Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
175. Arleta Istriku


__ADS_3

Sore hari Restandi pulang dalam keadaan lelah. Tapi ketika tiba di kamar tidak dilihatnya Arleta. Yang ada mbok Jumi tengah merapikan pakaian Alris.


"Arleta di mana mbok?" tanya Restandi penasaran.


"Di bawah, berenang." jawab mbok Jumi tanpa menoleh. Restandi berjalan ke balkon kamar. Di lihatnya ke arah kolam renang. Tampak wanita pujaan hatinya di sana. Dengan tubuhnya yang bagus meluncur di dalam air membuat Restandi kepanasan. Dia memutuskan untuk bergabung di sana. Restandi turun dengan keadaan siap untuk berenang. Diam-diam dia masuk ke dalam air. Istrinya sedang sibuk membuat gerakan agar lemak di tubuhnya berkurang, ketika di rasa tiba-tiba kakinya tertahan. Restandi segera memeluknya dan membawanya ke tepi.


"Dasar suami kurang kerjaan." omel Arleta yang merasa terganggu.


"Justru terlalu banyak kerjaan jadi penat. Karena obatnya di sini maka harus kudapatkan." Restandi tersenyum menatap istrinya.


"Kamu seksi. Jangan pernah tampilkan tubuhmu yang seperti ini di tempat lain." Restandi berkata tegas.


"Aku juga tidak seberani itu. Apa lagi suamiku galak." Arleta berkilah.


"Sudah berapa lama kamu berenang?" Restandi ingin tau.


"Tiga puluh menit." jawab Arleta.


"Ya sudah lanjut lagi. Tapi cium dulu dong biar aku semangat." Restandi tanpa membuang waktu mencari bibir Arleta. Setelah itu dia melepaskan Arleta yang melanjutkan renangnya. Restandi pun turut berenang. Jika tadi Arleta berenang dengan senang sekarang dia kesal, karena dia tidak bisa menyamai kecepatan Restandi. Arleta memang malas berenang. Hari ini saja dia ingin karena merasa banyak makan. Arleta memutuskan berhenti dan naik, dia duduk menunggu Restandi selesai. Diamatinya suami tersayang, tubuh Restandi terjaga dengan baik. Dari sejak mereka menikah hingga hari ini tidak berubah. Restandi memang tidak mudah tergoda dengan makanan enak. Dia juga rajin berolah raga. Untungnya Restandi lebih suka olah raga di rumah. Tidak terbayang oleh Arleta jika suaminya olah raga di tempat umum, pasti akan ada wanita yang minta kenalan atau berusaha mencari perhatian. Restandi keluar dari air, lamunan Arleta buyar.


"Kamu sudah selesai sayang, naik yuk." Restandi memakai jubah mandinya.


"Gendong." kata Arleta manja, ingin tau apa Restandi menurutinya.


"Ok." jawab Restandi sambil tersenyum. Di gendongnya istrinya, di ciumnya pipi Arleta sebelum melangkah.


"Rasanya berat badannya tidak berkurang. Boleh sering berenang nih. Bajunya bisa lebih seksi lagi." kata Restandi menggoda. Tidak salah kan menikmati keindahan tubuh istri sendiri. Arleta mengingat-ingat baju renang yang dia miliki. Ini jadi PR untuknya. Permintaan suami jangan di abaikan. Mereka mandi bersama. Setelah mandi mereka bersantai di kamar, mbok Jumi menyediakan minuman hangat untuk mereka. Alris sudah di mandikan, sekarang menyusu pada Arleta. Karena lelah setelah berenang, Arleta menyusui putrinya di tempat tidur. Restandi mencium kening Arleta. Dia senang istrinya mengurus anak mereka dengan baik. Tidak lama Alrest masuk bersama Rina.

__ADS_1


"Papa." sapa Alrest, Restandi segera menyambut putranya.


"Ganteng papa sudah mandi ya." Restandi mencium Alrest yang sudah wangi.


"Den Alrest minta es krim tuan." kata Rina, dia tidak berani memberi tanpa ijin Restandi.


"Nanti ya habis makan. Kamu boleh istirahat Rina." sudah waktunya Alrest di asuh olehnya. Rina hanya menjaga Alrest sampai sore. Kadang Alrest memilih bersama Nikolas atau Rion. Tapi hari ini dia ingin bersama papanya. Rina segera menghilang. Restandi membawa Alrest ke tempat tidur, mendudukan putranya.


"Mama." sapa Alrest pada Arleta.


"Mandinya nakal tidak? Mbaknya di ciprat air?" tanya Arleta pada Alrest. Dia mendapat laporan Alrest suka iseng pada Rina ketika mandi. Alrest cepat-cepat menggeleng.


"Anak papa nakal?" Restandi menarik hidung Alrest lembut.


"Oma bilang Ndak boleh." kata Alrest laporan.


"Tadi main apa?" tanya Restandi pada putranya. Alrest merogoh saku celananya dan mengeluarkan dua mobil kecilnya. Restandi tersenyum. Sampai hari ini Alrest menyukai dua mobil kecil itu.


"Main sama papa ya. Boleh papa pinjam satu?" Restandi ingin tau mobil mana yang akan Alrest pinjamkan. Ternyata mobil dari Rion. Opa Nikolas lebih unggul rupanya. Biasanya anak-anak akan menahan mainan yang dia paling suka dan meminjamkan yang dia kurang suka pada orang lain. Alrest memang banyak menghabiskan waktunya dengan Nikolas di banding Rion. Alrest pun sibuk main.


"Bagaimana pekerjaan barunya?" tanya Arleta pada suaminya. Dia sudah selesai menyusui.


"Pusing." jawab Restandi, dia lalu menceritakan candaan Rion tentang program acara kecantikan.


"Kalau itu sih yang tampil Diana. Kan dia dokter kecantikan kulitnya." kata Arleta menanggapi. Benar juga ya, pikir Restandi.


"Ternyata Diana hebat juga ya." Restandi baru sadar, istri Norman itu ternyata sangat kompeten.

__ADS_1


"Tidak salah aku pilih Diana dulu. Sekarang ibu mertuanya membawa satu tim arisannya untuk perawatan sama Diana." Arleta tersenyum mengingat kliniknya di banjiri ibu-ibu pejabat.


"Pantas kliniknya sukses. Ada pelanggan pria?" Restandi penasaran.


"Kalau dokter ganteng sih belum ada. Tapi kalau aktor muda ganteng, model banyak. Eh pengusaha ganteng juga ada." jawab Arleta jail.


"Maksudnya apa ya? Mau di cabut ijin kerjanya ya?" ancam Restandi kesal. Arleta tertawa, senang lihat Restandi cemberut.


"Harusnya Diana yang di ancam dong. Tapi Diana sudah punya banyak staf ahli sekarang." Arleta berkilah.


"Iya Diana yang kerja kamu tebar pesona." Restandi menuduh istrinya. Dia tidak suka jika Arleta benar-benar melakukan hal itu.


"Maunya sih begitu. Tapi bagaimana mau tebar pesona kerja bawa anak." sejujurnya Arleta hanya menghabiskan waktunya di ruang kerjanya. Dia tau tamu yang datang dari percakapan karyawannya.


"Bagus kalau begitu, bawa anak dua-duanya " Restandi tersenyum membayangkan Arleta bekerja membawa kedua anak mereka.


"Tidak sekalian bawa bapaknya?" Arleta kesal.


"Ide bagus. Bapaknya bokeh perawatan?" Restandi mencium pipi Arleta. Wangi. Arleta menatap Restandi. Baru dia sadari, karena pola makan yang baik Restandi memiliki kulit yang bagus. Ini sih tidak perlu perawatan.


"Perawatannya di rumah saja. Perawatan plus-plus." Arleta mengerling genit.


"Eh mancing-mancing ya. Tidak sadar ya, itu harus di seratai tanggung jawab." kesempatan tidak di sia-siakan Restandi.


"Sudah yuk kita turun makan dulu." Arleta mengalihkan perhatian, arahnya sudah ke zona berbahaya. Restandi mengulum senyum. Kena kamu Arleta. Perawatan pkus-plus katanya. Patut di coba. Restandi menggendong Alrest turun ke bawah. Arleta menggendong Alris. Tidak tega meninggalkannya sendiri di kamar. Tiba di bawah Nikolas menyambutnya.


"Biar sama papa, kamu makan saja." Nikolas mengambil Alris dari Arleta. Di baringkannya Alris di sofa.

__ADS_1


__ADS_2