta membukakan pintu dengan manis.


"Sayang, kamu sudah mulai makan?" tanya Restandi yang masuk ke dalam kamar dengan tercengang. Kamar mewah itu di hias dengan romantis. Ada meja dengan hidangan dan bunga untuk dua orang. Lilin yang menyala semakin mempercantik meja tersebut.


"Jangan bilang kita makan malam hanya berdua." tebak Restandi pada Arleta yang tetap tersenyum.


"Duduk Rest, kamu pasti lapar." Arleta membimbing suaminya untuk duduk dan menikmati hidangan.


"Jadi benar kita makan malam berdua." Restandi menatap Arleta dengan gemas.


"Iya sayang. Makan ya." Arleta yang tampak berbeda saat itu tidak mau banyak bicara. Dia ingin Restandi meresapi apa yang dia lakukan saat ini. Restandi menikmati makan malamnya, karena menunya makanan kesukaannya. Senyum tidak lepas dari bibirnya. Walaupun dia tidak berkata apa-apa, tatapan matanya pada Arleta penuh makna. Arleta jadi berdebar sendiri. Kencan sama dokter jantung, ko malah jantungnya yang tidak sehat. Makan malam sudah selesai. Restandi menanti apa lagi yang akan Arleta lakukan. Arleta bangkit berdiri, dia menarik tangan Restandi menuju kamar. Di sana tampak tempat tidur yang bertabur kelopak mawar merah tengah menanti. Restandi terpesona.


"Kita tidur di sini malam ini?" tanya Restandi dengan suara agak bergetar penuh gairah. Arleta yang melangkah lalu duduk di tepi tempat tidur tidak menjawab. Tapi mengangguk dengan senyum semanis madu.


"Alrest?" tanya Restandi ragu.

__ADS_1


"Sama omnya yang ganteng." jawab Arleta. Restandi tau Rion sayang pada putranya, jadi dia tidak perlu khawatir.


"Ini ko jadi seperti malam pertama." Restandi akan menghampiri Arleta.


"Eits, mandi dulu!" jari telunjuk Arleta mengarah pada kamar mandi. Wajahnya penuh dengan ketegasan.


"Baik nyonya, saya mandi dulu." Restandi segera masuk ke kamar mandi. Restandi mandi sambil tertawa. Ini hal tergila yang pernah Arleta lakukan. Tapi dia senang. Tidak memakan waktu lama Restandi mandi. Dia segera keluar dari kamar mandi. Arleta sudah duduk di tepi tempat tidur dengan baju tidur seksinya. Restandi tersenyum mesra.


"Itu tidak cocok untukmu." kata Restandi yang membuat senyum Arleta hilang.


"Tidak cocok?" Arleta berdiri, kata-kata Restandi tidak cocok di artikan Arleta jika dia tidak pantas dengan baju seksi itu. Terlihat norak, kampungan atau yang negatif lainnya. Restandi menghampiri Arleta, dia hanya menggunakan handuk di pinggangnya.


"Ingat janjimu ya sayang. Sampai aku puas." kata Restandi penuh makna dan gairah. Kalau sudah di sini Arleta tidak berkutik. Dia luluh di bawah kekuasaan suami. Di tengah kegiatan mereka Restandi memeluk Arleta penuh cinta. Restandi belum mau mengakhiri aksinya, tapi dia memberi jeda agar Arleta tidak kelelahan. Walaupun pada akhirnya Arleta memang kelelahan menghadapi Restandi.


"Terima kasih ya sayang. Aku saja tidak pernah melakukan ini padamu. Kamu sudah jadi istri yang penurut, memberi aku putra dan membuat aku bahagia malam ini. Aku percaya kamu cinta aku Arleta. Tinggal satu permintaanku. Beri aku anak perempuan. Setelah itu aku ingin memilikimu seutuhnya. Aku akan terus membahagiakanmu." Restandi mencium kening Arleta. Tangannya mengusap punggung Arleta lembut.

__ADS_1


"Apa yang kamu minta dari aku Arleta?" tanya Restandi dengan lembut.


"Aku ingin kamu penuhi janjimu Rest. Walau kamu tidak cinta lagi sama aku, kamu tetap penuhi janji kamu." Arleta menatap Restandi, menanti jawaban.


"Iya sayang, dari awal aku sudah bilang biar bagaimana aku akan tetap penuhi janji aku. Kalau ingkar bukan janji namanya. Dan aku tidak asal berjanji. Aku juga akan terus memupuk cinta aku padamu. Aku harap kamu juga begitu Arleta. Agar kita terus bersama." Restandi memeluk Arleta, istri yang di jodohkan orangtuanya. Istri yang di cintainya karena memang pantas untuk di cintai. Arleta sendiri masih memikirkan perkataan Restandi. Banyak pasangan yang berjanji untuk setia, sehidup semati tapi pada akhirnya melupakan janjinya karena mencintai yang lain atau tergoda bahkan berhenti mencintai pasangannya. Betul kata Restandi itu bukan janji jika tidak di tepati. Lalu apa namanya, kata-kata manis? Setiap orang bisa menepati janjinya kalau dia mau dan tidak terhalang kematian. Kadang janji itu bukan hanya terhadap pasangan tapi juga pada pencipta. Namun banyak yang tidak ragu untuk mengingkarinya. Bukan janji seperti itu yang Arleta minta dari Restandi. Tapi janji bahwa Restandi akan menjaga dan membahagiakannya seumur hidupnya. Dan Restandi memberikannya. Walaupun nanti Restandi tidak mencintainya lagi, tapi dia punya tanggung jawab untuk memenuhi janjinya.


"Kamu mikir apa sih sayang?" Restandi memecah lamunan Arleta.


"Rest kalau aku tidak cinta sama kamu lagi bagaimana?" tanya Arleta ingin tau.


"Kalau kamu bisa bahagia sama yang lain mungkin aku bisa melepaskanmu. Tapi aku tidak akan melepaskan anak-anakku. Jadi apa kamu bahagia melepaskan anak-anakmu?" Restandi memberikan pilihan pada Arleta. Tapi dalam hatinya Restandi bertekat tidak akan pernah melepaskan Arleta.


"Sayang, malam ini aku akan buat kamu tidak bisa lupa sama aku." Restandi pun membuat Arleta mabuk kepayang. Restandi masih terus mengganggu Arleta sampai Arleta tertidur karena lelah. Tapi keesokan harinya Restandi yang memanjakan Arleta. Restandi menggendong Arleta ke kamar mandi dan memandikannya. Setelah selesai Restandi membantu Arleta memakai bajunya, menyisir rambutnya dan memesankan sarapan untuk mereka berdua. Sebenarnya Arleta masih merasa lelah dan ingin tidur. Tapi dia ingat Alrest dan tidak enak pada Rion. Padahal tanpa setau Arleta Rion dan Trisia senang dengan kedatangan Alrest ke kamar mereka. Trisia jadi terhibur dengan kelucuan Alrest. Dia bosan di kamar terus tapi tidak berani keluar karena mualnya dan pusing. Di mobil menuju pulang Arleta memejamkan matanya untuk tidur. Restandi terus tersenyum karena masih terkesan dengan kejutan Arleta. Tiba di rumah Restandi membebaskan Arleta. Mau tidur atau nonton. Mau berbaring sambil nonton. Pokoknya Arleta bebas hari itu di kamarnya. Restandi mengambil Alrest di kamar Rion. Hari itu Restandi yang menjaga Alrest. Hanya pada saat minta susu Restandi menyerahkannya pada Arleta.


"Sudah dong Al, nanti papa kehabisan." Restandi mengganggu Alrest yang sedang menyusu. Padahal dia juga tidak tega mengambil jatah anaknya. Arleta menatapnya galak.

__ADS_1


"Ko kamu rapih banget Rest?" Arleta curiga Restandi akan pergi.


"Ada tamu di bawah." jawab Restandi sambil tersenyum.


__ADS_2