
“Bedebah!!!!” teriak seorang pria yang menggunakan pakaian badut di dalam sebuah ruangan.
Di sekeliling pria yang memaki tadi, terdapat puluhan orang yang menggunakan attribut yang sama dengan dirinya. Pakaian badut dengan topeng wajah yang mengerikan. Terdapat lebih dari lima puluh pria berpakaian badut dan berada dalam ruangan ini.
Tapi hanya suasana hening menyambut teriakan satu-satunya badut yang duduk di sofa yang ada di tengah ruangan.
“43!! Bukankah kau sudah mengenainya dengan panah darts-mu? Lalu kenapa kau tidak bisa melacaknya,” teriak si badut yang semua orang juga pasti tahu kalau dia adalah real Clown dari puluhan badut yang ada di ruangan ini.
“Boss, buruan kita ini sangat cerdas, dia langsung melepas panahku tak lebih dari setengah jam setelah aku berhasil mengenainya,” jawab si badut yang dipanggil dengan sebutan 43 oleh Clown.
Tak seperti perkiraan Yasin yang menduga bahwa Chaos memiliki jaringan informasi yang sangat canggih dan merata. Teknik yang digunakan oleh Clown untuk berburu sangatlah tradisional.
Clown memiliki duplikat berjumlah puluhan dan sebagian dari mereka adalah serigala petarung tahap awakening. Meskipun sebgaian besar hanyalah petarung elite biasa, bukan seorang serigala petarung.
Dengan jumlah anak buah sebanyak itu dan kesemuanya menggunakan attribut yang hampir mirip. Saat seseorang yang mengenal Clown dan mengetahui identitasnya melihat salah satu dari mereka, mereka akan menduga sedang berhadapan dengan Clown yang asli.
Hanya Clown dan para duplikatnya yang tahu dan bisa membedakan apakah Clown yang sedang mereka hadapi adalah asli atau duplikat.
Karena itulah, serigala petarung dengan julukan Clown dari Chaos, terkenal dengan gelar ‘undying’ dan bahkan ‘immortal’, karena beberapa kali musuh-musuh Clown mengklaim bahwa mereka sudah menghabisi Clown tapi selang tak berapa lama, Clown akan muncul lagi tanpa kekurangan suatu apa pun bahkan sekedar luka gores sedikit pun di badannya.
__ADS_1
Kejadian itu terjadi berulang berkali-kali hingga akhirnya para serigala petarung mulai menyebut Clown sebagai undying atau tak bisa mati.
Padahal sejatinya, Clown hanyalah menggunakan duplikat yang dia punya untuk dikorbankan dan tewas di tangan musuh-musuhnya. Dari sini, bisa terlihat betapa kejamnya Clown, bahkan terhadap anak buahnya sendiri. Tetapi justru karena itu, tak pernah ada serigala petarung tahap inisiasi yang akan mau bergabung atau diterima oleh Clown. Karena Clown tak akan pernah bisa menyuruh petarung tersebut untuk mati menggantikan dirinya.
Clown sendiri sebenarnya adalah seorang petarung yang memiliki kemampuan intelegensi yang tinggi. Dia sangat cerdas. Dia bahkan menciptakan kamuflase dan tipuan bagi semua duplikatnya juga.
Clown menciptakan sebuah kode rahasia bagi semua duplikatnya, bahwa real Clown adalah Clown yang memakai topeng dengan gigi taring sebelah kiri patah separuh. Dan saat ini, Clown yang memakai topeng tersebut sedang duduk diatas sofa dan baru saja memaki-maki badut no 43 yang tentu saja adalah duplikat.
Tapi.
Clown yang sekarang duduk di sofa juga bukanlah Clown yang asli. Kenyataan ini hanya diketahui oleh Clown yang asli dan Clown yang duduk di sofa dan berpura-pura menjadi real Clown.
Pertanyaannya, adakah tanda untuk Clown yang asli dan sedang menyamar menjadi duplikat yang bisa diketahui oleh Clown yang duduk di sofa dan berpura-pura menjadi Clown asli?
Jawabannya adalah tidak.
Hanya Clown yang asli lah yang tahu jati dirinya sendiri. Semua duplikat menganganggap bahwa Clown yang duduk di sofa dan menggunakan topeng dengan taring kiri separuh adalah Clown yang asli, sedangkan dia sendiri tahu kalau dirinya bukan. Justru sebenarnya Clown yang duduk di sofa selalu melihat para duplikat itu dengan tatapan kuatir di balik topengnya, karena dia tahu salah satu dari mereka adalah Clown asli yang sekarang dia gantikan.
Inilah permainan manipulasi yang dihasilkan oleh kecerdasan otak Clown.
__ADS_1
Sebuah perkara sepele seperti mengejar Yasin?
Clown menyerahkan semuanya kepada para duplikatnya untuk mengurusi hal itu. Clown bukanlah sosok algojo yang mengerikan, senang dipuji, dan memperlihatkan kekuasaannya seperti saat mengikuti gathering di head quarter Chaos beberapa waktu lalu untuk menghakimi Hiro dan Maria.
Clown yang datang waktu itu adalah duplikat. Dan Clown membiarkan duplikatnya bertindak sesuka hati dan kehendaknya. Semuanya dia rencanakan dan lakukan agar semua orang tidak bisa menebak perilaku Clown yang selalu terlihat berbeda dari waktu ke waktu, karena mereka memang orang yang berbeda.
Sedangkan Clown yang asli?
Dia adalah seorang pemikir yang selalu merenung dalam kegelapan. Dia bukanlah sosok riang pecinta terang dan hura-hura seperti sang Badut yang dia gunakan topengnya. Topeng itu hanyalah kamuflase untuk menutupi jati dirinya. Sama seperti lapisan demi lapisan kamuflase yang dia pikirkan masak-masak untuk melindungi dirinya sendiri.
Tapi bagaimana caranya duplikat Clown yang hanya seorang petarung tahap awakening mampu berpura-pura untuk menjadi Clown asli yang merupakan petarung tahap inisiasi. Disinilah letak kunci dari semua kamuflase Clown.
Clown bukan berasal dari Indonesia. Dia berasal dari Korea. Awalnya dia adalah seorang peneliti di sebuah kampus ternama di negeri gingseng itu. Clown mungkin satu-satunya serigala petarung yang melakukan awakening dan inisiasi tanpa melakukan latihan fisik atau beladiri layaknya serigala petarung yang lain.
Clown melewati semua proses sebagai seorang serigala petarung dengan menggunakan serum yang dia teliti dan temukan sendiri tanpa sengaja. Pada awalnya, dia meneliti serum itu dengan tujuan meningkatkan kemampuan fisik manusia yang sebenarnya memiliki potensi luar biasa. Dan penelitian selama bertahun-tahun itu membawanya ke sebuah titik dimana dia menemukan serum yang benar-benar dapat meningkatkan kemampuan otot manusia secara drastis melebihi kapasitas kemampuan manusia normal.
Saat Clown menggunakan serum itu untuk pertama kali kepada dirinya sendiri, kesadaran dirinya secara naluriah berevolusi menjadi seorang predator karena dia merasa bahwa dia sekarang sudah naik kasta dalam rantai makanan yang sesungguhnya. Itulah proses awakening yang terjadi pada Clown.
Setelah berhasil melakukan awakening secara tidak sengaja tanpa mentor, Clown berusaha memperoleh informasi keberadaan tentang orang-orang yang memiliki kemampuan seperti yang dimilikinya sekarang. Karena Clown sang Jenius tahu, dari milliaran orang yang ada di muka Bumi, tak mungkin jika hanya dia seorang yang memiliki kemampuan ini. Dari situlah perkenalan Clown dengan dunia serigala petarung dimulai, hingga sampai ke tempatnya sekarang. Clown sang peneliti jenius berubah menjadi Clown sang Undying Fighter.
__ADS_1
Semua tingkah laku, manipulasi dan kamuflase yang dilakukan oleh Clown memang sejalan dengan jati dirinya yang aslinya hanyalah seorang peneliti dan pemikir, bukan seorang petarung. Karena itu, dia menciptakan mekanisme perlindungan diri yang sedemikian rapinya hingga mempunyai julukan Undying.