
Harusnya Kevin juga bisa seperti itu batin Arleta. Sesekali pulang berkumpul dengan keluarga. Apalagi Kevin memilikinya sebagai kekasihnya. Pemikiran itu membuat Arleta semakin mantap untuk melupakan Kevin. Pada saat mereka berjalan menyambut Rangga di bandara Arleta melihat seorang wanita berjalan keluar dari bandara. Sepertinya dia mengenal sosok itu. Setelah Arleta amati wanita itulah yang dilihatnya bersama Kevin malam itu. Melani, kekasih Kevin. Arleta jadi bertanya\-tanya dalam hati tentang hubungan mereka. Tapi dia menegaskan jika itu bukan urusannya. Walau itu tetap membuat hatinya sedih, karena mengingatkan Arleta pada peristiwa yang menyakitkan hatinya. Sabar ya hati batin Arleta. Ingat kamu sudah punya pangeran tampan yang baik hati. Lamunan Arleta terputus karena dia dan Revita bertemu dengan Rangga yang langsung memeluk Revita.
"Adikku yang jelek ini, kangen ga sama Abang?". Rangga mengacak-ngacak rambut Revita gemas. Arleta tersenyum melihatnya, sebentar lagi pasti Revita marah pikirnya. Ternyata benar.
"Abang nih, sudah adiknya di bilang jelek rambutnya di berantakan". Revita merapihkan rambutnya dengan cepat. Rangga tersenyum lalu pandangannya beralih pada Arleta.
"Kamu mau di peluk juga ga?". tanya Rangga sambil melebarkan tangannya. Arleta menggeleng sambil mundur karena takut di peluk. Abang Revita yang satu ini memang lebih konyol tingkahnya. Dulu Rangga tidak berani menawarkan hal ini pada Arleta karena takut pada Kevin abangnya. Tapi sekarang kan sudah putus.
"Hei itu tunangan orang loh bang. Jangan sembarangan". kata Revita galak. Rangga menurunkan tangannya dengan lesu sambilenghela napas. Matanya menatap Arleta sedih.
"Sebenarnya aku suka sama kamu Leta. Tapi karena kamu pacar bang Kevin aku tidak berani mengatakannya. Aku tungguin kalian putus loh, tapi ga putus juga. Sekalinya malah tunangan sama orang lain. Artinya ga jodoh ya kita?". Rangga tersenyum. Perkataannya mengejutkan Arleta dan Revita.
"Jadi Abang selama ini jomblo karena menunggu Arleta? Sampai sekarang?". tanya Revita penasaran.
"Engga ko, aku sudah merelakannya dari beberapa waktu yang lalu. Seandainya masih berharap aku pasti patah hati deh". jawab Rangga santai.
"Serius bang?". tanya Revita lagi.
"Yang begini apa bisa di buat main-main?". pertanyaan Rangga sudah menjelaskan rasa ingin tau adiknya.
__ADS_1
"Sudah yuk kita jalan, macet tau". Arleta mengalihkan perhatian mereka pada dirinya. Walaupun dia masih panas dingin dengan pembicaraan Rangga dan Revita. Di dalam mobil Revita masih menyambung pembicaraan tadi.
"Harusnya Abang rebut saja Leta dari bang Kevin". Revita berkata gemas.
"Leta padti ga mau"Rangga tersenyum sambil mengelus rambut Revita. Mereka terdiam mendengar jawaban Rangga. Arleta sendiri berpikir dia dengan bodohnya menunggu Kevin.
"Terima kasih ya bang, sempat suka sama aku. Sayang Leta ga tau perasaan Abang. Kalau tau kan...". Arleta tidak menuntaskan perkataannya.
"Kalau tau di terima gitu?". Tanya Rangga antusias.
"Ditolaklah". jawab Arleta tersenyum.
"Ya pasti sih. Makanya aku ga mau bilang. Buktinya dari pada melihatku kamu malah milih tunangan dengan orang yang ga kamu kenal kan. Nasib, nasib". kata Rangga sambil menggelengkan kepalanya kesal. Ulahnya memancing tawa dua sahabat di mobil.
"Ada apa kamu mencariku?". tanya Kevin kesal ketika mereka sudah duduk berdua.
"Kevin kamu ga rindu sama aku? kita putus begitu saja aku belum bisa terima". Melani bicara dengan gaya menggoda agar Kevin kembali padanya. Sebenarnya yang dirindukan Melani adalah kemewahan yang Kevin berikan. Statusnya yang kurang terkenal membuatnya tidak selalu mendapat kontrak atau pekerjaan. Maka Melani berpikir untuk merayu Kevin kembali. Tapi karena Kevin tidak tampak lagi di Singapore maka Melani menyusulnya ke Jakarta.
"Aku ga rindu, karena aku ga pernah cinta sama kamu. Hubungan kita sudah selesai dan aku ga mau ketemu kamu lagi". Kevin berkata dengan tegas. Sikap Arleta ketika memergoki mereka dulu membuat Kevin jera dan tidak mau bermain-main lagi. Tapi Melani belum mau menyerah masih mau membujuk Kevin. Rangga mengatakan harus mampir ke kantor dulu sebelum pulang ke rumah. Karena Arleta tidak mau bertemu Kevin maka dia dan Revita memutuskan menunggu Rangga di cafe seberang kantor. Ternyata malah membuat mereka bertemu Kevin dan Melani. Arleta langsung membuang muka dan mengajak Revita duduk sejauh mungkin dari mereka. Hatinya terasa perih karena teringat peristiwa waktu itu. Revita sendiri terus mengamati abangnya dengan wajah penuh permusuhan. Kevin merasa Dewi keberuntungan sedang malas bertemu dengannya. Sehingga dia harus dipergoki Arleta lagi sedang bersama Melani.
__ADS_1
"Pergilah Melani, jangan temui aku lagi. Jangan sampai aku berbuat kadar padamu". Kevin melampiaskan marahnya pada Melani. Wanita itu terkejut dengan kata-kata Kevin yang kasar dan dingin. Selama menjadi kekasihnya Kevin selalu manis apalagi bila ingin di layani Kevin merayunya dengan lembut. Hanya malam itu ketika memutuskan hubungan Kevin benar-benar tidak memperdulikan perasaannya. Mungkin Kevin sudah punya kekasih baru pikir Melani. Dia akan mencari tau.
"Siapa wanita itu?". tanya Revita pada Arleta. Karena dari gelagatnya sepertinya Arleta tau.
"Kekasih abangmu". jawab Arleta dingin. Revita terkejut. Dia sekarang mengamati Melani.
"Katanya model tapi gayanya murahan begitu. jangan-jangan bisa di pake sana sini". Revita menyatakan penilaiannya dengan ketus.
"Wah aku ga tau". Arleta dalam hati bertanya apa Kevin melanjutkan lagi hubungannya karena dia telah meninggalkannya.
"Wajahnya kalah jauh sama kamu Leta". Revita menilai lagi.
"Mungkin servisnya bagus". kata Arleta sinis tapi dia lalu menyesali kata-katanya. Kesannya dia jadi mantan pacar yang cemburu buta. Padahal dia hanya kesal dan sedih saja, karena mengenal gadis itu Kevin jadi mengabaikannya. Walaupun katanya masih tetap mencintainya. Melani berjalan keluar dari cafe meninggalkan Kevin dengan kecewa. Kevin sendiri menunggu sebentar dan menghabiskan minumnya. Setelah melihat Melani sudah pergi dengan taksi Kevin memutuskan juga untuk pergi. Tapi dia malas menyapa adiknya dan Arleta. Dia tidak tau harus berkata apa pada Arleta. Ketika dia sudah keluar cafe di dengarnya Revita memanggil. Kevin pun berhenti dan menoleh.
"Bang mau kemana?" tanya Revita ingin tau.
"Kembali ke kantor". Jawab Kevin lesu.
"Abang ga janjian sama perempuan tadi kan?". Revita khawatir.
__ADS_1
"Engga akan. Gara-gara kenal dia aku kehilangan bidadari ku". Mata Kevin menatap ke dalam cafe. Revita merasa lega mendengar jawaban abangnya.
"Ya sudah Abang balik gih ke kantor". Revita tersenyum. Kevin pun melanjutkan langkahnya menuju kantor tanpa menoleh.