Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
62. Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Armando melirik Avery untuk mengejek gadis itu. Avery tidak dapat berkata apa-apa.


"Tapi Armando kau, kau sudah bertunangan." kata Melani sedih.


"Jangan pikirkan apa pun, kita harus menikah demi bayi kita." kata Armando tegas. Melani tidak mengatakan apa pun lagi. Dia bahagia bisa menikah dengan Armando. Ayah bayinya. Melani memilih untuk jadi wanita egois saat itu. Demi bayinya. Kevin akan menjadi saksi bagi Armando, Avery akan menjadi saksi bagi Melani.


"Tunggu, menikah seperti ini mengapa begini sepi. Harus ada tamu yang datang." kata Armando dengan wajah keberatan. Kevin pun melangkah ke pintu untuk mempersilahkan tamu masuk. Maka masuklah Zakhary Cody dan istrinya.


"Ayah." seru Melani tidak menyangka ayahnya datang.


"Anak bodoh, kau akan menikah tanpa bilang padaku?" Zakhary menghampiri Melani, memeluk dan mencium keningnya.


"Ayah tidak marah padaku?" tanya Melani heran.


"Aku sudah alihkan padanya." Zakhary menunjuk Armando yang tersenyum masam. Tamu dari pihak Melani sudah datang maka sekarang tamu dari pihak Armando. Kevin membuka pintu lagi, masuklah Arleta dan Restandi.

__ADS_1


"Arleta." Melani langsung memeluk Arleta. Tapi kemudian dia menyadari perut Arleta juga mulai menonjol seperti dirinya.


"Ya kita akan sama-sama punya bayi." kata Arleta melihat tatapan Melani. Armando harus memohon- mohon pada Arleta agar mau menghadiri pernikahannya. karena tidak mungkin Armando mengajak orang tuanya. Arleta mengikuti keinginan kakaknya karena punya rasa bersalah telah membantu Melani pergi. Arleta juga paham Armando mencintai Melani. Acara pernikahan pun dilaksanakan. Setelah itu mereka makan bersama. Armando telah mengatur untuk makan siang bersama di sebuah hotel di tempat Armando menginap. Setelah makan siang berakhir mereka berfoto. Tidak lama kemudian Kevin pamit pada Melani dan Armando.


"Terima kadih ya, kau membuat ini terjadi." kata Melani penuh haru.


"Hanya ini yang dapat kulakukan untukmu. Jangan sungkan menghubungiku jika ada sesuatu." kata Kevin dengan manis. Kevin pun pergi. Dia belum bisa berdamai dengan Restandi. Mereka berdua tampak biasa saja, tapi di dalam hati mading-masing menyimpan kekesalan. Armando tau itu maka dia tidak menahan Kevin. Zakhary dan istrinya juga harus kembali, karena bisnisnya yang tidak bisa di tunda. Dia cukup puas melihat pernikahan putrinya. Avery juga tidak mau mengganggu pasangan yang tengah bahagia itu. Restandi dan Arleta memutuskan untuk jalan-jalan. Armando membawa Melani ke kamarnya agar Melani dapat beristirahat. Armando memikirkan bayinya.


"Armando, bagaimana kau bisa menikahiku?" tanya Melani masih penasaran. Mereka duduk bersama di balkon hotel.


"Bagaimana reaksi ayah?" tanya Melani ingin tau.


"Dia hampir menghajar ku." Armando terus terang, teringat bagaimana Zakhary marah dan hampir memukulnya. Tapi kemudian Zakhary tersadar bahwa kesalahan bukan pada Armando saja tapi juga Melani. Cukup lama Zakhary berpikir. Dia melihat pria yang menemuinya juga bukan pria sembarangan. Sikap putrinya yang nakal juga dapat di mengerti jika keluarga Armando belum bisa menerima Melani. Mengingat bayi yang di kandung putrinya membuat Zakhary menyetujui Armando menikah dengan Melani. Armando dan Kevin pun berangkat ke Australia. Melani masih merasa ini mimpi. Tapi semakin lama dia menatap Armando dia yakin ini nyata.


"Aku kan sudah bilang aku akan menikahimu." kata Armando sambil menarik hidung Melani dengan sayang.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Trisia?" tanya Melani penasaran.


"Aku akan bicara padanya. Selama ini kami sudah punya kesepakatan untuk menjalani pertunangan sampai aku bisa membawamu pada mama." jelas Armando. Melani baru tau tentang hal ini. Jadi selama ini dia bodoh meninggalkan Armando.


"Dan kau sendiri apakah sudah siap untuk kembali bersamaku?" tanya Armando pada Melani.


"Bolehkah aku menyelesaikan kuliahku dulu? Aku menyesal sudah banyak mengecewakan ayah. Jadi kali ini aku sungguh-sungguh ingin belajar. Aku juga belum siap untuk kembali bersamamu ke Indonesia." Melani jujur pada Armando, walau dia berat harus berpisah dengan Armando.


"Baiklah asal kau berjanji tetap sehat dan bisa menjaga dirimu. Aku akan datang menemuimu. Untuk sementara seperti ini dulu." Armando merasa dia harus membereskan urusannya dulu dengan Trisia dan Mauren. Baru bisa membawa Melani kembali.


"Sudah jangan banyak berpikir, ini malam pengantin kita." Armando memeluk Melani. Dia rindu pada kekasihnya yang sekarang sudah jadi istrinya. Restandi dan Arleta berjalan-jalan, setelah lelah mereka kembali ke hotel dan beristirahat. Arleta terkejut ketika Armando menemuinya dan mengajaknya ke Australia. Apalagi untuk menghadiri pernikahannya. Keputusan besar yang Armando buat, membuat Arleta ragu. Tapi menurut Restandi itu tindakan yang harus Armando lakukan mengingat bayi di kandungan Melani. Karena Arleta juga tengah mengandung, dia jadi paham kesulitan Melani. Arleta pun memutuskan pergi. Demi Armando kakaknya. Restandi tentu saja mengawal Arleta. Selain Arleta tengah mengandung ada Kevin yang dia tidak suka di sana. Arleta tidak bicara pada Kevin karena tau Restandi tidak suka. Kenyataan Armando memilih Melani Arleta tidak dapat berbuat apa-apa. Tapi Arleta berpikir, jika dia tidak berpisah dengan Kevin dulu dia tidak akan punya suami sehebat Restandi. Tapi Arleta berjanji dia tidak akan ikut campur lagi dalam urusan Armando dan Melani. Restandi dan Arleta tidak lama di Australia. Karena Restandi banyak pekerjaan dan Arleta sendiri tidak nyaman bepergian jauh karena kehamilannya. Mereka pulang ke Indonesia. Di rumah Rion bertanya-tanya tentang kepergian Arleta dan Restandi yang mendadak. Tapi Arleta tutup mulut. Rion berhenti bertanya. Tapi perasaannya mengatakan ada yang di sembunyikan Arleta. Armando kembali setelah beberapa hari. Dan sesuai rencananya dia bicara pada Trisia. Tentang dia dan Melani yang sudah menikah. Perasaan Trisia hancur. Ketika Armando mengatakan akan mengakhiri pertunangan mereka Trisia menolak.


"Tapi ini tidak benar Trisia." kata Armando bingung dengan keinginan Trisia.


"Aku tidak perduli. Selama mama belum menerima pernikahanmu aku akan tetap bertahan." Trisia bertekad untuk tidak melepaskan Armando. Dia sudah bertunangan dengan Armando, sudah tetap diam di samping pria itu tiba-tiba dia di minta pergi. Trisia tidak rela. Armando menatap Trisia tidak percaya. Tapi dia memutuskan untuk menunda pembicaraan ini lebih lanjut. Armando pun meninggalkan Trisia. Gadis itu menangis sedih. Penderitaannya belum berakhir. Di tempat syuting Trisia tidak dapat konsentrasi. Berulang kali dia harus mengulang pengambilan gambar. Wajahnya juga murung. Hal itu membuat tanda tanya besar pada Rion. Pasti ada yang di pikirkan Trisia.

__ADS_1


__ADS_2