
Si wanita bertopeng tak menjawab pertanyaan Cynthia tapi mengalihkan pandangan matanya kearah Henry, “Kamu berniat untuk bekerja sama dengan keluarga Hong kan? Kamu tahu kan kalau itu melanggar aturan organisasi?” tanyanya kearah Henry kembali menggunakan Bahasa Inggris.
“Pemimpin tidak ada di negara ini dan aku punya kewenangan penuh untuk mengatur Chaos ketika tidak ada interupsi atau over ruled oleh Pimpinan, memangnya kamu siapa?” bentak Henry dengan suara keras.
“Henry, mungkin terlalu lama menjadi boneka Pimpinan yang digunakan untuk mengatur Chaos, menjadikanmu merasa kalau Chaos itu organisasi milikmu sendiri. Bukan begitu?” jawab si wanita bertopeng sambil berjalan mendekat ke arah meja Henry dan Cynthia.
“Mulai detik ini, aku mencabut kewenanganmu sebagai Phantom dari organisasi Chaos. Henry Cooper bukan lagi bagian dari Chaos, dan dia tidak lagi berada dalam naungan perlindungan organisasi Chaos,” kata si wanita bertopeng pelan seperti sebuah ikrar yang dikatakan dengan jelas.
Henry terlihat marah sekali, “Kamu tak punya hak untuk melakukan ini!!” teriaknya sambil meloncat kearah wanita bertopeng itu dan melayangkan tendangannya.
Tapi sesaat sebelum tendangan itu mengenai sasarannya yang terlihat hanya seorang wanita yang lemah dan sama sekali tak memasang kuda-kudanya itu, sebuah suara keras terdengar memekakkan telinga.
Booooooommmmmmmmm.
Tubuh Henry terlempar sejauh beberapa meter ke belakang. Kursi dan meja yang berada pada lintansan tubuhnya saat melayang, hancur dan rusak tak beraturan. Tubuh Henry bersandar pada tiang restoran, yang kebetulan berada 10 meter di belakangnya. Dia memuntahkan darah segar dari mulutnya tak lama kemudian dengan napas yang tersengal-sengal.
Henry menatap wanita bertopeng itu dengan pandangan mata tak percaya, “kamu siapa?” tanya Henry dengan suara lirih.
Sedangkan Cynthia yang baru saja melihat clash yang berlangsung hanya sepersekian detik itu cuma bisa terbengong. Henry Cooper, sang serigala petarung yang terkenal menjadi pemimpin harian organisasi Chaos, sama sekali tak bisa memberikan perlawanan di hadapan wanita bertopeng Phantom yang masih berdiri di tempatnya dan terlihat sedang melipat tangannya di depan dada dengan santai.
“Kemarahan membuat cara pikirmu menjadi berkabut, membuat penilaianmu menjadi tak akurat, membawamu kepada keputusan yang fatal akibatnya,” gumam si wanita bertopeng sambil menyunggingkan sebuah senyuman kepada Cynthia lalu duduk di sebelah gadis itu.
__ADS_1
Wanita bertopeng itu lalu mengambil sebiji buah apel di dalam mangkok depan Cynthia lalu sesuatu yang membuat mata Cynthia dan Henry terbelalak sebuah pisau kecil yang terbuat dari manifestasi intent keluar dari ujung jari telunjuk wanita bertopeng itu, lalu dengan santainya dia menggunakan pisau itu untuk mengupas apel di tangannya.
“Cynthia, kakekmu masih lama?” tanya si wanita bertopeng sambil tersenyum kearah Cynthia.
Dengan bibir bergetar karena ketakutan, Cynthia menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan wanita bertopeng yang kini Cynthia yakin kalau dia adalah seorang petarung manifestasi sama seperti kakeknya sendiri, Paulus Hong.
Henry merebahkan badannya yang remuk disana sini ke lantai, lalu sebuah nama terlintas dalam kepalanya, dengan suara parau dan disela-sela batuknya, Henry bertanya dengan suara lirih, “Shadow, is that you?”
“Too late, you should aware of that sooner,” jawab si wanita bertopeng.
Henry tertawa sambil terbatuk-batuk dan darah mengalir dari mulutnya sambil tetap terbaring di lantai, “Tak pernah terpikirkan olehku sekalipun kalau kau seorang wanita, Shadow.”
“Kata-kata seorang male chauvinist dari masyarakat yang katanya penjunjung tinggi kesetaraan gender,” cibir Shadow.
“Kakekmu datang,” kata Shadow pelan ke arah Cynthia.
Wooosshhhhhhhh.
Tiba-tiba seorang laki-laki tua sudah berdiri beberapa meter dari meja tempat Shadow dan Cynthia duduk. Dengan cepat sang kakek berbadan tegap dan bertubuh kekar ini melayangkan pandangannya ke sekelilingnya dan sudah memahami 80-90% garis besar peristiwa yang terjadi di sini beberapa saat sebelumnya.
Sang Kakek tua menggenggam kepalan kanannya dan menggunakan telapak tangan kirinya untuk membungkus kepalan tangan itu lalu meletakkannya di depan dada dan membungkuk sedikit kepada Shadow, isyarat memberikan hormat dalam seni beladiri wushu.
__ADS_1
“Bolehkah laki-laki tua yang bodoh ini tahu dengan siapa gerangan dia berhadapan?” tanya Paulus Hong dengan suara pelan dan sunggingan senyuman di bibirnya.
“Paulus Hong, tak usah berlagak di depanku. Aku tahu banyak soal identitas dan track recordmu. Aku Shadow dari Chaos ...” kata-kata Shadow terhenti sebentar lalu dia terlihat berpikir.
“Bukan, aku bukan lagi Shadow, mulai sekarang aku adalah Phantom dari Chaos,” lanjut Shadow yang sekarang menggunakan identitas Phantom.
Wajah sang Kakek terlihat sedikit terkejut untuk sesaat, “Aku dengar, ada tiga pilar dari Chaos. Kalian adalah, Phantom sang pemimpin, Shadow sang informan, dan Clown sang algojo. Kalau kau sekarang merangkap sebagai Shadow sekaligus Phantom, itu artinya Henry tak lagi dianggap sebagai anggota Chaos?” tanya Paulus sambil melirik ke arah Henry yang masih terbaring di lantai.
Bagi Paulus, seorang petarung tahap inisiasi dan memiliki jam terbang serta jaringan informasi seperti Henry Cooper adalah asset yang patut diperjuangkan.
Phantom dengan cepat melihat semuanya dan memahami niatan Paulus, “dasar opportunis sejati!” maki Aisah dalam hati.
“Kenapa? Kau ingin membawa Henry ke bawah naunganmu?” tanya Phantom.
“Kamu wanita yang pintar, aku juga ingin menawarimu bergabung dengan keluarga Hong,” jawab Paulus dengan cepat sambil tersenyum.
Siapapun yang melihat senyuman kakek tua yang berbadan sedikit gemuk itu pasti akan menganggap bahwa dia adalah seorang pria yang tulus dan baik hati. Tak akan ada yang menyangka kalau ada niatan jahat dibalik senyuman itu.
“Paulus Hong, seperti pepatah bangsamu, mungkinkah dalam satu gunung ada dua harimau?” tanya Phantom sambil tertawa kecil.
Setelah itu, Phantom mengangkat tangan kanannya dan membuka telapak tangan itu keatas, di atas telapak tangan Phantom yang terbuka, tiba-tiba terasa tekanan yang sangat kuat dan sebuah benda kecil berbentuk bola yang transparan dan berwarna putih terlihat berputar disana. Bola itu hanya berdiameter 1cm saja, tapi wujudnya terlihat solid dan stabil. Tak seperti manifestasi intent yang pernah ditunjukkan oleh Pak Yai yang terlihat bisa lenyap kapan saja.
__ADS_1
Cynthia memperhatikan semua yang dilakukan oleh Phantom dengan seksama, selama ini dia hanya pernah bersinggungan dengan satu orang petarung manifestasi saja, yaitu kakeknya sendiri, ini kali pertama dalam hidupnya dia melihat petarung manifestasi lain menunjukkan kemampuannya.