Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
23. Kevin Lagi


__ADS_3

Berbeda dengan Kevin yang mendengar Arleta akan menikah menjadi panik. Hatinya belum rela Arleta menjadi istri orang lain. Kevin lalu berpikir bagaimana dia bisa bertemu Arleta lagi. Hari itu di kantor Kevin tidak bisa konsentrasi pada pekerjaannya. Pikirannya terus pada Arleta. Akhirnya Kevin memutuskan untuk menemui Arleta. Dia datang ke klinik, pada saat itu tidak ramai seperti biasanya. Kevin langsung masuk dan menuju ruangan Arleta. Diana melihat Kevin datang namun karena dia sedang ada tamu dia tidak dapat mencegah Kevin bertemu Arleta. Ruangan Arleta di atas Kevin sudah hafal. Karena dulu dia suka mendatangi Arleta di klinik. Dengan masuknya Kevin tiba-tiba Arleta terkejut. Dia takut bertemu Kevin. Dari tatapan Arleta Kevin tau apa yang di rasakan gadis itu terhadap dirinya.


"Tenang Leta, aku tidak akan melakukan yang buruk padamu". Kevin menenangkan namun tangannya mengunci ruang kerja Arleta. Kevin tidak mau ada yang mengganggu mereka. Kevin langsung duduk di hadapan Arleta. Gadis itu tegang menanti apa yang Kevin akan lakukan.


"Aku hanya akan bertanya padamu. Apakah benar-benar sudah tidak ada harapan bagiku kembali padamu?". tanya Kevin dengan sedih. Arleta menghela napas.


"Maaf, dulu memang aku mencintaimu Vin. Tapi sekarang hatiku berubah. Aku tidak mau bersamamu lagi". Arleta menjawab jujur. Walaupun itu hal yang berat bagi Kevin.


"Benarkah kau akan segera menikah?". Kevin berharap yang di dengarnya salah.


"Iya. Restandi ingin pernikahan kami di percepat". jawaban Arleta menumbangkan harapan Kevin.


"Leta jika memang aku sudah tidak pantas lagi berada di sisimu bolehkah aku berharap untuk jadi temanmu? jangan lagi takut padaku. Aku hanya terlalu mencintaimu hingga membuatmu sedih. Bisakah?". tatapan Kevin penuh ketulusan. Arleta lega sekarang. Jika Kevin bisa menerima ini semua dia tidak perlu khawatir lagi.


"Kau sungguh-sungguh?". Arleta meminta kepastian. Kevin mengangguk lalu menggenggam tangan Arleta.


"Aku merelakanmu. Betapa kerasnya aku berupaya untuk bersamamu tapi jika kau tak bahagia bersamaku untuk apa?". Arleta merasa hatinya lapang sekarang.

__ADS_1


"Baiklah kita teman sekarang Kevin. Semoga kau bisa menemukan pasangan yang lebih baik dariku Vin". Arleta menghibur Kevin. Tidak ada yang lebih baik darimu Arleta, pikir Kevin. Dan aku kehilangan dirimu.


"Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kali?". tanya Kevin berharap. Arleta terpaku sesaat. Tapi dia pikir tidak ada salahnya memenuhi harapan Kevin. Karena sekarang mereka berteman. Arleta pun berdiri menghampiri Kevin. Kesempatan itu tidak di sia-siakan Kevin yang lalu memeluk Arleta erat.


"Jangan ragu untuk menghubungiku bila ada yang bisa kulakukan untukmu". Kevinpun melepaskan Arleta dengan berat hati, karena ini terakhir kalinya dia bisa memeluk Arleta. Hati Arleta sendiri terasa damai. Dia bisa memulai hubungan yang baru dengan Kevin.


"Aku tidak bisa langsung melupakanmu Leta. Tapi aku akan mengalihkan cinta dan sayangku padamu sebagai adikku". Kevin berbohong pada Arleta. Dia hanya ingin Arleta tidak menghindarinya dan merasa nyaman. Kevin sudah bertekad untuk menyimpan cintanya pada Arleta dalam hatinya. Arleta percaya pada semua yang di katakan Kevin. Sekarang dia tidak punya perasaan cinta lagi pada mantannya itu. Arleta bisa baik pada Kevin karena pernah lama menjalin hubungan. Hati Arleta sudah menolak Kevin untuk menjadi pendamping hidupnya. Mungkin jika Kevin tidak menyakitinya Arleta akan terus bersabar menghadapi Kevin. Tapi sekarang dia bisa memilih siapa yang betul-betul ingin membuatnya bahagia.


"Aku senang jika kita bisa berteman Vin, walau untuk sementara ini kita tidak bisa dekat dulu. Aku ingin menghargai perasaan Restandi". jelas Arleta. Walau berteman tapi Arleta tidak mau sering bertemu.


"Aku mengerti. Restandi pasti marah dengan yang kulakukan". Yang Kevin maksud pada malam pertunangan Revita. Arleta sudah belajar dari peristiwa itu. Jika tidak ingin Restandi bersikap dingin jangan membuatnya marah. Dekat-dekat dengan Kevin saat ini pasti Restandi marah.


"Let's mana abangku? Apa yang dia lakukan padamu?". tanya Revita cemas. Arleta terkejut dengan kedatangan Revita. Tapi langsung mengerti apa yang Revita cemaskan. Arletapun tersenyum berusaha menenangkan sahabatnya.


"Dia cuma tanya apa aku akan segera menikah. Dia juga tidak akan menghalangi aku karena itu pilihanku. Kevin ingin kita berteman". jelas Arleta. Revita lega. Tapi hatinya masih merasa ada yang mengganjal entah apa.


"Ya sudah, aku takut terjadi sesuatu". kata Revita.

__ADS_1


"Kamu kesini sendiri naik apa?". tanya Arleta penasaran.


"Sama Arlan lah. Gimana bisa aku keluar kantor jam segini. kalau sama pimpinan kan ga masalah". Revita menjawab dengan kesal.


"Sekarang Arlannya mana?". Arleta bangkit berdiri.


"Di bawah lagi perawatan wajah". jawab Revita asal. Dia merasa sangat rugi sudah mencemaskan sahabatnya, karena ternyata yang di cemaskan duduk manis dan tenang di kantornya. Ini semua gara-gara bang Kevin. Arleta turun kebawah mencari Arlan. Pria itu baru saja akan naik menyusul Revita melihat Arleta turun.


"Arleta kamu ga apa-apa?". tanya Arlan cemas.


"Aku baik-baik saja. Maaf kalian jadi bingung karena aku ya?". Arleta jadi merasa tidak enak.


"Kami cuma khawatir saja. Ya sudah kalau kamu baik-baik saja". Arlan merasa lega dan dia sebenarnya tidak mau mencampuri urusan Arleta dan Kevin.


"Maaf merepotkan kalian kembali kerja saja. Tapi karena aku merasa ga enak sama kalian nanti malam aku traktir makan deh". Arleta memberikan penawaran untuk menghargai kerepotan Revita dan Arlan.


"Harusnya kami yang mentraktirmu makan malam karena kamu sudah membantu kami di acara pertunangan". jawab Arlan.

__ADS_1


"iya betul". Revita menimpali. Buat dia tidak masalah siapa yang mentraktir. Revita ingin makan bersama Revita.


"ok aku ajak Restandi makan malam bareng ya".


__ADS_2