
Tiba-tiba saja, restoran yang tenang dan bernuansa romantis itu dikagetkan dengan suara langkah kaki yang terdengar dan berjalan dengan cepat di atas lantai marmernya.
Sontak saja, semua mata memandang ke arah suara langkah kaki itu berasal. Dengan pandangan penuh tanya dan mencibir mereka berusaha mencari siapa tersangka yang dengan sengaja bertingkah laku kampungan di restoran kelas atas ini.
Pasangan pria Kaukasia dan gadis Chinese tadi juga melakukan hal yang sama, dengan raut muka tidak senang, mereka menolehkan kepala mereka ke arah suara itu berasal. Tapi, ketika si pria eropa itu memalingkan wajahnya dan melihat ke arah suara tersebut berasal, dia terlihat kaget dan mukanya sedikit pucat.
Dia melihat seorang wanita yang sedang mengenakan sebuah topeng. Topeng putih yang sering dipakai untuk pertunjukan drama ‘Phantom of the Opera’. Sebuah topeng yang bukan hanya indah, tapi juga mempunyai arti sangat penting bagi sang Pria, karena itu adalah topeng miliknya, milik sang Phantom dari Chaos.
Kenapa sekarang bisa dipakai oleh wanita yang baru datang itu?
Si gadis Chinese yang ada di depannya tentu saja bisa melihat perubahan wajah yang terjadi pada muka pasangannya. Melihat raut muka pria yang tadinya terlihat elegan dan tenang kini berubah sedikit panik karena wanita yang mengenakan topeng Phantom itu, si Gadis Chinese merasakan sesuatu yang salah disini.
Gadis Chinese ini bukan wanita sembarangan, dia bernama Cynthia Hong, seorang serigala petarung tahap inisiasi yang merupakan cucu dari Paulus Hong, satu-satunya petarung manifestasi dari jalur beladiri yang sekarang berafiliasi dengan pemerintah Indonesia.
Pria Eropa itu sendiri bernama Henry Cooper, seorang warga negara Inggris yang telah bertahun-tahun bergabung dengan Chaos sejak mereka beroperasi di Timur Tengah dan Afrika. Setelah sekian tahun bergabung, Henry hanya bertemu dengan pemimpin Chaos yang sesungguhnya tak lebih dari lima kali. Untuk keseharian mereka, setiap tugas lebih banyak diputuskan oleh tiga orang yang menjadi pilar Chaos, dirinya sendiri sebagai Phantom, Shadow, dan Clown.
__ADS_1
Selama berbulan-bulan beroperasi di Indonesia, Henry bahkan tak sekalipun bertemu dengan Pimpinan Chaos. Dia merasa kalau atasannya bahkan mungkin tidak berada di negeri ini. Karena itu, dia merasa aman untuk sedikit bermain-main dengan para penguasa dunia gelap di negeri nun jauh di Asia Tenggara ini.
Tapi kini, Henry melihat topeng yang selama ini memberinya identitas dan posisi dikenakan oleh seorang wanita. Tapi pakaiannya sangat tertutup, dari ujung kepala hingga ujung kaki. Pakaian itu juga terlihat longgar tapi dibuat sedemikian rupa untuk tidak menghalangi gerakan dari si pemakai. Untuk sekilas, Henry bahkan berpikir jika pakaian tersebut masih termasuk kategori Burqa seorang perempuan muslim.
“Who are you? That’s my mask!!” teriak Henry dalam bahasa Inggris dengan suara keras sambil menunjuk ke arah si wanita yang barusan datang dan kini sudah berdiri tak jauh dari meja Henry dan Cynthia.
Si wanita hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu menjawab dengan bahasa Inggris yang sangat fasih dan susah sekali ditebak accent-nya, “Ini bukan lagi topengmu.”
“Jangan bercanda!! Topeng itu diberikan kepadaku oleh pimpinan Chaos termasuk semua kewenangannya untuk memimpin Chaos!!” teriak Henry sambil berdiri dari tempat duduknya.
Cynthia memperhatikan semuanya dengan tenang, satu tangannya dengan cepat mengirimkan pesan kepada Kakeknya tentang perkembangan yang terjadi saat ini. Cynthia memang melakukan makan malam dengan Henry atas instruksi dari Paulus.
Saat ini, Paulus dengan cepat meluncur ke restoran ini setelah menerima pesan singkat dari cucu kesayangannya. Satu hal yang membuatnya kuatir, Cynthia memberi tahu kalau kelihatannya ada konflik internal di tubuh Chaos saat ini. Karena itu, dia harus datang, setidaknya Paulus harus memastikan keselamatan Cynthia.
Wanita yang mengenakan topeng Phantom hanya tertawa kecil sambil menunjuk ke arah Cynthia, “Apa yang sedang kamu rencanakan dengan gadis ini?”
__ADS_1
“Tidak ada! Dia kenalanku. Kami hanya makan malam saja disini,” jawab Henry tegas dan cepat.
Si Wanita hanya tertawa saja mendengar jawaban Henry.
Sedetik kemudian, serombongan security yang masing-masing menggunakan pentungan karet terlihat berlarian ke arah meja mereka yang berada sedikit di tepi ruangan. Ketika melihat para security itu berdatangan, Cynthia mengangkat tangan mereka lalu mengeluarkan sebuah kartu tanda pengenal kearah Chief Security yang memimpin anak buahnya.
“Ini urusan keluarga Hong, bawa pergi semua pelanggan di ruangan ini. Keluarga Hong yang akan menanggung semua kerugian akibat kejadian malam ini,” kata Cynthia pendek ke arah Chief Security.
Chief Security menganggukkan kepalanya tanda mengerti, cuma selintas pikiran yang ada dalam kepalanya, “saat dua ekor gajah sedang bertarung, janganlah kelinci menyela di tengah-tengah mereka, tak ayal si kelinci cuma akan menjadi korban salah sasaran saja dan tak akan mengubah jalannya pertarungan,” dan itulah yang dia lakukan, menyingkir sejauh-jauhnya, karena dia tahu kalau ini sudah diluar wewenang dan kekuasaannya lagi.
Tak sampai satu menit, dalam ruangan itu kini hanya ada tiga orang saja. Henry yang berdiri di dekat mejanya, wanita bertopeng Phantom yang berdiri sambil melipat tangan di depan dadanya dan Cynthia yang masih duduk di mejanya sambil mengirim pesan chat dengan menggunakan smartphonenya.
Si wanita hanya melirik sekilas kearah Cynthia yang masih aktif memainkan jemarinya diatas smartphonenya yang berharga belasan juta rupiah itu. Lalu dia tersenyum dan menggunakan Bahasa Indonesia dengan lancar dan berbicara ke arah Cynthia, “Kamu sudah beritahu Paulus? Dia datang kesini kan?”
Cynthia kaget sekali mendengar pertanyaan wanita itu dengan Bahasa Indonesia yang fasih dan lancar kearahnya, tanpa sadar smartphone miliknya jatuh ke meja yang ada di depannya. Keringat dingin juga mulai keluar dari punggung Cynthia. Dia yakin seyakin-yakinnya kalau wanita yang mengenakan topeng Phantom ini adalah orang Indonesia. Tak mungkin orang luar bisa berbicara sefasih itu meskipun dia sudah belajar selama bertahun-tahun.
__ADS_1
“Kamu? Siapa?” tanya Cynthia sedikit gugup, dia berpikir kalau si wanita bertopeng adalah orang luar negeri, sama seperti Henry Cooper yang ada di sebelahnya, tapi ternyata dia adalah seorang warga negara Indonesia.
Si wanita bertopeng tak menjawab pertanyaan Cynthia tapi mengalihkan pandangan matanya kearah Henry, “Kamu berniat untuk bekerja sama dengan keluarga Hong kan? Kamu tahu kan kalau itu melanggar aturan organisasi?” tanyanya kearah Henry kembali dengan menggunakan Bahasa Inggris.