Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
67. Jatuh Cinta


__ADS_3

Sehun memperlakukan Monika lebih manis lagi. Dia lebih menjaga Monika sekarang. Sehun tidak suka pada pelayan pria yang tersenyum pada Monika, padahal pelayan itu kan harus ramah pada tamu. Monika yang bingung. Sebentar Sehun tersenyum, sebentar merajuk. Setelah makan mereka melanjutkan perjalanan. Sehun mengatakan pada Monika untuk tidur saja, nanti kalau sudah dekat dia akan bangunkan. Sehun pun memasangkan lagu yang lembut agar suasana tidak sepi. Tanpa di inginkan Monika pun jatuh tertidur. Sehun senang memandang wajah Monika yang damai. Perjalanannya jadi menyenangkan. Sehun berharap hubungan mereka lancar dan Monika akan menjadi satu-satunya wanita dalam hidupnya. Tidak lama Monika terbangun.


"Kita sudah dekat dok?" tanya Monika sambil menatap keluar.


"Kamu jangan panggil aku dokter dong. Kamu kan bukan pasien aku." protes Sehun. Mereka sekarang harus menyesuaikan diri dengan panggilan masing-masing.


"Jadi aku harus panggil apa?" tanya Monika bingung. Mau di panggil mas atau akang wajahnya tidak mendukung.


"Terserah kamu, panggil sayang juga boleh." kata Sehun sambil tersenyum. Monika berpikir dulu, tidak enak juga nanti di depan keluarganya dia panggil Sehun dengan sayang. Kalau di rumah sakit dia bisa tetap panggil dokter.


"Aku panggil Setang saja ya, Sehun sayang." kata Monika memutuskan. Hati Sehun langsung berbunga-bunga.


"Kalau begitu aku panggil kamu Hani ya, kata lain dari honey." kata Sehun mesra. Manis kan si Sehun ini. Monika tersenyum senang.


"Han kita masih jauh nih, tapi aku mengantuk. Kita minum kopi dulu ya." kata Sehun sambil mencari cafe. Monika menatap Sehun kasihan, dia pasti lelah membawa mobil seharian. Mereka pun berhenti pada sebuah cafe. Sehun mencari tempat duduk, Monika langsung memesan kopi dan makanan kecil. Dia membelikan dokter pujaannya makanan yang segar. Bukan Arleta saja yang punya dokter pujaan sekarang. Monika pun membawakan kopi dan makanan kecil untuk Sehun. Pria itu langsung mencoba kopinya.


"Enak?" tanya Monika.


"Enak, kopi sama honey."jawab Sehun sambil melirik pada Monika. Akang genit ya.


"Kamu kan belum pernah punya pacar, tapi ko bisa gombal begitu?" tanya Monika heran.


"Nanti aku kasih tau rahasianya." jawab Sehun dengan senyum misterius. Di mobil Sehun memperlihatkan laptopnya. Monika pikir isinya pekerjaan, ternyata Sehun memperlihatkan hal yang mengejutkan. Film Korea.


"Kamu nonton ini?" tanya Monika tidak percaya.


"Terpaksa, demi mendekati kamu." jawab Sehun santai. Hanya ada beberapa judul.


"Aku tidak sempat lagi nonton, sibuk banyak pekerjaan." kata Sehun seolah tau pikiran Monika.

__ADS_1


"Nanti kita nonton sama-sama ya." kata Monika. Tentu saja Sehun setuju. Akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Rumah orangtua Monika cukup besar, walaupun bangunan lama tapi asri dan rapih. Sehun langsung suka dan terkesan.


"Bapak, ibu Monika pulang." kata Monika memberi salam. Tampak seorang ibu keluar menyambut dari dalam rumah.


"Kamu pulang nak, loh ini siapa?" tanya sang ibu heran.


"Saya Sehun Bu, kekasih Monika." jawab Sehun ramah. Sok akrab ya Sehun, panggil ibu.


"Mari masuk nak, Monika di ajak masuk temannya." kata ibu Monika. Mereka pun masuk ke dalam rumah.


"Bapak ke mana Bu?" tanya Monika.


"Bapak ke kantor nak, sebentar pulang." ibu Monika memanggil dua anaknya yang masih di belakang. Keluarlah adik-adik Monika.


"Ini adik Monika, yang laki-laki Rendra. Sedang yang perempuan Rani. Saya Aryati." kata Aryati ibu Monika. Ternyata adik Monika kembar, laki-laki dan perempuan.


"Ya nak adiknya kembar, baru lulus kuliah." Aryati menerangkan. Rendra dan Rani dengan sopan memberi salam pada Sehun dan juga Monika. Sekali lagi Sehun terkesan dengan keluarga Monika. Tinggal bapaknya nih, galak tidak ya?


"Di antar ke kamarnya dulu nak Sehunnya Rendra. Kamu juga Monika istirahat dulu. Nanti kita makan kalau bapak sudah pulang." kata Aryati lagi. Dia sebenarnya sedang mempersiapkan makan malam untuk mereka.


"Ayo kak saya antar." kata Rendra pada Sehun.


"Permisi Bu." Sehun pamit. Aryati mengangguk. Dia tidak menyangka Monika pulang membawa kekasih.


"Ayo kak kita ke kamar." ajak Rani pada Monika. Mereka pun ke kamar.


"Kakak itu tadi siapa?" tanya Rani penasaran.


"Pacar." jawab Monika.

__ADS_1


"Ganteng ya kak, tinggi gagah wajahnya seperti aktor Korea." kata Rani memuji dan kagum.


"Ibunya orang Korea." Monika menjelaskan.


"Mobilnya bagus kak, pasti mahal." puji Rani lagi.


"Dia dokter ahli bedah jantung ternama dek." kata Monika. Dia sih tau siapa keluarga Aria. Itu sebabnya Monika tidak pernah berani mendekati Sehun terlebih dahulu. Monika sadar diri.


"Kakak istirahat dulu ya, Rani mau bantu ibu dulu." Rani lalu meninggalkan Monika. Di kamar sebelah Rendra sedang bicara pada Sehun.


"Di sini ada kamar mandi, kalau kakak mau mandi dulu." Rendra menunjukan kamar mandi yang ada di kamar itu. Kamar mandinya besar dan bersih. Kamar Sehun sendiri besar dan rapih. Sehun semakin suka pada rumah ini.


"Kamu baru lulus kuliah dek?" tanya Sehun.


"Iya kak, Rani juga." jawab Rendra sopan.


"Sudah rencana buat kerja?" Sehun menatap Rendra. Pemuda itu tinggi dan putih hanya saja kurus.


"Sudah kak, pinginnya kerja di Jakarta seperti kak Monika. Tapi kalau diijinkan sama bapak." jawab Rendra. Dia gugup di tatap Sehun. Karena Sehun memiliki aura yang berbeda. Rendra melihat penampilan dan mobil Sehun menurutnya pasti bukan orang sembarangan.


"Ide yang bagus. Bisa menemani kakakmu di sana." kata Sehun sambil tersenyum. Dia tau Rendra gugup.


"Istirahat dulu kak, saya bantu ibu dulu." Rendra pun pamit dan keluar. Sehun memutuskan untuk mandi. Setelah mandi Sehun merebahkan dirinya di tempat tidur. Hanya sebentar pikirnya, sebelum makan malam. Monika pun datang mengetuk pintu. Sehun membukakan tanpa tau siapa yang mengetuk pintu.


"Kamu, aku kira Rendra." kata Sehun pada Monika.


"Keluar yuk, sebentar lagi makan malam." kata Monika. Sehun memperhatikan gadis itu. Tampak cantik dan segar setelah mandi. Sehun pun menarik Monika ke dalam kamar. Di tutupnya pintu dan di senderkannya Monika pada pintu yang tertutup.


"Kalau kamu mau aku keluar, cium dulu dong." Sehun menunjuk pipi kirinya. Dia gemas melihat Monika. Gadis itu tersipu. Perlahan Monika mencium pipi Sehun. Merasa ke inginkannya di penuhi Sehun tersenyum senang. Dia menggandeng Monika keluar. Sambil berjalan Monika menerangkan tentang rumahnya. Mereka melewati kamar Rendra dan Rani yang bersebrangan. Lalu kamar orangtuanya. Sehun jadi tau yang dia tempati adalah kamar tamu yang terletak di sebelah kamar Monika. Gadis pujaannya.

__ADS_1


__ADS_2