Munding - Legenda Serigala Petarung

Munding - Legenda Serigala Petarung
Chapter 149 - Karung


__ADS_3

Sebuah mobil terparkir di sebuah jembatan yang menghubungkan dua buah pulau kecil.


Tak lama kemudian, empat orang terlihat keluar dari mobil. Mereka menyeret seorang pria keluar dari mobil ke tepi jalan dan membawanya turun. Ke bagian pondasi di bawah jembatan yang gelap gulita.


Hanya penerangan lampu senter dari keempat orang tersebut menerangi tempat itu.


Jembatan penghubung antara kedua pulau itu adalah salah satu dari gugusan Jembatan Barelang yang ada di Batam. Lebih tepatnya jembatan keenam dan terakhir. Ini adalah jembatan terjauh dari Pulau Batam dan membutuhkan waktu hampir 1 jam menggunakan kendaraan bermotor untuk mencapainya.


Pria yang diseret keempat orang tadi lalu dihempaskan ke tiang cor penyangga jembatan yang ukurannya sangat besar, mungkin 5m x 5m. Bagian bawah tiang juga berupa cor-coran beton yang berundak-undak dan makin ke bawah makin besar menyerupai candi. Sesekali suara hempasan ombak laut terdengar menghantam bagian bawah pondasi jembatan ini.


"Ampun. Tolong kasihani aku. Aku punya anak istri," rintih si Pria malang itu.


Pria itu hanya mengenakan celana dalam saja dan kedua tangannya terikat ke belakang. Luka berdarah tampak di sekujur tubuhnya. Mukanya juga sudah hancur tak karu-karuan, mungkin terkena bogeman mentah dari para penculiknya ini.


Keempat orang yang menyeretnya mengenakan masker sederhana seperti masker kesehatan yang dijual di apotek untuk menutupi muka karena debu. Bukan sesuatu yang istimewa, tapi si Pria malang kini benar-benar seperti orang gila dan putus asa karena para penculiknya seolah-olah tak paham dengan kata-katanya.


Dan dia benar soal itu.


Hanya dua orang yang mengerti apa arti kata-kata si Pria Malang, Yasin dan Nia. Dua orang lainnya, mereka tak akan paham karena mereka tidak mengerti Bahasa Indonesia.


"Nia, kenapa kita susah-susah melakukan ini? Kita bisa kan dengan mudah menghabisinya di tempat. Tak perlu seperti ini," tanya salah seorang dari mereka ke arah Nia dengan bahasa Inggris yang fasih, dan dari suaranya dia terdengar feminim.


"Ini spesial order Kak Maria," jawab Nia, sama seperti wanita itu, Nia juga menjawabnya dengan bahasa Inggris juga.


"Spesial order?" tanya Maria heran.


Nia menganggukkan kepalanya, "klien minta dia untuk 'dikarungin' dan direkam prosesnya. Itulah yang sekarang jadi tugasku. Merekam semuanya dengan hpku," jawab Nia.

__ADS_1


"dikarungin, apa itu?" tanya Maria penasaran.


Nia sedikit kebingungan untuk menjelaskan istilah itu dengan menggunakan bahasa Inggris.


"Intinya, kita masukkan target ke karung dalam keadaan hidup dan tangan terikat, lalu kita masukkan juga beberapa batu besar ke dalam karung itu. Lalu kita ikat karungnya dan kita lempar kelaut. Target akan mati perlahan-lahan karena kehabisan napas dan air laut memasukki mulut dan saluran pernafasannya. Selain itu, karena dia terikat dan dimasukkan dalam karung. Dia hanya dapat melihat kegelapan dan pasrah saja. Prosesnya bisa lama sampai target benar meninggal dunia, mungkin sampai 15 menitan," jawab Nia.


"Cara mengerikan untuk mati kan? Ditembak dengan pistol atau dipenggal dengan katana, jauh lebih cepat dan tanpa rasa sakit kalau dibandingkan dengan 'dikarungin'. Ini cara pembunuhan yang keji dari masyarakat pesisir laut. Hanya saat mereka benar-benar membenci seseorang saja, mereka tega melakukannya," lanjut Nia.


Maria menganggukkan kepalanya, mereka berdua hanya melihat saja saat Yasin dan satu orang lagi sedang melakukan pekerjaan mereka.


"Saenchai!" panggil Yasin sambil menunjuk ke batu besar di bawah pondasi.


Saenchai menganggukkan kepalanya dan berjalan mengambil batu itu. Nama Saenchai berkali-kali diteriakkan Yasin saat dia tak bisa melakukan tugasnya seorang diri.


Mereka berdua sama sekali tak saling bercakap-cakap karena mereka berdua tak fasih berbahasa Inggris, tapi anehnya, komunikasi ala Tarzan antara mereka berdua berjalan sangat baik.


Istri dan anaknya pasti sekarang sedang asyik tertidur. Dan esok hari, mereka pasti masih belum curiga apa-apa soal kematiannya. Karena dia memang memberitahu istrinya kalau dirinya bekerja lembur malam ini. Until morning kalau istilah yang dipakai pekerja fabrikasi di Batam, lembur dari pagi sampai ke pagi lagi selama 24 jam.


Dan melihat keseriusan mereka, si Pria malang itu tahu kalau ajalnya tak lagi dapat dihindari.


"Aku tahu kalau apapun ceritanya, kalian akan tetap memasukkan aku ke karung. Setidaknya, beritahu aku alasannya," kata si Pria malang kini terlihat pasrah.


Yasin melihat ke arah si Target dan berjongkok di depan pria malang itu yang terbaring di atas dinginnya lantai cor di kaki jembatan dengan cuma mengenakan sebuah celana dalam saja.


"Lain kali, kalau main sama cewek, liat dulu siapa suaminya. Jangan asal hajar saja," kata Yasin pelan.


Si Pria malang itu terlihat berpikir sebentar dan menarik napas dalam. Kini dia tahu alasannya kenapa dirinya diculik dan dibawa ke sini untuk dikarungi dan dilempar ke laut hidup-hidup.

__ADS_1


Sekarang cuma penyesalan yang ada di hatinya. Bayangan keluarganya juga mulai menari-nari di depan mata. Istri dan putri semata wayangnya yang mungkin masih tertidur lelap dan tak sadar kalau esok hari mereka sudah menjadi janda dan yatim.


Saenchai tak tahu apa yang rekannya katakan dalam bahasa lokal kepada calon korban mereka tapi dia tak peduli. Yang dia inginkan cuma satu, misi tak penting ini selesai secepatnya.


Maria berdiri di sebelah Nia yang masih asyik merekam aktivitas Yasin dan Saenchai mempersiapkan semuanya.


"Kecemburuan seorang suami terkadang bisa sangat menakutkan," gumam Maria.


Nia melirik ke arah gadis yang beberapa tahun lebih tua yang berada di sebelahnya itu. Dia tak tahu bagaimana caranya Chaos bisa mengumpulkan orang-orang ini.


Maria yang bernama lengkap Maria Celia ini adalah seorang petarung inisiasi yang berasal dari Filipina. Dia menggunakan basic beladiri Eskrima untuk mencapai levelnya yang sekarang. Beladiri yang sangat asing untuk Nia karena di Indonesia sendiri tidak begitu populer.


Laki-laki yang berkulit agak gelap dan bernama Saenchai juga merupakan petarung inisiasi. Tapi berbeda dengan Maria, dia berasal dari Thailand dan mempunyai basic Muay Thai.


Chaos selalu menukar pasangan tim kecil mereka saat menjalankan misi. Dan ini adalah misi kesekian kali yang sudah dijalani oleh Yasin dan Nia. Sebuah misi sederhana untuk menghabisi nyawa seorang pekerja biasa dari perusahaan fabrikasi migas di Batam karena kasus perselingkuhan yang dilakukannya.


Klien mereka adalah seorang pengusaha kaya raya yang melakukan impor barang elektronik dari Singapore dan rela membayar sangat mahal untuk melihat si Target dikarungi dan ditenggelamkan hidup-hidup.


Sebuah kasus yang sebenarnya cukup ditangani oleh preman kacangan. Tapi mereka tetap menerimanya karena sesuai dengan prinsip Chaos, apapun akan mereka lakukan asal harganya sesuai.


Dan si Pria malang yang tak bisa menjaga kelaminnya itu, hanya akan menjadi satu dari sekian banyak nama dari daftar orang hilang yang mayatnya tak akan pernah ditemukan setelah malam ini.


\=\=\=\=\=


Author note:


**Terimakasih untuk kalian semua yang sudah memberikan votes untuk cerita ini. Sumpah kaget malam ini, seharian ndak buka noveltoon, tahu-tahu dari ranking 160an langsung loncat ke 90an.

__ADS_1


Kalian is the best**.


__ADS_2