Munding - Legenda Serigala Petarung

Munding - Legenda Serigala Petarung
Chapter 178 - Half-step


__ADS_3

“Apakah Izrail-san sudah masuk ke tahap manifestasi?” tanya Hiro dengan suara pelan ke arah Pak Yai.


Ketiga rekan Hiro juga memperhatikan laki-laki tua yang berdiri di depan mereka dengan seksama. Semua petarung tahap inisiasi selalu memimpikan memasuki tahap selanjutnya. Dengan begitu, mereka baru bisa dianggap sudah mencapai puncak perjalanan panjang mereka.


Chaos, sebuah organisasi yang bisa dianggap sebagai gerombolan ******* internasional dan telah beroperasi di berbagai negara, bisa eksis sampai detik ini karena adanya rumor bahwa Chaos di back up oleh seorang serigala petarung tahap manifestasi.


Seorang serigala petarung tahap manifestasi digambarkan sangat kuat dan sanggup mendominasi berapapun jumlah serigala petarung tahap inisiasi ataupun awakening sekalipun mereka mengeroyoknya dalam waktu bersamaan.


Mereka berada di liga yang berbeda.


Karena itulah, seorang serigala petarung tahap manifestasi dianggap memiliki kapasitas ancaman yang kurang lebih setara dengan kekuatan militer sebuah negara. Mereka kerap dijuluki sebagai ‘one man army’. Di negara manapun, asalkan seorang petarung telah terkonfirmasi sebagai seorang petarung tahap manifestasi secara legit, pasti akan selalu diterima dengan tangan terbuka dan disambut dengan ramah.


Karena ada satu prinsip penting saat menghadapi seorang serigala petarung tahap manifestasi.


Hanya petarung manifestasi yang bisa melawan petarung manifestasi lainnya.


Jika sebuah negara tak memiliki seorang pun petarung yang mencapai tahap manifestasi, bisa dibayangkan akan seperti apa negara mereka setelah diacak-acak oleh gerombolan *******-opportunis seperti Chaos. Dan Chaos bukan satu-satunya organisasi sejenis yang ada di seluruh dunia.


Banyak serigala petarung tahap manifestasi yang tidak ingin terikat oleh aturan-aturan hukum sebuah negara. Sejak awal, para serigala petarung adalah segerombolan orang yang menganggap norma hanyalah khayalan semu para manusia lemah yang mencoba mengekang mereka. Lalu, saat mereka mencapai tahap tertinggi dalam melatih dan mencari jati dirinya, akankah mereka membiarkan manusia lemah itu kembali mengikat mereka dengan norma semu mereka?


Para petarung kasta tertinggi ini kemudian membentuk dan mendirikan kawanan mereka sendiri. Mereka melakukan apapun yang mereka mau, mengambil apa yang mereka ingin, membunuh siapa yang mereka pilih. Sama sekali tidak ada aturan dan norma yang membatasi mereka terkecuali norma yang mereka yakini dan telah menjadi bagian dari jatidiri mereka sejak awal.

__ADS_1


Karena itu, keberadaan para serigala petarung tahap manfestasi yang berdiri di pihak suatu negara adalah sesuatu keharusan sekaligus utopia.


“Menurutmu apakah aku sudah memasuki tahap manifestasi?” Pak Yai tidak menjawab pertanyaan Hiro dan justru bertanya balik.


Hiro terlihat berpikir keras sambil tetap sesekali mengerang kesakitan dan memegangi tangan kanannya. Choi dan Yasin membantu Maria berdiri dari posisinya yang tergeletak di tanah. Mereka berdua bergidik ngeri setelah melihat bentuk kaki kiri Maria yang sangat aneh. Bagian tulang keringnya ke arah telapak kaki seakan terpisah dan hanya terkulai lemas ke bawah, seolah hanya disatukan oleh daging dan kulit antara kaki atas dan bagian kaki bawahnya yang patah.


Yasin dan Choi lalu membawa Maria ke tempat yang agak jauh dari Hiro dan Pak Yai berdiri.


Setelah beberapa saat Hiro berpikir keras dan berkonsentrasi, kini dia tahu kalau laki-laki tua di depannya belum masuk sepenuhnya ke tahap manifestasi. Ciri utama serigala petarung tahap manifestasi adalah intent yang terkondensasi dan dapat dilihat secara nyata, bukan lagi berupa ‘rasa’ atau sesuatu yang tidak terlihat oleh mata manusia.


Sebuah analogi sederhana dapat digunakan untuk menjelaskan proses ini.


Gas tersebut dimasukkan ke dalam suatu ruangan lalu suhu ruangan diturunkan sampai ke suhu dimana cairan terbentuk. Sederhana.


Cara kedua yang lebih rumit untuk melakukan kondensasi adalah dengan jalan memberikan kompresi atau tekanan ke gas tersebut. Contoh gas yang lazim dicairkan dengan cara seperti ini adalah LPG, jenis gas yang sudah sangat akrab dengan warga negara Indonesia dan mengisi hampir setiap dapur rumah kita.


LPG merupakan singkatan dari Liquefied Petroleum Gas yang artinya adalah gas minyak bumi yang dicairkan. Sesuai namanya, pada suhu dan tekanan ruangan, LPG akan berbentuk gas seperti udara.


Agar dapat digunakan untuk tujuan ekonomis, LPG harus dicairkan dan cara paling efektif yang digunakan untuk mencairkannya adalah dengan memampatkannya atau mengompressinya.


Sebagai perbandingan, 250 Liter LPG dalam bentuk gas setelah dimampatkan hanya akan menghasilkan 1 Liter LPG cair.

__ADS_1


Kembali ke cerita, intent yang dimiliki oleh serigala petarung pada tahap awakening dan inisiasi pada awalnya menyerupai gas yang ada di sekitar kita. Kita tahu mereka ada, kita bisa merasakannya, tapi kita tidak bisa menyentuh atau melihatnya.


Kemudian para serigala petarung berusaha untuk meningkatkan kualitas intent mereka dengan jalan mengkompressi dan memampatkan mereka hingga ke suatu titik dimana intent mereka menjadi ‘nyata’, mereka berhasil memanifestasikan intent mereka menjadi sebuah obyek yang bisa disentuh dan dilihat dengan semua panca indera bahkan oleh orang biasa sekalipun. Inilah yang menjadi inti dan sumber dari penamaan tahapan serigala petarung dengan 'manifestasi'.


Sampai detik ini, Hiro masih terus berusaha mencari celah dan informasi tentang serangan Pak Yai. Meskipun dia tidak ingin melihatnya lagi, tapi Hiro berusaha mengingat kembali proses dimana dia beradu pukulan dengan Pak Yai tadi.


Hiro mencoba memutar kenangan buruk tadi secara perlahan untuk menangkap details yang mungkin terlewat olehnya.


Semua dimulai dari Hiro yang lebih dulu melayangkan pukulan, Pak Yai yang menyambutnya dengan sebuah senyuman lalu mengayunkan sebuah pukulan balasan. Hiro memusatkan ingatan dan perhatiannya ke ujung kepalan tangan Pak Yai dan saat itulah dia melihatnya.


Sebuah riak kecil menyerupai permukaan kolam yang dilempar dengan batu kecil, secara mistis dan menakjubkan terlihat beberapa centimeter di depan pukulan Pak Yai. Riak itu bergerak meluas seperti sebuah gelombang dan segera menghilang, lalu semua intent Pak Yai yang tadinya terpancar ke segala arah, seolah-olah tertarik ke titik dimana tadi riak itu muncul dan menghilang secara tiba-tiba.


Sedikit demi sedikit sebuah lempengan tipis transparan muncul di depan kepalan tangan Pak Yai dengan kecepatan luar biasa dan akhirnya membentuk sebuah lingkaran kecil berdiameter tak lebih dari 5 cm. Sama persis dengan manifestasi intent yang tadi digunakan Pak Yai saat membalas serangan Maria.


Hiro menahan napas dan kembali mengingat sesaat setelah mereka beradu pukulan. Hiro mengabaikan rasa sakit di tangannya dan memusatkan perhatiannya ke arah kepalan tangan Pak Yai dimana lingkaran tipis transparan hasil manifestasi intent Pak Yai berada. Tak lebih dari satu detik setelah mereka beradu pukulan dan Hiro terdorong ke belakang, manifestasi intent Pak Yai seolah-olah seperti sebuah benda yang ditolak keberadaannya oleh alam dan seisinya. Dengan cepat, benda itu memudar ke segala arah dan menghilang.


Hiro kini tahu kalau manifestasi intent Pak Yai tidaklah stabil dan itu artinya, Pak Yai bukanlah serigala petarung tahap manifestasi sesungguhnya. Tetapi, Pak Yai juga tidak bisa dianggap sebagai serigala petarung tahap inisiasi, karena tidak akan ada serigala petarung tahap inisiasi yang bakalan bisa mengalahkan orang tua itu dan melakukan apa yang baru saja dia lakukan.


Cuma satu kata yang muncul di kepala Hiro setelah menyadari semua itu.


“Half-step.”

__ADS_1


__ADS_2