
Mereka menikmati makan malam sambil mengobrol. Ternyata Restandi memang ingin Arleta menemaninya makan malam. Dalam perjalanan pulang mengantar Arleta, gadis itu pun bercerita tentang Diana yang ingin mengenal Norman.
"Jadi kamu ke rumah sakit bukannya nengok aku tapi mau cari tau tentang Norman?". tanya Restandi tidak suka. Arleta bingung menjawabnya. Ingin menjawab jujur khawatir Restandi kecewa. Namun dengan Arleta tidak langsung menjawab Restandi jadi tau tebakannya benar.
"Wah kamu harus di hukum Arleta. Sudah membuat tunanganmu kecewa". Restandi berkata tanpa senyum.
"Tapi kan aku sudah menemanimu makan malam". Arleta masih membela diri sambil tersenyum manis.
"Tetap tidak mengurangi hukuman". Restandi berkeras. Sebenarnya dia harusnya senang Arleta datang ke rumah sakit hari ini, apapun alasannya. Tapi dia ingin menggoda Arleta dan memojokan Arleta. Merasa senyum manisnya tidak mempan Arleta pun memalingkan wajahnya. Dia berpikir apa yang bisa membuat Restandi tidak kesal. Mereka tiba di rumah Arleta. Ketika mulai membuka sabuk pengamannya Arleta heran Restandi diam saja tidak melakukan hal yang sama.
"Rest kamu ga turun?". tanya Arleta penasaran.
__ADS_1
"Engga, aku mau pulang mama kurang sehat". jawab Restandi. Arleta terkejut.
"Ko kamu ga bilang?". Arleta menyesali Restandi tidak memberitahunya sofi sakit.
"Hari ini aku sibuk ga sempat kasih tau kamu. Kalau mau nengok mamaku besok saja ya. Waktuku tidak sepadat hari ini". Restandi menjelaskan.
"Ok kalau begitu". Arleta patuh, dia bersiap untuk turun.
"Sekarang giliran ku". Restandi pun balas mencium pipi Arleta mesra. Arleta terkejut dan tersipu, dia langsung keluar dari mobil dan cepat-cepat masuk ke dalam rumah. Restandi tersenyum, dia merasa jantungnya berdebar. Sepertinya sebelum membuat Arleta jatuh cinta padanya, dia dulu yang jatuh cinta pada Arleta.
Melani saat ini berada di hadapan Armando. Pria itu menawarkan kontrak kerja menjadi model iklan obat di perusahaannya. Entah apa yang ada di pikiran Armando. Sepertinya dia ingin tau tentang mantan kekasih Kevin yang satu ini. Armando menatap Melani sambil menilai gadis itu. Cukup cantik, tubuhnya bagus. Armando merasa jika di tangani dengan baik Melani bisa lebih dari ini. Melani yang sedang kesulitan tentu saja menerima dan langsung tanda tangan kontrak dengan Armando. Pada saat ini sebenarnya mereka berdua sedang saling menilai. Melani melihat Armando sebagai sosok pengusaha yang tampan dan arogan. Melani mengagumi Armando tapi karena sikapnya yang arogan Melani jadi berhati-hati. Kali ini dia betul-betul ingin berkarir. Sudah dua kekasih yang meninggalkannya maka Melani tidak mau sembarangan mendekati pria. Cukup bekerja saja saat ini. Armando menyuruh asistennya untuk mengatur segala urusan tentang Melani dan jadwal pemotratan. Melani merasa dengan mendapat kontrak pekerjaan, dia tidak tau yang di hadapannya adalah kakak dari Arleta. Melani merasa ini awal karirnya di Indonesia.
__ADS_1
Arlan dan Revita sudah mulai bekerja di kantor cabang yang baru bersama. Tapi berdasarkan pengalaman yang lalu Arlan ingin semua karyawan di kantor itu tau kalau Revita kekasihnya. Arlan juga sudah mempertimbangkan hubungannya dengan Revita. Dia merasa sudah mantap dan tidak mau kehilangan Revita. Maka dia mengusulkan pada Revita untuk bertunangan. Revita senang karena dia juga tidak mau kehilangan Arlan. Revita melihat hubungan abangnya Kevin cukup lama yang akhirnya berpisah karena Kevin tergoda wanita lain. Mereka pun membicarakan dengan keluarga masing-masing tentang pertunangan. Revita sebenarnya ingin mengobrol dengan Arleta hari ini tapi sayang Arleta harus menjenguk Sofi karena sudah berjanji pada Restandi. Sore itu dia ke rumah sakit bersama Diana yang ingin melihat dokter Norman Sati. Kebetulan Restandi dan Norman baru saja selesai mengecek pasien, sehingga Arleta dan Diana tidak perlu menunggu lama.
"Kamu sudah datang?". sapa Restandi pada Arleta. Restandi pun memperkenalkan Arleta dan Diana pada Norman.
"Karena saya dan Arleta ada keperluan, jadi dr Diana saya titipkan pada kamu ya Norman". kata Restandi pada Norman memutuskan. Norman terkejut. Dia sebenarnya sudah pernah bertemu dengan Diana tapi tiba-tiba di titipkan begini dia bingung juga. Namun sepertinya dia tidak punya pilihan. Diana senang bisa berdua dengan Norman. Arleta sendiri merasa tugasnya sudah selesai, tinggal Diana dan Norman saja nantinya bagaimana. Arleta suka dengan cara Restandi yang seperti itu. Restandi dan Arleta segera meninggalkan rumah sakit. Khawatir nanti terlalu malam Sofi sudah istirahat. Restandi memutuskan mereka makan malam di rumah saja. Arleta sudah menyiapkan bingkisan untuk Sofi. Dia sudah tau apa saja yang Sofi suka jadi tidak akan membawakan sesuatu dengan sia-sia. Menurut Restandi mamanya jatuh karena kurang hati-hati sehingga kakinya terkilir. Hingga hari itu kakinya belum bisa di gunakan karena sakit dan bengkak. Sofi harus menggunakan kursi roda untuk beraktifitas di dalam rumah. Arleta cukup tau kalau Sofi wanita yang aktif, pasti bosan dan sedih harus diam di rumah dan menggunakan kursi roda. Mereka tiba pada saat orangtua Restandi akan makan malam. Sofi sangat senang Arleta datang menengoknya. Apalagi dengan datang membawakan kue kesukaannya. Nikolas dan Sofi senang dengan perhatian Arleta yang tulus. Bukan datang karena di minta Restandi atau datang karena memiliki maksud tertentu. Setelah makan malam mereka berbincang di ruang keluarga.
"Mama senang kamu datang loh sayang". kata Sofi pada Arleta.
"Iya ma Arleta juga senang bisa nengok mama. Kalau mama bosan mama telpon Arleta saja". balas Arleta manis.
"Nanti mama bilang ya sama mama kamu supaya boleh nginap di sini. Kalau pagi kamu kan kerja". usul Sofi pada Arleta. Restandi langsung cerah wajahnya dan menatap Arleta dengan menggoda. Arleta terkejut dengan usul Sofi. Apalagi melihat tatapan Restandi sepertinya bahaya nih jika dia menginap di rumah calon mertuanya.
__ADS_1
"Nanti Arleta datang siang ma, pasti sepi mama sendiri". tidak salah Arleta mengusulkan demikian karena para pria pasti di rumah sakit. Sofi hanya dengan para pelayan di rumah. Semula Restandi tidak suka ide itu, dia tidak bisa bertemu Arleta dong. Tapi demi mamanya Restandi setuju. Suatu hal yang bagus Arleta bisa menyukai orangtuanya. Apalagi nanti pasti mereka akan tinggal bersama.