Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
115.Permintaan Restandi


__ADS_3

Arleta menawar pada Restandi. Tubuhnya tidak sanggup jika hamil terus. Walaupun dia tetap sehat.


"Aku janji kalau punya anak perempuan kamu tidak perlu hamil lagi." Restandi juga tidak tega melihat Arleta kesakitan.


"Baiklah kita program untuk punya anak perempuan." Arleta mengalah.


"Terima kasih sayang. Ayo kita bikin sekarang." Restandi menggendong Arleta ke tempat tidur.


"Loh, kamu tidak ke rumah sakit?" tanya Arleta bingung.


"Aku kerja buat istri dulu, baru ke rumah sakit." Restandi membaringkan Arleta dan menciumnya mesra.


"Aku tuh jenuh sekali sama kerjaan yang rasanya tidak ada habisnya. Hiburanku cuma main sama anak, apa lagi main sama istri." Restandi berkata sambil tersenyum menggoda. Arleta terkejut ternyata suaminya jenuh. Dia mengusap sayang kepala Restandi. Hatinya iba pada suaminya yang sudah bekerja keras bagi keluarga.


"Kalau begitu nanti malam kita main sampai kamu puas deh." Arleta terkena modus Restandi.


"Tapi aku sudah tidak tahan nih." Restandi tidak mau mengalah. Nanti malam lain lagi urusannya. Arleta pun pasrah. Setelah mendapatkan keinginannya Restandi pun bersiap untuk ke rumah sakit.


"Kamu mau sarapan di bawah atau di sini saja?" tanya Arleta, dia memasangkan dasi suaminya.

__ADS_1


"Di sini saja, yang ada saja waktuku tidak banyak." jawab Restandi cepat. Dia malas jika harus ke bawah lagi. Arleta akan menyiapkan sarapan ketika Restandi menariknya dan memeluknya.


"Ingat ya, nanti malam kamu janji loh aku boleh sampai puas." Restandi berbisik di telinga Arleta. Ya ampun, suaminya betul-betul menggunakan kesempatan.


"Iya sayang." Arleta mencium pipi Restandi, lalu menarik pria itu untuk duduk dan menerima sarapannya. Di kamar hanya ada sereal dan susu dingin.


"Susunya dingin tidak apa?" tanya Arleta menunjukan susu yang diambilnya dari lemari pendingin.


"Tidak apa sayang, yang penting asal jangan kamu yang dingin." Restandi mengedipkan sebelah matanya. Sarapan apa pun yang di berikan istrinya akan di terimanya karena dia harus segera berangkat. Restandi senang pagi ini sudah di layani istrinya. Sejak subuh dia sudah tergoda pada istrinya, tapi Arleta harus mengurus Alrest. Untung putranya kemudian tidur lagi. Saingannya sekarang adalah putranya. Restandi mencium pipi Arleta sebelum berangkat.


"Terima kasih ya sayang." Restandi segera pergi. Arleta mengantar Restandi hingga pintu depan lalu dia ke ruang makan. Perutnya lapar dia ingin sarapan. Di ruang makan tampak Sofi dan Rion.


"Restandi mana sayang, sudah siang belum turun?" tanya Sofi pada Arleta.


"Padahal mama sedang buat bekal makan siangnya." kata Sofi kecewa.


"Biar nanti aku dan Jono yang bawa ma." kata Rion menyela. Sofi pun kembali bersemangat.


"Ma nanti malam bisa titip Alrest? Aku sama Restandi ada perlu mau pergi." kata Arleta pada Sofi.

__ADS_1


"Titip aku saja." kata Rion bersemangat.


"Hus, istri kamu sedang hamil. Biar sama mama saja." kata Sofi dengan cepat. Rion kecewa.


"Terima kadih ya ma. Nanti sore Arleta titip Alrest. Kamu ,aku mau bicara." Arleta menunjuk Rion, lalu melangkah ke kolam renang. Rion pun mengikuti Arleta. Suasana di kolam renang sepi, Arleta duduk di sofa.


"Aku pingin buat kejutan untuk Restandi. Kasihan dia sudah lelah bekerja. Kalau terus begitu nanti dia berpaling pada yang lain." gurau Arleta santai.


"Aku sih ragu kalau kakak berpaling darimu. Masalahnya istri cerewet begini kalau ketahuan selingkuh repot jadinya." Rion cari mati menggoda Arleta. Dan sungguh Arleta ingin menceburkan Rion ke tengah kolam.


"Jadi apa yang bisa ku bantu?" Rion tersenyum melihat Arleta merajuk.


"Aku pingin sewa kamar hotel buat aku dan Restandi menginap malam ini." seru Arleta semangat. Rion tersenyum. Boleh juga idenya.


"Untuk apa sewa hotel, kakak kan punya hotel. Aku sih bisa saja buka kamar buat kamu, tapi lebih baik kamu bicara sama Sehun soal itu. Mereka kan rekanan." Rion bicara serius kali ini. Arleta memikirkannya sejenak. Dia bicara saja pada Monika. Arketa pun mengirimkan pesan pada Monika, mengungkapkan keinginannya. Rion menanti dengan sabar, dia merebahkan dirinya pada sofa yang satunya. Arleta harus menunggu untuk mendapat balasan dari Monika. Tidak lama kemudian Monika menelpon, mereka terlibat percakapan. Rion hampir tertidur ketika Arleta mengajaknya bicara.


"Rion, kata Monika Sehun akan menyiapkan kamar untuk kami. Monika yang akan menghiasnya. Aku akan menunggu Restandi di sana dengan alasan ada janji makan malam dengan Monika dan Sehun di sana." kata Atleta menerangkan. Rion segera bangkit berdiri.


"Kalau begitu biar aku antar kamu ke hotel nanti sore. Alrest biar aku yang jaga sampai besok pagi jadi kalian bebas malam ini." Rion tersenyum senang. Dia sayang pada Alrest. Rion bertekat harus menang dari Sofi dalam memperebutkan Alrest.

__ADS_1


"Ok kalau begitu aku siapin bawaanku dulu buat nanti sore." Kata Atleta bangkit berdiri.


"Aku suruh Jono antar bekal buat kakak. Nanti sore aku ambil Alrest ke kamarmu." Rion segera berlalu mencari Jono. Dia ingin segera memberi tau Trisila, nanti malam ada tamu penting bermalam di kamar mereka. Srleta kembali ke kamarnya. Dia akan memandikan Alrest. Setelah selesai mandi Arleta membetikan susu pada putranya. Di kamar Alrest bermain sendiri. Di pasangnya musik untuk anak-anak. Arleta mulai menyiapkan baju Restandi untuk nanti malam dan besok pagi. Untuknya sendiri gaun cantik untuk makan malam serta baju tidur yang seksi. Setelah menyiapkan bawaannya Arleta berpikir lagi apa yang akan dia lakukan. Ah dia ingin luluran. Arleta melakukannya ketika Alrest tidur. Setelah selesai Arleta membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Mencoba beristirahat. Tidak lupa mengirim pesan pada Restandi untuk datang ke hotel pulang bekerja nanti. Karena alasan Arleta Sehun dan Monika harus bermain kucing-kucingan dengan Restandi. Mereka sengaja tidak menampakkan diri hingga Restandi keluar dari rumah sakit. Untung Sehun dan Monika punya alasan untuk ke rumah sakit yang baru. Karena sebentar lagi akan di resmikan. Seperti janji Rion, sore dia datang ke kamar Arleta. Rion membawa Alrest dulu ke kamarnya di lantai tiga. Trisia sudah menantinya. Setelah itu Rion dan Arleta berangkat menuju hotel. Restandi yang datang ke hotel bingung. Mengapa Arleta makan malam di kamar paling mewah di hotelnya. Harusnya kan cukup di restauran. Tapi mungkin agar lebih pribadi. Restandi tidak melihat Sehun dan Monika di rumah sakit dia yakin mereka sudah datang lebih dulu. Restandi menuju kamar yang di maksud.


__ADS_2