
Untuk mengelabui musuh-musuhnya dan para duplikatnya sendiri, Clown akan memberikan serum yang dapat meningkatkan kemampuan seorang serigala petarung kepada siapapun duplikat yang sedang 'bertugas' menjadi Real Clown dengan topeng bertaring patahnya. Termasuk si Clown yang sekarang duduk di sofa tengah ruangan.
Tapi, serum yang Clown berikan kepada para duplikatnya itu sudah diubah dan hanya memberikan peningkatan kemampuan secara temporer saja. Serum itu tidak memiliki efek permanen seperti serum yang dipakai oleh Clown sendiri.
Bagi para serigala petarung tahap awakening yang menjadi duplikat Clown, kesempatan untuk menikmati serum dari Clown dan merasakan sendiri sensasi menjadi seorang petarung tahap inisiasi, meskipun hanya sementara, adalah sesuatu yang tidak ada duanya.
Apalagi saat mereka sedang 'bertugas' untuk menggantikan Clown dan menggunakan topeng badut bertaring separuh, mereka bisa merasakan menjadi Clown yang sesungguhnya dan bertindak sesuka hatinya. Sama seperti yang Clown lakukan saat menyerang Hiro tiba-tiba dan semua kesombongan yang dia tunjukkan saat berada di ruangan itu.
Betapa saat itu, 'Clown' sangat bangga dan senang sekali. Sebagai petarung tahap awakening, dengan meminjam identitas Clown dan meningkatkan kemampuan sementara ke tahap inisiasi, dia bisa membuat Hiro dan Maria terduduk diam tanpa melawan di hadapannya. Bagi 'Clown' itu adalah suatu kebanggaan yang tak tergantikan oleh apapun. Sesuatu yang sangat diinginkan oleh para petarung tahap awakening yang menjadi duplikat Clown.
Mereka selalu berharap dalam hati, kapan giliran mereka untuk memakai topeng Clown bertaring separuh akan tiba. Sekaligus selalu berharap, saat giliran mereka menjadi 'Clown' semoga tidak ada musuh yang kuat mencari perhitungan dengan mereka dan mereka sendiri menjadi tumbal bagi Clown yang asli di tangan musuh-musuhnya.
Kemampuan Clown sendiri dibandingkan dengan serigala petarung tahap inisiasi yang lain sangat jauh berbeda. Clown 'memaksa' masuk ke tahap inisiasi dengan bantuan serum yang ditelitinya, bukan karena pemahaman jati dirinya atau evolusi naluri predatornya secara normal bagi setiap serigala petarung. Ini ibarat sebuah benda original yang dibandingkan dengan benda KW1. Serupa tapi tak sama, dengan kualitas yang tentunya berbeda.
Clown menyadari itu. Karena itu, dia menciptakan semua tipuan yang sekarang ini mengelilingi dirinya dengan satu tujuan, melindungi dirinya sendiri.
Bahkan tak seorang pun duplikatnya tahu bahwa Clown yang asli berasal dari negara mana. Sedangkan duplikat Clown sendiri yang berjumlah puluhan itu berasal dari berbagai negara di berbagai belahan dunia.
__ADS_1
Badut bernomor 43 yang sedang berdiri di hadapan Clown hanya menundukkan kepalanya. Apa yang bisa dia lakukan? Dia sudah berhasil mengenai Yasin dengan panah darts-nya, tapi setengah jam kemudian saat dia melacak lokasi panahnya itu, dia hanya menemukan bekas tetesan darah dan panah darts yang sudah dilepas dari tubuh Yasin.
Kini mereka sudah kehilangan kembali jejak Yasin selama lebih dari 3 jam dan itu waktu yang cukup lama. Jika Yasin berkendara dengan sepeda motor, dia dapat dengan mudah menghilang sejauh lebih dari 50-60 km jika berkendara tanpa henti selama itu.
Selama 10 hari ini, di luar perkiraan Yasin, Clown sebenarnya merasakan kepalanya hampir pecah saat melakukan perburuan ini. Yasin sangat pandai menghilangkan jejak. Dia juga tidak suka bergerak dengan metode apapun yang harus meninggalkan identitas dirinya, seperti kereta api, pesawat terbang atau kapal laut.
Meskipun itu membatasi ruang gerak Yasin dan dia tidak bisa melarikan diri ke tempat yang jauh, tapi hal itu menyusahkan Clown yang melacak Yasin. Tapi, Clown punya ide cemerlang untuk menunggu Yasin di rumah yang ditempati Nia. Saat itulah Clown untuk pertama kalinya berhasil berjumpa dengan buruannya.
Sejak hari itu, kejar mengejar antara Yasin dan Clown dilakukan secara intensif.
Siapakah yang kalah? Tentu saja Yasin. Clown adalah sebuah pasukan. Dia punya puluhan duplikat yang bisa saling bergantian untuk melakukan pengejaran setiap saat selama 24 jam tanpa henti, sedangkan Yasin hanya seorang diri. Manusia yang butuh makan, istirahat, dan beribadah. Lambat laun, tentu saja perburuan ini menyebabkan Yasin kelelahan, tapi dia tidak menyerah.
Dari sekian puluh orang, salah satu atau dua akan selalu berhasil menemukan jejak buruan mereka. Saat itulah mereka memberitahu Clown dan Clown pun beraksi. Hal yang sama terjadi berulang kali selama 10 hari ini. Di mata Yasin, Clown seolah-olah menjadi sosok yang serba tahu kemana dirinya akan melarikan diri. Padahal ini semua hanyalah perburuan tak imbang antara seorang mangsa yang diburu oleh sekelompok pemburu.
\=\=\=\=\=
"Kamu yakin akan membiarkan Clown menghabisi Yasin?" tanya seorang laki-laki dengan suara pelan dan tegas entah kepada siapa, karena hanya ada dia seorang yang terlihat di dalam ruangan ini.
__ADS_1
Laki-laki itu berbadan gempal dan duduk dengan santai di sebuah ruangan yang isinya mirip dengan sebuah ruangan kantor sebuah perusahaan biasa.
"Aku tak peduli dengan dia," terdengar sebuah jawaban yang menggema dalam ruangan itu meskipun tidak terlihat orang kedua di sana.
"Hmmmmm," si laki-laki hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Meskipun dia mantan rekan satu kawananmu yang dulu?" tanya laki-laki itu lagi setelah terdiam beberapa saat.
"Aku sudah memutuskan hubungan dengan mereka semua sejak dulu ..." sebuah jawaban terdengar kembali, tapi kali ini suaranya terdengar mengambang dan sedikit ragu.
Mendengar jawaban dari Shadow yang terdengar mengambang dan ragu, laki-laki itu hanya tertawa kecil.
"Abangku memang garang di medang perang, tapi tak pernah mengerti isi hati wanita. Ditinggal istri yang tak setia saat berjuang, dan tak sadar kalau ada gadis kecil yang mencintainya sepenuh hati sejak puluhan tahun lalu," gumam laki-laki itu disela-sela tawanya.
Tak terdengar jawaban dari Shadow untuk menimpali kata-kata laki-laki yang menyebut Izrail sebagai 'abangku' itu. Beberapa saat kemudian, dia hanya melirik sekilas ke salah satu sudut ruangan kantornya dan tersenyum. Dia tahu kalau Shadow baru saja pergi dari tempatnya berdiri tadi.
Laki-laki itu kemudian memutar kursinya dan melihat kearah luar jendela kaca dari ruangan kantornya. Di luar sana, beberapa sales terlihat sibuk kesana kemari menawarkan dagangan dari perusahaan ini. Sebuah perusahaan kecil yang bergerak dibidang jual beli mobil bekas.
__ADS_1
Setelah beberapa saat menyaksikan kesibukkan para karyawannya, dia lalu merebahkan badannya ke sandaran kursi empuk miliknya, "Bang, seharusnya Abang sudah sejak dulu masuk ke tahap manifestasi. Tapi sejak kepulangan Abang dan Abang memulai hidup baru dengan keluarga Abang, saat itulah Abang sudah menutup celah untuk melangkah kesana."
"Serigala harusnya hidup di alam liar, mengasah taring dan cakarnya lalu menggunakan senjata itu untuk memburu dan menghabisi musuh-musuhnya. Dan Abang sudah kehilangan jalan hidup yang satu itu," gumam laki-laki itu dengan suara pelan kepada dirinya sendiri.