Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
181. Liburan


__ADS_3

Avery bersyukur Armando pria yang serius dan setia. Serius dalam berkomitmen dan setia pada janjinya.


"Nanti aku boleh kerja lagi kan Ar?" tanya Avery berharap. Toh dia sudah memberikan anak yang Armando minta.


"Tentu saja boleh, bekerja mengurus bayi kita." jawab Armando menggoda Avery. Istrinya menekuk wajahnya kesal.


"Boleh sayang, asal tidak lupa akan tanggung jawabku pada anak-anak." Armando teringat Mauren, mamanya. Walau berkarir tapi anak-anak tanggung jawabnya secara penuh. Papanya dulu fokus pada bisnisnya. Tapi Mauren berupaya membuat putra putrinya tumbuh dengan baik. Hormat dan sayang pada orangtua.


"Kapan Arleta datang?" Avery tidak sabar bertemu iparnya itu.


"Harusnya menunggu jadwal Restandi dulu. Pria itu makin sibuk belakangan ini. Tapi walau sibuk dia tidak pernah melepaskan Arleta." keluh Armando.


"Dia mencintai adikmu. Aku saja suka pada Arleta apa lagi pria." Avery mengerti kelakuan Restandi.


"Aku rasa jika Arleta tidak menjaganya, dia akan hamil terus." Armando tersenyum nakal. Avery tertawa. Dia juga harus bersiap-siap, karena sejak dia hamil Armando makin posesif padanya. Arleta memang menunggu Restandi siap berangkat ke Amerika. Liburan yang mereka rencanakan akan mereka lakukan sambil menengok Avery. Untungnya stasiun TV sudah berada dalam kendali Arlan. Dengan kemampuan kerjanya Arlan segera menguasai Medan kerjanya. Restandi hanya melakukan operasi yang sudah di jadwalkan. Setelah itu dia bisa berangkat ke Amerika bersama keluarga kecilnya.


"Rest, kita kemana nanti di sana?" Arleta bertanya ingin tau apa Restandi punya acara khusus.


"Kita akan ke kamar sayang." jawab Restandi manja. Itu isyarat kalau dia akan melaksanakan bulan madunya.


"Kamar mandi maksudnya?" tanya Arleta kesal.


"Kamar tidur dong sayang. Tapi kalau kau mau coba di kamar mandi aku tidak keberatan." Restandi makin menggila. Arleta meninggalkan suaminya yang sudah tidak tertolong. Restandi menatap kepergiannya dengan tersenyum. Dia harus membereskan berkas-berkas pekerjaannya agar mereka bisa cepat berangkat ke Amerika. Restandi dan keluarganya tiba di Amerika ketika Avery sudah pulang ke rumah. Keceriaan rumah keluarga Cody bertambah dengan kedatangan kedua bocah Gutama. Armando dan Avery tentu saja senang. Walau mereka masih menunggu Frans dan Mauren yang belum datang.


"Mereka ke mana sih?" tanya Armando pada Arleta.

__ADS_1


"Tidak tau kak, tidak bilang. Sekarang mereka jalan-jalan terus seperti pengantin baru." jawab Arleta tentang kedua orangtuanya.


"Senang ya kalau bisa begitu nanti." kata Restandi berkhayal.


"Mimpi itu sih. Belum saja Sehun menyodorkan projek baru padamu." Armando mengejek Restandi.


"Tidak dia sudah sadar. Monika sedang hamil butuh perhatian darinya." kata Restandi membalas ejekan kakak iparnya.


"Wah lega dengarnya." kata Arleta senang, tidak khawatir ada bisnis baru lagi untuk Restandi.


"Tapi dia akan punya banyak waktu untuk mengganggumu." Armando mengingatkan adiknya.


"Kalau itu sudah pasti." Restandi yang menjawab dengan antusias. Mereka kemudian fokus pada anak-anak. Armando dan Restandi menemani Melody dan Alrest bermain. Avery dan Arleta bicara dengan rahasia saat Alris dan Avaro tidur lelap.


"Tenang jalankan saja rencanamu. Aku akan menjaga anak-anak di sini. Aku sudah terbiasa menjadi penjaga anak-anak " Avery sudah latihan sejak Melani meninggal dia yang menjaga Melody. Arleta pun menjalankan misinya. Dia mengajak Restandi untuk bermalam di hotel. Di sana akan ada kejutan untuknya. Tentu saja Restandi bersemangat. Mereka pun segera berangkat ke hotel yang di maksud. Ketika memasuki kamar tidak ada yang istimewa. Semua biasa saja. Restandi jadi bertanya-tanya kejutan apa yang Arleta maksud.


"Baiklah kau duduk manis di sini ya. Aku bersiap dulu." Arleta mendorong Restandi untuk duduk di sofa. Restandi menurut saja. Ikuti saja permainan Istrinya. Arleta masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti baju. Restandi memperhatikan kamar hotel selagi menunggu. Ada sebotol anggur dan dua gelas tersedia. Lalu bunga mawar merah penghias meja, itu saja. Tempat tidur pun biasa saja, tidak ada hiasan apa pun. Tiba-tiba Arleta keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang seksi bergaya timur tengah. Arleta memasang musik dari handphonenya, dia lalu mulai menari perut. Restandi terpana menatapnya tidak berkedip. Arleta meliukan tubuhnya dengan gemulai sesuai irama musik. Darah Restandi menjadi panas. Dia tidak tahan lagi bangkit berdiri dan menerkam Arleta. Diciumnya Arleta dengan buas, tidak membiarkan Arleta menyelesaikan tariannya. Restandi memeluk Arleta erat. Diangkatnya tubuh Arleta dan di rebahkannya di tempat tidur tanpa melepaskan ciumannya.


"Jangan lakukan lagi." kata Restandi ketika dia melepaskan bibir Arleta.


"Kau akan membuatku tidak akan bisa bekerja bila teringat hal ini. Demi apa pun itu jangan lakukan lagi, kau membunuh jiwa dan ragaku. Kau membuatku ingin segera pulang dan menyekapmu di kamar." Restandi pun tanpa membuang waktu membuka semua pakaiannya dan melucuti kostum seksi Arleta.


"Tindakanmu sungguh gila Arleta." Restandi pun menghujani Arleta dengan kadih sayangnya. Tanda cinta bertebaran di berbagai tempat. Arleta juga merasa dirinya sudah gila ketika belajar belajar tarian itu. Dia melihat ide di internet untuk memberi kejutan pada pasangan. Tapi melihat ini Arleta ingin menghujani paku payung pada sang pencetus ide andai saja dia kenal orangnya. Tidak ada syahdu-syahdunya. Tidak ada romantis-romantisnya, dia segera di habisi suaminya. Seperti biasa Arleta lemas baru Restandi melepaskannya. Restandi memeluk Arleta penuh cinta.


"Nakal ya aku benar-benar terkejut." Restandi memencet hidung Arleta.

__ADS_1


"Aku kira kau akan suka." Arleta jadi malu sendiri.


"Aku suka, sangat suka. Tapi aku tidak suka karena jadi sulit konsentrasi dan tidak akan mau melepaskannya." Restandi mengakui kelemahan hatinya. Yang jelas Arleta berhasil dalam kejutannya. Terbukti ketika mereka telah kembali ke rumah keluarga Cody, Restandi kadang senyum-senyum sendiri. Arleta sudah memberi kode dan melorotkan matanya tapi Restandi tidak berhenti. Armando yang menangkap itu bertanya pada Avery, apa yang di lakukan Arleta sih sampai Restandi senyum-senyum begitu. Avery menjawab tidak tau. Arleta memang mengatakan padanya akan memberi kejutan untuk suaminya tapi Avery tidak tau apa yang di lakukannya. Hingga akhirnya Arleta protes pada Restandi di kamar tidur mereka malam itu.


"Rest kenapa kamu jadi aneh begitu sih?" tanya Arleta kesal.


"Habis istri aku ajaib sih. Kalau tidak ada yang lain aku cium kamu dari tadi." Restandi yang tidur sambil memeluk Arleta menciumnya dengan gemas. Arleta terima nasib saja.


"Tapi kejutanku sukses kan." Dia merasa sudah susah payah mempersiapkannya.


"Iya sayang, sangat sukses. Jangan sampai lakukan di depan orang lain. Aku akan sangat marah. Jujur aku baru tau ada hotel yang memberi layanan tarian seperti itu." Restandi menggoda istrinya.


"Waktu belajar itu saja aku juga malu sendiri, tapi demi suami aku lakukan. Aku tunggu kejutan kamu nanti apa." tantang Arleta.


"Kamu mau aku nari telanjang?" Restandi geli sendiri dengan idenya. Arleta tertawa membayangkannya.


"Kenapa tertawa, tidak percaya aku bisa melakukannya?" Restandi panas.


"Menurutku tidak kreatif. Cari yang lain."jawab Arleta. Kalau sudah di katakan juga bukan kejutan lagi.


"Baiklah aku akan memberikan kejutan yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu." kata Restandi mesra. Kejutannya apa kita tidak tau karena cerita berakhir di sini. Yang jelas mereka bahagia.


TAMAT.


Terima kasih telah mengikuti ceritaku yang tidak sempurna ini. Aku minta maaf jika banyak kekurangan yang ku tuangkan karena ini hanya imajinasiku saja. Aku akan fokus pada ceritaku yang masih berlanjut, Pada Dua Hati. Sekali lagi terima kasih untuk semua perhatiannya. Banyak cinta untuk kalian.

__ADS_1


__ADS_2