Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
60. Pengamatan Sehun


__ADS_3

"Kamu mau minum apa?" tanya Sehun sambil melangkah ke dapurnya. Monika tidak menjawab tapi mengikuti Sehun ke dapur. Ada banyak minuman di dapur Sehun.


"Mau teh hangat?" tanya Sehun menatap Monika.


"Biar saya yang buat dok." Monika tidak enak Sehun membuatkan teh untuknya. Selama ini dia yang sering membuat minuman untuk Restandi dan Sehun. Tanpa ragu Sehun pun menyerahkan pada Monika, dia tidak tau selera gadis itu. Pada saat Monika membuat teh untuk mereka berdua, Sehun memeriksa mesin pendinginnya.


"Kita pesan makanan online saja ya." kata Sehun . Mesin pendinginnya hanya ada minuman.


"Hujan begini dok?" tanya Monika ragu. Dia membayangkan pengantarnya yang harus hujan-hujanan.


"Karena saya hanya punya makanan instan." Sehun menunjukan persediaan makanan instan yang ada di lemari dapurnya.


"Ya ampun, itu kan tidak sehat dok." kata Monika protes. Dia tidak menyangka dokter tampan ini ternyata tidak memikirkan kesehatannya.

__ADS_1


"Saya tidak bisa memasak Monika dan saya juga tidak punya waktu untuk belajar masak." kata Sehun beralasan. Monika bisa mengerti. Dengan kesibukan Sehun pulang pasti hanya untuk tidur saja.


"Dokter mau saya masakin?" tanya Monika baik hati. Mata Sehun berbinar.


"Boleh, tapi masaknya harus di dapur saya." Nah Sehun mulai nakal nih.


"Baik kalau dokter maunya begitu." Monika tidak tau jika Sehun sebenarnya sedang mengujinya. Dia ingin tau apakah Monika bisa masak. Maka itu masaknya harus di sini dong.


"Saya tidak punya Monika." Sehun lalu menggandeng Monika ke tempat elektronik. Walau belum pernah memasak nasi tapi Sehun tau bentuknya seperti apa.


"Kamu pilih saja yang bagus." kata Sehun ketika mereka sudah di hadapan benda yang mereka butuhkan. Monika pun memilih merk yang sudah di kenalnya. Setelah semua yang di butuhkan di dapat Sehun pun membayar belanjaan mereka. Dan kali ini Sehun membayar mahal untuk barang yang di belinya selain pakaian. Mereka pun kembali ke apartemen. Sehun meminta staf supermarket untuk mengantarkan belanjaan mereka ke apartemennya. Monika pun sibuk menata belanjaan dan memasak. Sehun membuka laptopnya dan memeriksa perkembangan pembangunan rumah sakitnya. Rumah sakit ini adalah ambisinya, karena dia memang ingin menjadi dokter dan memiliki rumah sakit sendiri. Kalau Restandi lebih tertarik pada segi bisnisnya. Monika membuat menu makan malam sederhana, dia memasak nadi. Ada beberapa masakan yang dia buat dengan cepat dan di masukan dalam box-box yang sudah di belinya. Dia akan menyimpannya di lemari pendingin., Sehun tinggal memasukannya dalam mesin penghangat makanan nanti. Demikian juga dengan nasi. Monika memisahkan nasi yang akan di makan dan di simpan. Apa yang di lakukannya tidak lepas dari pandangan Sehun. Dia suka dengan yang di lakukan gadis itu. Sehun tau sekarang, mengapa Restandi puas dengan pekerjaan Monika, karena gadis itu cermat. Mereka pun makan malam. Sehun dapat merasakan hasil masakan Monika. Enak, memang tidak sehebat rasa masakan para chef profesional. Tapi enak. "Terima kasih ya, kamu sudah masak buat saya." Sehun berkata sambil tersenyum manis. Monika jadi berdebar.


"Sama-sama dok. Dokter juga sudah buat senang saya mengajak saya jalan-jalan." jawaban Monika juga membuat Sehun berdebar. Membuatnya senang katanya. Duduk berdua saja dengan Monika di apartemennya tentu menggoda Sehun. Ada keinginan di hatinya untuk memeluk Monika, dia pria normal. Apa lagi dia tertarik pada Monika. Tapi nanti dulu, waktunya belum tepat.

__ADS_1


"Ayo saya antar pulang. Sudah malam." Sehun bangkit mengajak Monika untuk keluar dari apartemennya. Sebelum dia mencium Monika.


Rion menikmati syutingnya sambil terus mendekati Trisia. Dia bingung Trisia tidak bergeming. Diajak ngobrol sudah, di ajak makan sing bareng sudah. Di ajak makan malam sudah dan di tolak. Kalau siang mereka masih bisa makan bersama karena masih di lokasi syuting. Tapi Rion tidak putus asa, semakin di tolak semakin penasaran.


"Trisia kamu tidak mau makan malam denganku?" tanya Rion ketika mereka sedang istirahat.


"Rion kamu kan tau aku sudah punya tunangan. Nanti orang bilang apa kita makan malam berdua." jawab Trisia kesal.


"Aku bisa ko mengatur kita makan malam berdua saja." Rion tidak menyerah.


"Tapi aku tidak mau mengkhianati tunanganmu." jelas saja Trisia tidak meladeni Rion, dia cinta pada Armando. Walau pria itu tidak mencintainya. Trisia tau Armando masih mencintai Melani. Hatinya sakit bila mengingat itu. Rion tau Armando tidak mencintai Trisia. Tapi dia tidak tega mengatakan itu pada Trisia. Rion berharap dengan upayanya Trisia akan berpaling padanya. Rion mulai memberi perhatian-perhatian kecil pada Trisia. Rion berupaya agar Trisia merasa nyaman untuk bicara dan mengobrol dengannya. Kali ini sang Don Juan yang biasa di puja harus belajar keras untuk menarik hati seorang Trisia. Namun perlahan lahan upaya Rion mendapat kemajuan. Trisia menganggapnya teman. Sedangkan Rion ingin ke tahap selanjutnya, teman tapi mesra. Film yang mereka bintangi mendapat sambutan yang bagus. Ratingnya tinggi. Itu sebabnya episodenya di perpanjang. Pada akhirnya Rion tau Restandi menaruh uangnya pada film itu. Hal itu membuat Rion semakin hormat pada kakaknya. Dia juga bertekad untuk berakting dengan bagus. Trisia sendiri karena sudah akrab dengan Rion bermain cantik dan tidak kaku. Film itu tidak saja membuat nama Rion semakin baik tapi juga Trisia di akui sebagai aktris pendatang baru yang baik. Trisia mulai banyak mendapat tawaran iklan juga film. Dia merasa mungkin ini hal terbaik yang bisa dia dapatkan di tengah kepiluan hatinya.


Melani mulai merasa nyaman dengan kuliahnya dan tempat tinggal barunya. Semuanya sesuai dengan pengaturan Avery. Tapi perutnya mulai tampak menonjol. Sebentar lagi pasti akan terlihat jika dia hamil. Hingga saat ini dia belum berani berterus terang pada ayahnya. Melani bersungguh-sungguh belajar karena ingin menebus rasa bersalahnya pada ayahnya. Hari ini dia tiba-tiba bertemu dengan seorang dari masa lalunya. Kevin. Melani sedang duduk di sebuah cafe karena lapar tidak di sangka Kevin masuk.

__ADS_1


__ADS_2