
Keira Riani sudah di lobby, ingin bertemu Armando. Pria itu menghela napas kesal. Dia sudah menduga Keira tidak akan diam saja di acuhkan kemarin.
"Arsen, katakan pada wanita itu untuk menungguku di cafe ini. Aku akan menemuinya." Armando menyerahkan alamat sebuah cafe pada Arsen.
"Baik pak." Arsen berlalu pergi menemui Keira di lobby. Armando tidak mau Keira menginjak kantornya. Biarlah wanita itu tetap menjadi orang asing. Armando pun bersiap untuk menemui Keira. Dia yakin wanita itu tetap akan berusaha menemuinya bila di abaikan. Armando memasuki cafe, dilihatnya Keira sudah duduk di salah satu sudut menantinya.
"Mengapa kau ingin bertemu denganku Keira? Apa maumu?" Armando duduk di hadapan Keira. Tatapan Armando tajam mengamati Keira. Dulu Armando merasa Keira gadis yang cantik. Namun sekarang Melani lah wanita paling cantik. Keira lebih kurus dan wajahnya suram. Keira sendiri memandang Armando sebagai pria yang lebih matang, lebih tampan dan tegas di banding dulu.
"Aku rindu padamu." kata Keira jujur.
"Apa gunanya itu. Apa itu artinya kau masih mencintaiku?" tatapan Armando tidak berubah.
"Ya Ar, aku masih mencintaimu dan tidak bisa melupakanmu." Keira sedih. Tampaknya Armando memang sudah melupakannya.
__ADS_1
"Kalau kau mencintaiku mengapa kau pergi dulu?" walau Armando bertanya dengan lembut namun tidak mengubah kenyataan pria itu tidak lagi punya perasaan yang sama. Keira terdiam sesaat. Dia menimbang apakah harus mengatakan dengan jujur. Sepertinya dia harus mengatakan semuanya untuk mendapatkan Armando lagi.
"Baiklah aku katakan padamu. Aku mencintaimu, kau tau kan bagaimana kita berdua dulu. Tapi ibumu tidak menyukaiku. Dia menemuiku dan menawarkan sejumlah uang agar aku pergi dari hidupmu. Aku tidak punya pilihan Ar. Aku pun mengambil uang itu dan pergi dari hidupmu." kata Keira dengan sedih.
"Keira apakah mama mengancammu?" Armando tidak heran Mauren melakukan itu. Tapi dia terkejut baru mengetahuinya sekarang.
"Tidak sih, tapi itu kan bukti jika mamamu tidak mau kita bersama." Keira membela diri.
"Jika dia tidak mengancammu kau masih punya pilihan. Kau bisa memilih untuk tetap bersamaku. Apa yang kau lakukan dengan uang itu?" Armando kecewa. Keira meninggalkannya karena uang.
"Keira, pertama kau sudah salah memilih uang di bandingkan diriku. Jika kau menolak tawaran mama mungkin kita masih bersama karena aku akan memperjuangkanmu. Lalu kau memutuskan kembali padaku karena suamimu mengkhianatimu. Jika dia tidak begitu kau tentu tidak terpikir untuk kembali padaku. Aku tidak melihat ketulusan cintamu padaku." Armando melihat Keira saat ini sangat berbeda dengan Keira yang dulu di cintainya. Dulu Keira begitu mencintainya dan yakin bersamanya sampai tiba-tiba menghilang. Sekarang Armando tidak melihat wanita yang sama seperti dulu.
"Aku sudah bertemu dengan istrimu Ar. Apakah kau memang bahagia?" tanya Keira ingin tau.
__ADS_1
"Kapan kau bertemu istriku?" Armando heran.
"Aku ke apartemenku sebelum ke sini. Aku bertemu istri dan juga anakmu."jelas Keira. Jadi Keira bertemu Avery, pikir Armando. Dan gadis itu mengaku sebagai istrinya. Armando merasa lucu.
"Ya aku sudah menikah dua tahun yang lalu dan memiliki anak." Armando memaksudkan Melani.
"Tapi Ar, kudengar kau menikah dengan Trisia." itu yang di cari Keira di apartemen Armando. Foto pernikahannya dengan Trisia. Keira tau dulu Trisia tidak suka dia bersama Armando.
"Tidak lama setelah pernikahanku yang pertama, kami menikah karena di jodohkan. Lalu Trisia menjadi istriku yang kedua. Aku membelikannya rumah, dia tinggal di rumah itu. Kau lihat Keira, aku tidak kekurangan wanita dalam hidupku." Armando tidak mau mengatakan saat ini dia tidak punya satu pun wanita dalam hidupnya. Keira justru terkejut mengetahui Armando juga menikahi Trisia. Dia sudah menduga Trisia mengincar Armando, dan wanita itu berhasil. Dengan dua istri dalam hidup Armando apa yang Keira harapkan.
"Kau bisa kembali pada suamimu atau berpisah dengannya Keira." Armando seperti tau apa yang Keira pikirkan.
"Tadinya aku berpikir bisa kembali padamu dan berpisah dengannya." kata Keira putus asa.
__ADS_1
"Maaf Mei, aku tidak punya cinta lagi untukmu." Armando sudah melupakan Keira dan tidak mau menerima Keira kembali. Armando pun bangkit meninggalkan Keira. Di cafe Keira duduk dalam diam. Penyesalan menyesakkan dadanya. Seandainya dulu dia bertahan, pasti saat ini sudah bahagia bersama Armando. Yang paling menyesakkan Keira adalah dua istri Armando. Rasanya tidak percaya Armando bisa mencintai dua wanita dalam hidupnya. Tentu saja dia sudah tidak mendapat tempat. Keira paham keteguhan Armando, jika dia sudah melepaskan tidak akan di raihnya kembali. Tampaknya dia harus betul-betul melupakan Armando. Menghilang dari hidupnya selamanya. Armando sendiri jadi kesal hatinya. Tapi dia puas telah tau apa yang membuat Keira meninggalkannya dulu. Jika dulu dia kecewa tapi bertanya-tanya, saat ini hatinya kecewa dengan penuh. Dia tidak bisa memaafkan Keira karena pilihannya. Armando kembali ke kantornya. Dia mulai melakukan pekerjaannya kembali walau pikirannya masih pada seputar pembicaraannya dengan Keira. Wanita itu datang ke apartemennya dan menemui Avery. Seandainya Keira tau dia saat ini sendiri, wanita itu tidak akan berhenti. Untung saja Avery berbohong. Armando jadi kesal. Memiliki satu cinta yang dia inginkan tidak bisa. Tapi dia di sodorkan banyak cinta dari wanita yang tidak dia inginkan. Armando berharap Keira tidak pernah muncul lagi di hadapannya. Armando pun menyelesaikan pekerjaannya, karena dia berjanji pada Avery akan pulang cepat. Avery juga masih kesal pada Keira. Walaupun dia tidak mengerti mengapa dia kesal. Avery membayangkan jika Melani masih ada dia pasti marah. Tapi Avery jadi tau cinta pertama Armando. Ternyata Armando jatuh cinta pada wanita yang biasa saja. Bukan wanita yang cantiknya selangit atau glamor. Trisia sangat cantik tapi tidak bisa menggerakkan hati Armando. Melani juga biasa saja, bukan wanita yang punya banyak kelebihan. Tapi Armando mencintainya. Avery jadi menyadari, tidak perlu tampil megah dan memukau pada Armando.