
Munding tersenyum melihat wajah gadis yang sangat dia kenal dan sering dilihatnya di rumah Pak Broto ini, “kalian kenapa tidak keluar juga kesini?” panggil Munding ke arah samping kirinya.
Dua sosok laki-laki berjalan keluar dari sela-sela pohon mangga yang ada di sekitar mereka. Satu orang berbadan tegap dan terlihat kekar, yang seorang lagi sedikit lebih pendek dan berumur lebih tua dibanding laki-laki pertama. Broto dan Umar.
“Memang, anak didik Izrail, sungguh membuatku terkagum-kagum,” celetuk Umar yang berdiri di sebelah Broto.
“Humph,” Munding membalasnya dengan sebuah dengusan.
“Kalian kan tahu kalau aku sudah terinisiasi, kenapa mengirim anak serigala untuk mengujiku?” tanya Munding ke arah Umar dan Broto.
Laras yang mulai merasa sedikit mendingan di bagian perutnya, berusaha keras untuk berdiri dan sedikit menjauh dari Munding. Di mata Laras, Munding benar-benar menjadi sosok petarung yang menakutkan dan dapat dengan mudah mengalahkannya, kalau dia mau, nyawa Laras pasti sudah melayang dari tadi.
“Bukan kami, muridku yang ngotot ingin mengujimu, padahal aku sudah melarangnya. Dia tidak percaya saat aku mengatakan kalau kamu itu sebanding denganku,” kata Umar sambil melambai ke arah Laras.
Laras menganggukkan kepalanya dan tersenyum kecut ke arah gurunya itu. Dengan tertatih-tatih dan memegangi perutnya yang masih terasa sedikit nyeri, Laras berjalan ke arah Umar.
“Kamu keliatannya tidak begitu kaget ketika mengetahui kalau penyerangmu itu adalah Laras?” tanya Broto dengan antusias.
Munding cuma tersenyum, “A Long memberitahuku sejak sebulan lalu, kalau dulu ada seseorang yang menjual informasi kepadanya tentang sedekat apa hubunganku dengan militer. Informannya seorang wanita dan dia bekerja di rumah ini.”
“Aku mulai mencari pelakunya sejak saat itu dan Laras menjadi calon terkuat yang ada dalam kepalaku. Ada beberapa nama lain, tapi kecurigaan terberatku memang Laras.”
“Selain itu, sejak hari pertama di sekolah, aku langsung tersadar kalau kalian ingin menjadikanku sebagai umpan.”
“Kalian menggunakan background keluargaku untuk menggambarkan kalau aku adalah seorang pewaris tunggal kekayaan seorang petani dengan nilai kekayaan yang fantastis, dengan tujuan membuat para berandalan itu bergerak untuk melakukan sesuatu terhadapku.”
__ADS_1
“Saat mereka ragu untuk bertindak karena ketidak jelasan hubunganku dengan militer, kalian menyuruh Laras untuk pura-pura menjual informasi kepada A Long yang kemudian tersebar ke seluruh sekolah.”
“Akhirnya setelah mereka tahu kalau aku hanya seorang pekerja di rumah ini, mereka baru berani mengambil tindakan terhadapku. Lalu semuanya berjalan seperti yang seharusnya dan sudah terjadi sampai sekarang ini.”
Broto tertawa keras, tawa yang sama saat dulu pertama kali bertemu dengan Munding, “Munding, kamu mempunyai anugerah yang terlalu sayang untuk dibiarkan tak terpakai. Kamu diciptakan dengan segala kelebihan untuk menjadi seorang prajurit paling handal. Kamu harus bergabung dengan militer!!” kata Broto mengulangi usahanya untuk merekrut Munding.
Laras mencibirkan bibirnya di belakang Umar ketika mendengar kata-kata Broto.
Munding terdiam, “kenapa harus hari ini?” tanyanya kepada Broto.
Broto yang tadinya masih tertawa sambil melihat ke arah Munding menghentikan tawanya ketika mendengar kata-kata Munding. Dia melirik ke arah Umar kemudian Broto menarik napas dalam.
“Pertarungan terakhir telah datang. Pertarungan itu akan terjadi besok. Tapi kami tidak mau mengikuti rencana mereka," kata Broto pelan.
Munding menggelengkan kepalanya karena dia memang tidak tahu.
“Orang sering mengatakan kalau informasi adalah senjata terkuat dan mereka benar. Dan orang yang menguasai informasi terlengkap dan tercepat tentang pergerakan semuanya di kota ini adalah A Xiong,” lanjut Broto.
“A Xiong bahkan tahu identitas sang Dalang di belakang MinMaks sejak awal berdirinya MinMaks.”
“Tapi karena dia tidak berurusan dengan narkoba dan MinMaks juga tidak mengganggu usahanya, A Xiong tidak pernah menggubrisnya.”
“Hanya satu orang yang A Xiong sama sekali tidak bisa melacak identitasnya. Dialah Sang Guru yang selalu menemani Yusuf. Tapi menurut informasi yang diperoleh A Xiong, sang Guru adalah serigala petarung terinisiasi. Sama sepertimu dan Umar.”
“A Xiong semalam meneleponku. Dia memberi tahu kalau Yusuf sedang membentuk sebuah tim elite berkekuatan 4 serigala petarung awakening dan 8 orang yang gagal melakukan awakening tetapi menerima pelatihan sebagai serigala petarung.”
__ADS_1
“Tim Kelelawar ini secara resmi berada di bawah Yusuf tapi untuk actual di lapangan dan kesehariannya, mereka mengikuti instruksi sang Guru, karena dia yang mendidik mereka semua.”
“A Xiong tahu hal ini karena ada salah satu anggota dari tim kelelawar yang sebenarnya adalah orang A Xiong.”
“A Xiong punya cara unik untuk memperoleh jaringan informasinya. Dia mempunyai beberapa panti asuhan di berbagai tempat. Setelah itu, mereka semua akan dia biayai untuk sekolah, kuliah atau mungkin bergabung dengan polisi atau militer jika memang mereka bisa masuk.”
“Dia sudah melakukan ini selama puluhan tahun. Coba kamu bayangkan seberapa banyak anak asuh A Xiong yang sekarang entah tersebar kemana saja.”
“Karena itu, kami, dulu memutuskan untuk merekrutmu dengan alasan, pertama skillmu lebih dari cukup. Yang kedua dan terpenting, kami yakin seratus persen kalau kamu bukan orang A Xiong,” kata Broto mengakhiri ceramahnya.
“Panjang sekali ulasannya, tapi aku masih belum mengerti kenapa A Xiong bersedia memberi tahu tentang perang terakhir besok dan apa rencana besar Yusuf dan Tim Kelelawarnya?” jawab Munding.
Broto tersenyum setelah mendengar protes Munding, “kedua pertanyaan itu sebenarnya mempunyai jawaban yang sama.”
“A Xiong menelponku dan memberitahuku semua hal itu karena target mereka kali ini adalah Amel dan A Long. Anakku dan anak A Xiong.”
“Yusuf, Guru dan Tim Kelelawar berniat menculik mereka berdua kemudian meminta tebusan kepada kami berdua dengan mengatasnamakan kami masing-masing. Saat menelponku mereka akan menggunakan nama A Xiong, saat menelpon A Xiong mereka akan menggunaan namaku.”
“Tentu saja A Xiong geram sekali ketika mendengar rencana mereka. Karena itu, dia menelponku dan memberitahuku semuanya.”
“Mereka akan melakukan usaha penculikan itu besok secara serentak. Kemungkinan terbesar tim Kelelawar akan dibagi menjadi dua. Satu mengincar Amel dan satu lagi mengincar A Long.”
“Aku dan A Xiong sudah sepakat kalau kami berdua akan berpura-pura tidak tahu dan membiarkan Amel dan A Long sengaja sedikit lengah dalam penjagaan mereka agar mereka berani untuk maju menjalankan rencananya.”
“Karena itu, pagi ini kami mencarimu karena ingin berdiskusi tentang rencana di pihak kita.”
__ADS_1