
Sehun bertanya pada Restandi tapi matanya melirik pada Monika. Uang di lirik sedang serius menatap Restandi ingin tau tentang Arleta. Restandi merasa geli melihat ulah Sehun.
"Arleta hamil." kata Restandi terus terang. Sehun dan Monika terkejut.
"Selamat ya dok." Monika memberi selamat dengan antusias.
"Terima kasih ya ." kata Restandi dengan wajah bahagia.
"Wah kau senang ya." kata Sehun mengomentari wajah Restandi.
"Jelas dong aku senang. Monika tolong panggil Norman ya, dia gantikan saya siang ini." Restandi ingin cepat-cepat pulang.
"Baik dok." Monika keluar untuk menghubungi Norman.
"Kenapa tidak kau bawa ke sini . Arleta kan perlu pemeriksaan lebih lanjut." Sehun sebetulnya kesal Restandi membuat Monika pergi.
"Betul juga katamu. Coba aku hubungi Rion." Restandi mencari nomer kontak Rion.
"Tumben adikmu di rumah."Sehun tau Rio. jarang di rumah. Dia bersahabat dengan Restandi kan sudah lama.
"Aku juga heran. Sejak Arleta datang dia jadi betah di rumah." Restandi tidak tau jawabannya.
"Kau tidak khawatir dia naksir istrimu?" Sehun duduk santai di sofa.
"Seberandal-berandalnya Rion, dia masih tau batas." Restandi tau sifat adiknya.
"Iya sih dia takut padamu. Pada papamu sepertinya dia berani melawan, tapi padamu dia tidak begitu." Sehun merasa heran pada Rion.
__ADS_1
"Masa sih?" Restandi baru tau fakta tersebut.
"Kau buktikan saja sendiri. Aku sih sudah lama melihat itu." Sehun memeriksa ponselnya. Restandi membuat catatan tentang operasi tadi.
"Kau tidak suruh Monika buat kopi?" tanya Sehun.
"Yang kau mau kopi atau Monika?" Restandi tidak dapat menahan rasa isengnya. Karena tidak biasanya Sehun seperti ini.
"Apaan sih." kata Sehun kesal.
"Kau tau tidak, Monika berubah itu karena mau di jodohkan oleh Arleta." ini sih akal-akalan Restandi. Dia ikut dalam permainan Arleta.
"Apa? dengan siapa?" tanya Sehun antusias. Nah umpan ke dua di makan, pikir Restandi. Senang juga dia bisa mengerjai temannya itu. Siapa suruh jomblo.
"Kurang tau ya, mungkin Rion. Karena belakangan ini Arleta ingin Rion jadi pria yang baik. Jadi mungkin Arleta berpikir Monika bisa mengubah Rion." Maaf ya adikku aku manfaatin kamu. Sehun tidak mengatakan apa pun. Tapi wajahnya bagaikan hujan badai di malam hari. Tiba-tiba ponsel Restandi berbunyi. Rion menghubungi Restandi. Tadi sewaktu Restandi menghubunginya Rion tidak menjawab. Restandi pun meminta Rion membawa Arleta ke rumah sakit untuk pemeriksaan kehamilannya. Sebagai seorang pemuja kakak Rion pun segera melakukan tugasnya.
"Kau akan membawa Arleta bertemu siapa?" tanya Sehun ingin tau. Restandi berpikir sejenak.
"Aku rasa masih. Biar ku beri tau agar dia menunggu Arleta." Sehun pun beranjak pergi. Restandi menatap Sehun dengan tertawa geli. Rion pun mengantar Arleta ke rumah sakit. Tentu saja dengan gayanya dia jadi pusat perhatian di rumah sakit. Arleta gemas jadinya. Dia cepat-cepat menuju ruang kerja Restandi. Monika menyambut mereka dan mengucapkan selamat pada Arleta.
"Selamat ya mbak Arleta." Monika mencium pipi Arleta.
"Kamu sudah tau. Terima kasih." Arleta mengerti yang di maksud Monika. Dia pun melangkah masuk ke ruang Restandi.
"Yang tadi siapa?" tanya Rion berbisik.
"Asisten Restandi, kenapa?" tanya Arleta pada Rion. Dia menghentikan langkahnya karena penasaran.
__ADS_1
"Cantik, sudah punya pacar belum?" tanya Rion lagi. Astaga, tidak tau tempat pikir Arleta. Karena kesal Arleta tidak menjawab pertanyaan Rion.
"Kamu sudah datang sayang." Restandi bangkit menyambut Arleta ketika di lihatnya istrinya masuk. Cih yang di sambut istrinya saja pikir Rion. Dia duduk dengan santai di sofa.
"Kita ketemu dokter Lukman Aria ya ." kata Restandi menggandeng Arleta. Istrinya menurut saja.
"Rion kamu tunggu di sini dan jangan bikin ulah." kata Restandi pada Rion sebelum keluar ruangan. Rion tidak menjawab. Mau bikin ulah apa pikirnya. Bisa-bisa nanti dia di suntik. Rion menatap ruang kerja Restandi. Baru pertama kali ini dia datang ke sini. Dia pun bangkit ingin melihat-lihat ruang kerja kakaknya. Rion tersenyum melihat foto Restandi dan Arleta di meja kerja. Rion jadi melihat sisi yang lain dari Restandi. Selama ini yang Rion lihat kakaknya itu dingin dan tidak banyak bicara. Restandi hanya manis pada Sofi. Hebat juga nih Arleta, kalau ada dia Restandi jadi hangat. Sepertinya Rion sebentar lagi akan jadi pemuja kakak ipar. Ketika Rion sedang asik melihat foto yang ada di ruang kakaknya, Monika masuk dengan membawa secangkir kopi. Ah si cantik tadi, Rion senang melihat Monika masuk.
"Saya buatkan kopi. Semoga sesuai dengan selera anda." Monika memperhatikan Rion. Aktor tampan ini gosipnya putra kedua dokter Gutama. Sebab itu Monika penasaran.
"Apa pun yang kamu kasih aku pasti suka." Rion mulai tebar pesona.
"Panggil aku Rion. Nama kamu siapa?" Rion menampilkan senyum menawannya.
"Monika" gadis itu ikut tersenyum. Dia melihat Rion sangat ramah. Tidak sombong seperti pada umunya aktor terkenal. Monika tidak tau saja, menurut Arleta Rion itu murahan.
"Monika sudah berapa lama kamu jadi asisten kakak?" Tuh kan benar dia adik dokter Restandi. Pantas saja mengantar mbak Arleta, Monika berkata dalam hati. Wah mbak Arleta hidup bersama Pria-pria tampan rupanya. Karena pikirannya Monika jadi tersenyum sendiri. Rion jadi salah paham.
"Saya cukup lama jadi asisten dokter Restandi." jawab Monika masih tersenyum. Seperti yang Rio. katakan pada Arleta Monika cantik. Rio. jadi ingin tau tentang gadis itu. Rion lalu mendekati Monika, ingin menatap gadis itu lebih dekat. Tanpa di duga Sehun masuk dan terkejut melihat Rion berdiri dekat dengan Monika. Perasaannya langsung tidak suka.
"Monika di mana Restandi?" tanya Sehun memecah kesunyian.
"Sudah ke ruang dokter Lukman dok." jawab Monika yang langsung menatap Sehun lekat. Dia lebih suka menatap pujaan hatinya di banding aktor tampan di dekatnya.
"Kalau begitu aku akan tunggu di sini. Boleh tolong buatkan kopi untukku?" Kata Sehun manis pada Monika. Dia tidak mau Monika dekat dengan Rion.
"Baik dok, sebentar saya bawakan." di minta oleh orang yang dia suka tentu saja Monika senang. Monika pun keluar. Sehun duduk di sofa dengan santai. Dia sengaja menunggu Restandi karena alasan tadi. Rion pun ikut duduk di sofa. Dia tau Sehun ini sahabat Restandi.
__ADS_1
"Kamu tidak syuting?" tanya Sehun. Bersahabat dengan Restandi lama dia tau sepak terjang Rion. Itu sebabnya dia khawatir Rion dekat dengan Monika.
"Hari ini tidak." jawab Rio. singkat. Dia tidak akrab dengan teman-teman Restandi, termasuk Sehun.