Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
176. Aku Makin Cinta


__ADS_3

Arleta melayani Restandi makan. Rion datang dengan wajah letih.


"Kamu baru pulang Rion?" tanya Restandi perhatian.


"Iya kak, tadi di kantor ramai." Rion langsung duduk di meja makan. Tidak punya tenaga lagi untuk naik ke lantai tiga. Arleta kasihan, dia mengambilkan makan untuk Rion.


"Maksudnya ramai?" tanya Restandi tidak mengerti.


"Para artis mantan direktur rupanya sadar tidak bisa mengharapkan pacar bajingan mereka. Jadi tadi banyak yang datang minta program acara mereka di jalankan kembali. Artis kaleng-kaleng semua." keluh Rion.


"Yang punya prestasi dan nama besar mana mau di rayu sama direktur abal-abal begitu." kata Restandi sinis. Dia juga sudah mendengar mantan direktur stasiun TV itu sedang kesulitan menghidupi anak istrinya. Tidak ada lagi orang yang percaya padanya. Kabar dia di pecat dengan segudang skandalnya sudah tersebar.


"Nanti dapat perawatan gratis di klinik Arleta deh." hibur Restandi pada adiknya.


"Ih aku sudah sering jadi korban percobaannya Trisia." kata Rion sambil celingak-celinguk takut istrinya dengar. Restandi dan Arleta terkikik geli. Bicara tentang perawatan itulah yang di tuntut Restandi malamnya di peraduan mereka.


"Mana perawatan plus-plusnya." tuntut Restandi sambil mengukung Arleta hingga istrinya tidak dapat berkelit.


"Memangnya harus di lakukan?" Restandi tidak menjawab tapi menaikan alisnya tanda memang harus di lakukan. Menyesal deh Arleta. Dia tadi asal bicara, sekarang apa yang harus dia lakukan. Arleta perlahan melucuti pakaian Restandi sambil berpikir cara-cara menggoda suaminya. Hal yang belum pernah di lakukannya. Arleta pun membayangkan bagaimana bila seorang wanita menggoda pria seperti di film-film dan melakukannya pada Restandi. Suaminya menahan napas, dia senang Arleta berupaya menggodanya. Tapi Restandi jadi terhanyut akan fantasinya sendiri dia jadi tidak tahan.


"Sayang, aku tidak sabar lagi. Kita perawatan inti saja dulu ya. Yang lain besok saja." Restandi pun menguasai Arleta. Dia melakukan hal yang di sukainya dalam kegiatan mereka. Cukup lama Restandi menguasai Arleta.


"Sudah ya nanti kamu lelah." Restandi ingin mengakhiri aksinya.


"Benar sudah puas?" tanya Arleta lembut.

__ADS_1


"Ko kamu manis begini sih? Ini saja sudah bikin aku gemas. Bagaimana kalau kamu nakal? Kamu bilang begitu aku jadi mau lagi." Restandi tidak menahan diri lagi. Dia benar-benar melakukannya hingga puas. Arleta sudah tertidur ketika Restandi selesai. Dia bangkit ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah berpakaian Restandi menyiapkan handuk kecil dan air hangat. Di bersihkannya tubuh Arleta perlahan. Istrinya sudah memberikan kepuasan maka dia akan memberikan kenyamanan. Restandi mengambil baju tidur Arleta yang baru. Mengenakannya dan menyingkirkan baju tidur Arleta yang tadi agar kamar tetap rapih. Alris terbangun karena lapar. Restandi menggendongnya. Perlahan di letakkannya Alris di sebelah Arleta. Di bantunya Alris untuk menyusu. Alris langsung menguasai dada Arleta.


"Ini milik kita bersama ya sayang, jangan di kuasai sendiri. Papa juga suka." kata Restandi pada putrinya. Mendengar itu Arleta tersenyum, dari situ Restandi tau Arleta tidak tidur.


"Nakal ya, pura-pura tidur." Restandi mencium pipi Arleta, membuat Arleta tertawa.


"Kamu lucu, jadi ini aset bersama." Arleta mendekatkan putrinya agar lebih leluasa menyusu padanya.


"Dari tadi kamu tidak tidur?" Restandi penasaran.


"Aku tidur, tapi pas kamu bersihin badan aku jadi terbangun." Arleta mengaku.


"Maaf ya kamu jadi bangun. Iya ini aset bersama." Restandi mengecup dada Arleta yang satunya.


"Apa tuh?" Arleta yang penasaran sekarang.


"Ini." tangan Restandi membimbing tangan Arleta mengusap miliknya di bawah sana.


"Mau di bangunkan?" tanya Restandi menggoda. Arleta segera menarik tangannya tanda tidak setuju.


"Kenapa? Nanti aku mandikan deh." bujuk Restandi. Arleta pun memindahkan Alris menyusu pada dada yang satu, dia membelakangi Restandi tanda kesal. Baru saja dia tidur karena lelah, di minta melayani suami lagi.


"Kamu ih gituin aku." goda Restandi tidak berhenti.


"Dia tegang nih, kamu pegang sih tadi." Restandi mencolek bahu Arleta sambil tersenyum. Untung Alris tidak banyak menyusu, dia segera berhenti.

__ADS_1


"Nih, bobo in anaknya. Aku mau ke kamar mandi." Arleta memberikan Alris pada Restandi, dia lalu melangkah ke kamar mandi sebagai alasan. Arleta hanya ingin menghindari suaminya. Restandi bangkit sambil menimang Alris.


"Bobo ya sayang, papa mau kerja lagi." sengaja Restandi bicara agar Arleta dengar. Di kamar mandi Arleta membasuh wajahnya sambil berpikir apa yang harus dilakukan pada pria yang mencari hiburan malam itu. Ketika Arleta keluar Restandi masih menimang Alris.


"Tuh mama sudah siap." Restandi dengan yakin melirik Arleta. Tapi tampaknya Alris belum mau tidur, matanya menatap Restandi. Arleta berjalan dan duduk di depan meja riasnya. Dia mulai menyisir rambutnya untuk menggoda Restandi.


"Ayo dong sayang bobo." Restandi mencium pipi Alris yang bulat. Arleta tertawa dalam hati. Semoga Alris tidak cepat tidur, doanya. Arleta lalu naik ke tempat tidur, masuk ke dalam selimut mencoba tidur. Dia hampir tidur ketika Restandi menyusulnya dan berbaring di sebelahnya. Di tariknya Arleta masuk dalam pelukannya. Arleta jadi terbangun.


"Aku makin cinta sama kamu Arleta." Restandi mencium bibir Arleta lembut. Gaya sok jual mahal istrinya ini bikin gemas.


"Kita bikin anak lagi gimana? biar aku bisa kejar tayang." tanya Restandi. Arleta segera mencubit pinggang Restandi.


"Sekarang bahasanya beda ya, kejar tayang." protes Arleta.


"Ada yang ajarin, Rion. Kalau kamu tidak suka kamu hajar saja dia." Restandi berdalih.


"Memang kamu mau aku hamil lagi?" tanya Arleta serius.


"Aku tidak tega sih, tapi kejar tayangnya boleh ya cantik." ini rupanya tujuan Restandi.


"Memangnya aku pernah menolak." alamat minum jamu pegal linu nih, pikir Arleta.


"Tidak pernah, walau kamu lelah." harus Restandi akui, Arleta selalu mengalah dalam hal itu. Paling dia ketiduran kalau sudah tidak kuat. Tapi kalau sudah ijin Restandi jadi leluasa mengganggu Arleta. Entah mengapa belakangan gairahnya sedang sangat tinggi. Jika tidak diimbangi di rumah takutnya tergoda di luar. Walaupun Restandi bukan pria yang mudah tergoda tapi dia harus terpuaskan di dalam rumah. Salah satu upaya Restandi agar tidak ada celah, dia harus puas dengan rumah tangganya. Di butuhkan kerja sama yang baik agar sukses. Arleta juga demikian. Pasti banyak di luar sana yang menggodanya. Restandi yakin pasti Kevin juga bersedia menerima Arleta jika menjadi janda. Maka Restandi juga tidak boleh lengah.


"Tidur ya sayang. Hati-hati besok pagi ada penyusup yang masuk." bisik Restandi di telinga Arleta. Sambil tersenyum Arleta segera tidur.

__ADS_1


__ADS_2