
Sebuah mobil 4WD keluaran terbaru sedang melaju di sebuah jalanan pedesaan. Di dalam mobil tersebut terdapat empat orang yang jika dilihat dari tampilannya sangat kontras satu sama lainnya.
Mereka adalah tim kecil Chaos yang berisikan 3 orang laki-laki dan 1 orang wanita. Di belakang kemudi, terlihat seorang laki-laki berparas tampan dan terlihat berumur sekitar 30-40an tahun. Para penggemar drama korea pasti sangat menyukai tipikal wajah tampan khas negeri gingseng yang dimiliki oleh sang pengemudi itu. Dia adalah anggota Chaos yang berasal dari Korea Selatan dan bernamai Choi Hong Hi.
Di sebelah Choi, duduk seorang laki-laki tua yang jauh lebih tua daripada si pengemudi. Dia memiliki wajah lokal, alias wajah dengan kekhasan yang dimiliki oleh negara Indonesia. Uban terlihat hampir memenuhi rambut dan menutupi kepalanya. Dia terlihat tenang dan melihat ke arah keluar jendela tanpa merasakan beban apapun di pikirannya. Tangan kirinya terlihat lunglai dan hanya menjadi sandaran tubuhnya yang merapat ke jendela mobil di sebelah kirinya. Laki-laki itu, Yasin.
Di belakang Yasin, seorang laki-laki berusia diatas 40 tahun dan berperawakan kekar dengan antusias melihat ke semua pemandangan yang ada di sepanjang jalan. Ini adalah bulan keenamnya di Indonesia, tapi sampai detik ini, pria jepang ini masih saja mengagumi keindahan alam tropis yang ada di negeri ini. Berbeda jauh dengan negerinya yang mempunyai iklim sub tropis. Pria berbadan kekar dan berambut rapi ini bernama Hirokazu Kanazawa. Dia adalah anggota tim Chaos yang berasal dari Jepang, sama seperti Hikari Makoto.
Satu-satunya wanita yang ada di dalam mobil ini adalah wanita yang dulu bersama Yasin, Nia dan Saenchai membantai seorang laki-laki di bawah jembatan Barelang, Batam karena kasus perselingkuhan yang sangat sepele, seorang wanita cantik petarung eksrima dari Filipina, Maria Celia.
“Masih jauh kah?” tanya Choi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang masih terkesan patah-patah.
“Tinggal sedikit lagi,” jawab Yasin tanpa menoleh ke arah laki-laki itu.
Di luar mobil, hamparan sawah dengan padi yang mulai menguning terlihat sejauh mata memandang. Para petani menggoyangkan tali yang disambungkan ke orang-orangan sawah dan diberi kaleng berisi batu, menimbulkan suara nyaring disertai serombongan burung gereja yang terbang ketakutan dengan suara cuitannya yang riuh rendah, ditambah lagi dengan gerakan padi yang mengayun-ayun karena tiupan angin. Semua itu bagaikan sebuah orkestra yang sedang memainkan sebuah simfoni alam yang sederhana tapi indah.
Bahkan seorang pembunuh berdarah dingin seperti Hiro sampai terkesima, “Yasin-san, negerimu sangat indah,” puji Hiro ke arah Yasin.
__ADS_1
Yasin hanya tersenyum, “itulah alasannya Jepang datang untuk menjajah kami puluhan tahun yang lalu,” katanya pelan.
“Sumimasen,” jawab Hiro sambil sedikit membungkukkan kepalanya kearah Yasin yang ada di depannya.
“Yasin, siapa target kita kali ini?” tanya Maria memotong pembicaraan antara Yasin dan Hiro.
Berbeda dengan Hiro ataupun Choi yang hanya dapat menggunakan bahasa Indonesia yang masih kurang lancar, Maria sudah lancar berbahasa Indonesia. Salah satu penyebabnya mungkin karena banyaknya kemiripan antara pengucapan dan kosakata antara bahasa Indonesia dan Tagalog yang menjadi bahasa Maria.
“Ini personal target,” jawab Yasin pendek.
“Personal target?” tanya Maria setengah tak percaya.
Chaos membuat sebuah aturan yang sebenarnya sangat mengikat tetapi sekaligus juga efektif. Chaos memberikan kesempatan kepada setiap anggotanya untuk meminta atau membuat sebuah request untuk misi balas dendam yang berhubungan dengan dendam pribadi para anggota Chaos.
Misi ini disebut dengan personal target.
Untuk bisa menjadi anggota Chaos, syarat minimum adalah serigala petarung tahap inisiasi. Jadi bisa dibilang, Chaos adalah organisasi yang berisi sekumpulan pembunuh berdarah yang terlatih. Karena mereka adalah para pembunuh, sudah sewajarnya jika mereka mempunyai musuh selama masa hidupnya. Atau mereka pernah mengalami kekalahan yang membuat mereka bersedia untuk membayar apapun harganya untuk dapat membalaskan dendam itu.
__ADS_1
Chaos memberi kesempatan kepada para anggotanya yang mempunyai keinginan untuk melakukan hal itu dengan bantuan dari mereka. Tetapi, tentu saja Chaos tidak akan melakukan hal itu dengan gratis atau tanpa imbalan. Mereka bukan organisasi amal ataupun sosial kemanusiaan.
Apalagi, bagi seseorang dengan kemampuan sebagai serigala petarung tahap inisiasi dan masih membutuhkan bantuan dari Chaos, bisa dibayangkan sehebat apa musuh mereka yang menjadi personal target kan?
Karena itulah Chaos membuat sebuah aturan yang sangat ketat dan mengikat bagi semua anggotanya yang berniat untuk mengajukan misi personal balas dendam mereka masing-masing.
Aturan pertama, semua informasi yang berkaitan dengan target harus diberikan tanpa ditutup-tutupi. Chaos tidak pernah meminta informasi detail tentang sengketa atau penyebab dendam mereka, tapi Chaos mewajibkan semua informasi tentang kemampuan dan data dari target serta orang-orang yang mungkin melindungi dan berada di sekitar target dengan jelas.
Informasi ini penting untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat ancaman bahaya dari misi personal target yang direquest oleh tiap anggota, sehingga Chaos bisa memutuskan berapa orang anggota mereka yang akan dikirim untuk menjalankan misi tersebut.
Aturan kedua, berdasarkan informasi yang diperoleh tadi, Chaos dapat mengetahui tingkat resiko dari misi tersebut, sehingga mereka bisa menentukan tingginya ‘pengorbanan’ yang harus dilakukan oleh anggota yang mengajukan misi.
Untuk misi yang diajukan oleh anggota mereka sendiri, Chaos tak bersedia mengukurnya dengan nominal uang. Uang bukanlah sesuatu yang paling berharga bagi organisasi sekelas Chaos. Masing-masing anggota Chaos yang telah lama malang melintang dan bergabung dengan mereka, dapat dengan mudah mengeluarkan uang milliaran rupiah tanpa mengedipkan mata.
Chaos meminta imbalan dari anggotanya yang mengajukan misi personal target dengan mengikat mereka untuk tetap bekerja di bawah kendali Chaos selama beberapa kali misi lagi. Terlihat sepele, tapi bagi Chaos sendiri, kesulitan terbesar bagi mereka adalah banyak sekali anggota mereka yang pensiun setelah mempunyai uang yang cukup untuk menikmati hidup mewah dan sesuai keinginan mereka.
Contohnya saat ini, sekalipun ada puluhan orang yang terdaftar menjadi anggota Chaos, tapi secara actual, tak lebih dari 10 orang yang masih aktif kesana kemari menerima dan menjalankan misi. Dan dari kesepuluh orang itu, entah berapa lama lagi mereka tetap ‘mengumpulkan’ uang sebelum akhirnya pensiun dan menghilang seperti anggota lainnya.
__ADS_1
Karena itu, ‘mengikat’ anggota Chaos yang mengajukan misi personal target untuk melaksanakan balas dendam mereka dengan imbalan kepastian bahwa si anggota tersebut akan tetap bersama Chaos selama beberapa misi lagi adalah sebuah win-win solution.