
“Kami berhasil mendapatkan biodata orang yang dicurigai Munding menjadi penghubung antara MinMaks dengan si Dalang,” kata Ambar pagi itu kepada Broto dalam kantornya di markas Kodam IV, “mohon petunjuk untuk instruksi selanjutnya.”
“Cari orang ini, bawa dan interogasi dia. Kita ingin tahu siapa sebenarnya si Dalang ini,” jawab Broto tegas.
Kalimatnya terkesan berwibawa dan terhormat, padahal aslinya, itu adalah instruksi Broto agar Ambar dan timnya melakukan ‘penculikan’ terencana kepada oknum yang mereka incar. Setelah itu mereka akan menyekap si oknum tersebut di dalam sebuah safe house yang aman dan tersembunyi untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan.
Dan mereka punya 1001 cara untuk membuat semua tersangka mereka mengatakan apa pun yang mereka mau. Bahkan mungkin berapa helai jumlah bulu ******** istri mereka jika perlu. Terkadang cara-cara seperti memang digunakan untuk mencapai tujuan mereka.
Tapi tentu saja, ada beberapa kecelakaan dimana si oknum yang diinterogasi tidak tertolong nyawanya. Mungkin satu-satunya akibat yang akan terjadi adalah tambahan satu nama missing person atau orang hilang di list yang ada di kepolisian.
\=\=\=\=\=
Seorang pemuda sedang duduk di sebuah kafe sekaligus restoran yang terlihat ramai dikunjungi oleh anak-anak muda seusia mereka. Mereka juga masih menggunakan seragam putih abu-abu mereka. Seorang gadis manis duduk di samping si pemuda sambil menikmati vanilla ice cream di depannya.
Sesekali si gadis mencoba untuk memaksa si pemuda menikmati es krim di depannya tetapi selalu ditolak oleh si pemuda. Tapi meskipun begitu si gadis tidak pernah menyerah dan tetap saja berusaha menyuapi si pemuda.
Tak lama kemudian sepasang muda mudi yang dari kontur wajah dan warna kulitnya terlihat sekali kalau mereka merupakan keturunan Chinese datang mendekat ke arah mereka dan langsung duduk di kursi kosong di dekat sepasang muda-mudi yang pertama tadi. Mereka menempati kursi di sebelah kanan Munding dan Amel.
“Long, gimana kabar si Bram?” tanya Munding yang sudah menunggu dari tadi.
A Long yang sedari tadi tangannya usil terus untuk meraba-raba gadis di sebelahnya menoleh ke arah Munding, “yang gue tahu sih dia koma. Setengah hidup, setengah mati. Kata tim dokter, dia mengalami kerusakan otak parah karena terkena pukulan benda tumpul. Lu pukul dia pakai apaan Boss?” tanya A Long.
__ADS_1
Munding terdiam tanpa memberikan jawaban.
“Si Rey juga tangannya patah parah Boss, untung masih bisa ketolong cepat. Jadi setelah dilakukan bedah tulang, pergelangan tangannya yang remuk bisa diperbaiki lagi. Emang lah ya, kalau demi cinta, lu bisa jadi raja tega gitu Boss,” sindir A Long, “Bram gegar otak sampe koma, Rey remuk tulang tangannya,” lanjut A Long sambil melirik ke arah Amel.
Amel melotot ke arah A Long dengan garang dengan muka bersemu merah. Kalau Amel sih nggak bakalan nolak kalau semua temen-temen mereka nganggep dia kekasih Munding. Tapi sayangnya, Mundingnya sendiri yang nganggep dia, sedih banget nggak sih?
Kemudian dari arah pintu masuk restoran, masuklah sepasang muda mudi yang sontak menjadi pusat perhatian semua orang di restoran. Karena perbandingan mereka sangat kontras. Si cewek terlihat cantik dan modis, sedangkan si cowok, sudahlah gundul, bajunya juga terlihat lusuh, tapi anehnya, Si cewek sama sekali nggak malu dan nggak mau ngelepasin pegangan tangannya dari si Gundul yang suka meringis itu.
Saat itu, semua orang di restoran percaya kalau ilmu pelet itu ternyata memang ada.
Begitu Citra sampai di dekat meja mereka, dia langsung maju dan memeluk Amel kemudian mencium kedua pipi Amel. Wowo dengan penuh percaya diri juga maju dan ingin melakukan apa yang Citra lakukan tadi ke Amel.
Wowo cuma meringis kecut dan duduk sambil memegang tangan Citra, “ane becanda Mel gitu aja diseriusin sih?”
“Hmph,” dengus Amel pelan, Munding sih cuek-cuek aja dari tadi.
“Fariz sama Rin mana Long?” tanya Wowo ke A Long yang dari tadi masih asyik aja ngegrepe gadis di sebelahnya.
“Mana ngerti gue? Emang dia orang anak gue?” balas A Long.
Citra cuma tertawa kecil saja mendengar obrolan dua orang yang selalu bertengkar setiap kali bertemu ini, mirip banget sama Tom and Jerry, itu kata-kata Citra sendiri saat dulu ditanya kenapa ketawa sendiri.
__ADS_1
Tiba-tiba dari arah belakang A Long terdengar suara seorang laki-laki yang sedang berusaha menenangkan seseorang, “ayo nggak pa-pa.”
“Nggak mau, ada Munding sama A Long tu,” balas si cewek dengan suara bergetar ketakutan.
Munding melirik sekilas ke arah suara itu berasal karena namanya disebut. A Long pun sama. Apalagi Amel, dia sensitif sekali kalau ngedenger ada cewek lain nyebut nama Munding. Dalam hati Amel, dia adalah pemain cadangan pertama untuk Munding. Nanti saat ada pergantian pemain, dia yang harus maju menjadi pemain utama.
Keenam muda-mudi yang sudah duduk di meja itu menolehkan kepala mereka kearah suara tadi berasal. Dan ketika mereka melihat sepasang muda-mudi yang sedang saling menarik tangan itu, mereka terkejut. Si Rin, menggunakan baju takwa lengkap dengan kopiahnya sedang menarik lengan baju seorang gadis berjilbab lebar dan menggunakan kacamata yang agak tebal.
Munding dan kawan-kawan sedikit terkejut melihat gaya berdandan Rin yang jauh dari biasanya itu. Cuma satu kata terlintas di benak mereka, nama hewan yang bisa berubah warna sesuai dengan tempatnya.
Bunglon.
Billa melirik ke arah sekumpulan remaja yang sedang duduk semeja di depannya. Munding, si Bocah Gila yang menghajar Bram di hari keduanya, menyerang SMK Sriwijaya seorang diri. Menghabisi geng motor MinMaks yang mengacau di acara ultah Citra. Raja dari SMA Harsa. Siapa sih yang nggak kenal dengan sepak terjang cowok satu itu? Bahkan untuk seorang kutu buku seperti dirinya, Billa hapal banget dengan semua hal yang dilakukan oleh Munding. Cowok yang sekarang menjadi trending topic di Harsa.
A Long, ketua geng Kupu Mas. Calon mafia masa depan. Ketua geng terkuat kedua setelah MinMaks. Yang namanya ditakuti karena dia terkadang menjadi raja tega saat menghajar musuh-musuhnya. Yang terkenal karena sanggup menjual semuanya demi uang.
Amel, si Ice Princess dari Harsa. Cewek yang terkenal arogan dan angkuh sekali di SMA mereka. Yang selalu dikawal oleh dua orang tentara setiap kali keluar dari gerbang sekolah. Yang mempunyai seorang Jenderal sebagai Ayah.
Billa tidak mengenal ketiga orang lainnya. Si Botak yang terlihat mesra dengan cewek cantik di sebelahnya dan cewek keturunan berwajah manis yang ada di sebelah A Long.
“Rin ini apaan sih? Katanya tadi mau ngajak makan keluar. Billa dah bela-belain minta ijin ke ortu. Tapi kok malah diajak ketemu sama orang-orang kayak gini sih?” keluh Billa dalam hati sambil tetap berusaha untuk melepaskan bajunya dari tarikan Rin.
__ADS_1