Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
123. Nanny Jadi Mommy


__ADS_3

"Kami pergi dulu." Armando pamit, membawa Avery dan Melody pergi dari situ. Rodrigo menatap mereka dengan penyesalan. Armando pun pulang ke Indonesia bersama Melody. Dia membawa agenda bagi keluarganya untuk melamar Avery. Tanpa menunda lagi pasangan Kamajaya dan Armando datang ke Amerika untuk melamar. Melody di titipkan pada Arleta. Zakhary Cody senang menerima Armando lagi sebagai menantunya. Maka pernikahan pun di tentukan. Pesta pernikahan hanya akan di lakukan di Amerika, karena ini pernikahan pertama Avery. Keluarga Kamajaya tidak berniat melakukan pesta pernikahan di Indonesia. Pertama karena status Armando yang sudah pernah menikah dengan Trisia. Yang kedua Armando sendiri tidak mau kehidupan pernikahannya di liput publik di Indonesia. Arleta tengah mendatangi Revita di sebuah cafe. Tentu saja Revita datang bersama Arlan.


"Ada apa nih ibu Gutama mau bertemu kami. Bukannya sibuk bikin anak kedua?" Revita menggoda Arleta. Restandi belum datang. Masih rapat di rumah sakit.


"Mau memberi hadiah jalan-jalan buat kalian." Arleta memberikan undangan pernikahan Armando. Tentu saja di Amerika.


"Wah benar kami ke Amerika, New York pula." Seru Arlan senang.


"Ya, biaya perjalanan dan hotel sudah di sediakan, kalian juga dapat voucher belanja sebagai suvenir pernikahan." jelas Arleta. Mata Revita berbinar.


"Sayang kita bulan madu kedua nih ke New York." kata Revita pada Arlan.


"Betul istri cantikku. Aku sendiri belum mampu memberikannya untukmu. Tapi ternyata kita dapat berkah." Arlan berkata jujur. Dia menatap Revita penuh cinta. Istri yang bisa menerima dirinya apa adanya.


"Apa nih yang aku lewatkan?" Tiba-tiba Restandi muncul.


"Mereka akan bulan madu dalam rangka menghadiri pernikahan kakak." Arleta menjelaskan pada suaminya yang mencium pipinya. Restandi rindu pada istrinya.


"Mungkin kesempatan ini bisa kalian gunakan untuk menghadirkan anak dalam pernikahan kalian." kata Restandi memberi usul.

__ADS_1


"Ya jangan terlalu lama menunda. Rezeki kalian nanti akan berbeda jika punya anak." Arleta menyatakan pikirannya.


"Mungkin kalian benar. Kehidupan kami sudah lebih lega saat ini. Kamu siap untuk punya anak sayang?" tanya Arlan pada Revita.


"Siap sayang." Revita senang dengan keputusan Arlan.


"Kami ikut mendoakan untuk kalian." kata Restandi tulus.


Keluarga Kamajaya pun berangkat ke Amerika ketika pernikahan. Restandi dan Arleta membawa Alrest dan Melody. Arleta membawa pengasuh anak. Tapi selain itu Nikolas dan Sofi bisa ikut mengawasi kedua anak itu. Rion dan Trisia menjadikan moment ini sebagai waktu bulan madu. Demikian juga Kevin dan Khanza yang di undang Armando. Karena mereka belum bulan madu. Sehun dan Monika hanya pergi berdua karena Lukman Aria berhalangan. Pagi itu di laksanakan prosesi pernikahan, kemudian resepsi pada malam hari. Kali ini Restandi yang menjadi saksi bagi Armando. Sedangkan Avery, salah satu sepupunya yang menjadi saksi. Mereka berkumpul di hotel mewah untuk mengucap janji dan makan siang bersama. Avery tampak cantik dengan gaun pengantinnya. Gaun itu mencetak tubuhnya yang indah. Riasan wajahnya sederhana karena pagi itu hanya mengucap janji dan berkumpul dengan teman dekat dan keluarga. Armando memilih Tuxedo hitam dan menolak warna putih karena dia memang tidak suka. Tapi justru itu menegaskan ketampanannya. Armando menatap senang pada Avery yang cantik.


"Sepertinya aku tidak akan bosan pada pengantinku." bisik Armando pada Restandi.


"Tentu saja dia masih gres belum tersentuh seorang pria pun." balas Restandi.


"Wah kau memang pria nakal'." Restandi mengejek Armando.


"Kalau aku tidak nakal Melani tidak mungkin hamil." Armando tersenyum melirik Melody, putrinya yang cantik. Frans menggendongnya.


"Sudah sana ucapkan janjimu dengan benar. Karena istri-istrimu tidak ada yang tahan denganmu " tampaknya Restandi tidak ingin Armando bahagia. Tapi Armando tidak terpancing. Dia tetap tenang menunggu Avery tiba di hadapannya. Restandi memeriksa kembali cincin yang ada di tangannya. Bisa bahaya jika cincin itu hilang, Armando akan membunuhnya. Pengucapan janji pun lancar mereka laksanakan. Armando dan Avery resmi menjadi suami istri. Mereka menikmati makan siang bersama. Tidak lupa berfoto bersama. Avery tampak bahagia. Zakhary yang puas, dari semua pria yang dia jodohkan pada putrinya ternyata Avery memilih Armando. Pria yang di sukai Zakhary. Walaupun Armando akan membawa putrinya pergi. Mereka siang itu juga di perkenalkan sosok berdarah Amerika, Lionel Cody. Pria tampan berambut pirang dan bermata biru ini sepupu Avery. Dia akan membantu Avery bekerja di kantornya. Karena Avery akan bekerja dari Jakarta. Walau bagaimana Avery adalah pewaris bisnis Zakhary. Acara makan siang tidak lama karena malam hari mereka harus menghadiri pesta. Ruangan yang di gunakan juga lebih besar dari tempat itu. Zakhary mengundang kolega dan relasi bisnisnya. Bisa di perkirakan undangan yang datang akan sangat banyak. Maka Armando dan Avery memilih untuk beristirahat, karena nanti malam mereka akan lelah. Di kamar hotel Avery sudah mengganti gaunnya. Dia tampak bingung memilih kalung yang akan dia kenakan nanti malam. Sebenarnya Avery sudah memilih, tapi dia tergoda ketika para bibi memberi hadiah perhiasan. Armando yang melihat itu menggelengkan kepala. Dasar perempuan, pikirnya. Tapi setiap wanita pasti ingin tampil cantik di hari bahagianya.

__ADS_1


"Bingung?" tanya Armando yang duduk di sebelah Avery.


" Menurutmu mana yang lebih cantik?" Avery meminta pendapat.


"Kamu sudah cantik, pakai apa pun tidak masalah." jawab Armando santai. Tapi Armando menyodorkan pada Avery satu buah kotak merah.


"Pakai ini." kata Armando singkat. Avery menerima kotak itu dan membukanya. Tampak satu set perhiasan bertabur berlian.


"Siapa yang memilihnya? Mamamu atau kamu?" tanya Avery penasaran.


"Aku sendiri. Kenapa, kamu tidak suka?"Armando balas bertanya.


"Aku sangat suka." Avery menjawab dengan mata berbinar. Ini hadiah pertama dari suaminya. Armando tersenyum lega. Sebenarnya dia tidak pandai memilih perhiasan.


"Terima kadih ya Ar. Ini indah." Avery setuju untuk mengenakannya nanti malam.


"Aku yang terima kasih kamu mau sayang sama Melody. Merawatnya penuh cinta." kata Armando yang ternyata menghargai Avery sangat dalam.


"Tapi aku di beri kesempatan untuk jadi ibunya aku senang dan bahagia." Avery tersenyum manis matanya menatap haru.

__ADS_1


"Kalau begitu cium dong." Armando menggoda istrinya. Avery dengan malu mencium pipi Armando.


"Bukan di situ, tapi di sini." Armando tidak puas dengan apa yang di lakukan Avery, dia menunjuk bibirnya. Armando menarik Avery ke pangkuannya, dia ingin membangun kedekatan dengan istrinya. Dengan terpaksa Avery mengikuti keinginan Armando. Dengan perlahan dia mencium Armando, Avery memang belum berpengalaman, pacaran saja dia tidak pernah. Tapi apa yang dia lakukan sangat manis bagi Armando.


__ADS_2