Merebut Cintamu

Merebut Cintamu
72. Sekutu Arleta


__ADS_3

Jono melaporkannya pada Arleta yang memantau Rion. Laporan Jono akan di pilih dulu mana yang bisa di laporkan pada Restandi, mana yang tidak perlu. Arleta tau Rion sedang kesal karena urusan Trisia. Arleta memutuskan tidak melaporkan dulu pada Restandi. Hari ini Arleta mendapat kiriman box bayi, hadiah dari relasinya. Kandungannya sudah membesar, jadi Arleta tengah mempersiapkan kebutuhan bayinya. Dia sudah punya box bayi hadiah dari Sofi. Box bayi itu sudah di letakan di kamarnya. Dia bingung dengan box bayi yang baru datang ini. Tiba-tiba terlintas ide di kepalanya. Arleta pun melaksanakan rencananya. Hari itu Rion pulang syuting tengah malam, dia langsung tidur. Besok paginya Rion baru tersadar.


"Arleta." Rion masuk ke ruang makan dengan marah.


"Apa maksudnya ada box bayi di kamarku?" tanya Rion sambil bertolak pinggang. Dia yakin itu perbuatan Arleta.


"Sudah jelas kan, gaya pacaran kamu pada akhirnya bisa ada bayi. Jadi kamu butuh box itu." kata Arleta santai. Ini peringatan dari Arleta. Bahwa Arleta tau apa yang di lakukan Rion. Dan di situ juga ada Restandi yang tengah menatap Rion tajam. Rion pun menghentikan aksinya.


"Aaagghh." Rion kesal dan kembali ke atas. Sofi tiba-tiba tertawa hebat, sampai mengeluarkan air mata. Semua yang di ruang makan heran melihatnya.


"Ide kamu bagus juga sayang." kata Sofi pada akhirnya. Arleta tersenyum di puji. Nikolas senang istrinya bisa tertawa lepas.


"Memangnya dia seperti dulu lagi?" tanya Restandi curiga.


"Mulai di dekati lagi." jawab Arleta singkat.


"Sayang, ini bekalmu." Sofi memberikan box bekal pada Arleta. Dia akan ke klinik. Arleta membuka boxnya ingin tau isinya. Ternyata masakan kecintaannya. Restandi yang ikut melihat tergiur.


"Buat aku mana?" tanya Restandi pada Sofi.


"Habis sayang. Mama belum buat lagi. Itu khusus untuk ibu hamil."kata Sofi dengan menyesal.


"Kalau begitu aku makan siang ke tempatmu saja ya sayang." kata Restandi pada Arleta.


"Tidak boleh." kata Arleta galak sambil melindungi box bekalnya.

__ADS_1


"Wah sayang, padahal aku mau bawa red Velvet ke tempatmu." Restandi tidak hilang akal.


"Beneran?" mata Arleta langsung berbinar.


"Tidak jadi, kan kamu bilang tidak boleh." skak mat dari Restandi. Arleta tampak kesal.


"Ya sudah aku pulang sama Rion saja." Arleta pun pergi sambil menyelamatkan bekalnya.


"Repot nih kalau istri sudah punya sekutu." keluh Restandi pada Sofi.


"Tapi sekutunya sedang kesal pada Arleta sayang." Sofi mengingatkan.


"Sekesal-kesalnya Rion pasti Arleta di jemput juga." Restandi tau adiknya tidak tega pada Arleta.


"Kamu jemput saja Arleta. Sekutunya urusan mama." kata Sofi yakin. Sore harinya Restandi menjemput istrinya. Arleta bingung mengapa Rion tidak bisa menjemputnya padahal tidak ada syuting. Ternyata Rion ada di pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta. Rion di minta Sofi menemani berbelanja. Rion juga bingung di minta demikian oleh Sofi. Hal yang belum pernah terjadi. Kalau belanjanya baju, tas atau sepatu sih adik saja. Tapi yang di beli sayur, buah dan daging. Menurut Rion ini menurunkan imagenya sebagai aktor tampan. Bisa di bilang penyalahgunaan profesi. Tapi dia tidak membantah atau menolak. Takut durhaka. Mungkin ini bedanya antara anak kandung dan anak tiri. Berani jamin Restandi pasti belum pernah mengalami yang beginian. Karena perasaan ketidak adilan Rion pun mengambil makanan atau minuman yang dia sukai. Sofi tidak keberatan. Sebenarnya hati Sofi juga kesal. Karena SPG dan pengunjung yang modus ingin kenal Rion. Kedamaian berbelanja ya terganggu. Walaupun di sisi lain ada rasa bangga juga. Putra keduanya juga punya prestasi. Bukan hanya modal tampan doang. Sofi bertemu teman arisannya. Mau tidak mau mereka mengobrol dan Sofi mengenalkan Rion pada temannya dan putrinya.


"Rion tanya." Rion menyalami teman Sofi lalu pada gadis cantik di sebelahnya.


"Meta." kata gadis itu membalas sapaan Rion.


"Saya baru tau Marionata putra jeng Sofi." kata teman Sofi terkejut.


"Ini siapa jeng?" tanya Sofi pada temannya, menunjuk gadis yang tadi bersalaman dengan Rion.


"Ini putri saya Meta jeng." jawab temannya. Gadis itu menyalami Sofi.

__ADS_1


"Cantik ya anak saya." kata teman Sofi membanggakan putrinya.


"Cantik jeng." jawab Sofi, tapi dia tidak berniat untuk tau lebih jauh. Sedangkan Rion yang mendengar itu tidak suka. Menurut Rion gadis itu biasa saja. Masih lebih cantik Trisia pikirnya. Sofi pun tidak mau betlama-lama, pamit dan berlalu.


"Ma, mama tidak akan minta Rion antar mama arisan kan?" tanya Rion khawatir.


"Tidak dong, nanti gagal fokus semua." jawab Sofi sambil tersenyum. Bisa runyam acara arisannya nanti. Rion lega mendengarnya. Mereka menyelesaikan belanjanya.


"Ma Rion lapar." perut Rion protes. Rion pun meminta supir untuk membawa belanjaan mereka ke mobil, sedangkan dia dan Sofi menuju restaoran untuk makan.


"Mama mau makan apa?" tanya Rion. Sofi pun memilih. Setelah memesan mereka menunggu sambil mengobrol.


"Pacar kamu berapa nak?" tanya Sofi ingin tau.


"Mama nih, pacar ya satu. Kalau penggemar banyak." jawab Rion kesal.


"Satu tapi update terus ya." kata Sofi lagi. Wah nyonya dokter nih bahasanya keren juga, kata Rion dalam hati.


"Saat ini belum ada ma. Sedang di upayakan." jawab Rion.


"Cantik?" tanya Sofi ingin tau.


"Sempurna, nanti ya ma Rion kenalin ke mama ." kata Rion mantap. Sofi langsung tau Rion serius pada yang satu ini. Rion tidak pernah mengenalkan pacar-pacarnya karena anak itu cuma main-main.


"Mama tunggu."Sofi merasa putra keduanya sudah pantas menikah. Makanan pun datang mereka sibuk makan. Rion memperhatikan Sofi bila Sofi membutuhkan sesuatu. Rion sayang pada Sofi walau itu ibu tirinya. Jika di rumah dia kadang acuh pada Sofi karena itu di rumah. Tapi bila di luar Rion akan memperhatikan Sofi. Menemani Sofi berbelanja baru kali ini di lakukannya. Tapi jika dia ada di rumah, menemani Sofi ke dokter, beli kue atau ke rumah sakit menemui Nikolas kadang Rion lakukan. Meta yang berkenalan dengan Rion langsung jatuh hati. Dia tidak menyangka Marionata ternyata anak dari teman arisan mamanya. Meta jadi penasaran dan ingin lebih dekat dengan Rion. Tatapan matanya terus mengikuti Rion hingga pria itu mengungkapkan swalayan. Di hatinya sudah ada rencana untuk mengejar Rion.

__ADS_1


Sehun tengah bicara pada ayahnya, Lukman Aria. Tentu saja tentang keinginannya untuk melamar Monika. Ternyata keinginannya tidak di halangi. Lukman Aria sudah sangat ingin memiliki menantu. Lagi pula Lukman mengenal Monika. Menurutnya Monika itu seorang gadis yang baik.


__ADS_2