
Geoffrey tak menoleh ke belakang sama sekali setelah dia melemparkan tombak apinya. Dia tahu kalau serangannya itu tak akan berarti apa-apa bagi Munding. Dia hanya melakukan itu untuk mengulur waktu.
Geoffrey hanya bisa memusatkan seluruh kekuatan fisiknya untuk berlari meninggalkan tempat ini secepatnya. Sejauh-jauhnya dari monster yang bernama Munding itu. Secepat mungkin, sejauh mungkin.
Tapi, tiba-tiba saja, Geoffrey merasakan dirinya berada dalam sebuah dunia yang asing. Dunia yang hanya berisi kegelapan. Tanpa ada setitik cahaya sama sekali. Dengan cepat Geoffrey menjentikkan jarinya dan menciptakan sebuah bola api dengan tangannya.
Tapi hanya dalam hitungan detik, bola api yang sempat menerangi dunia gelap tanpa batas ini, bagaikan ditelan kehampaan, memudar dengan cepat dan menghilang tanpa bekas. Geoffrey hanya menarik napas dalam-dalam.
Dia sudah menduga semua ini sejak melihat mata Munding tadi, dia tahu kalau kemungkinan dirinya untuk menyelamatkan diri sangatlah kecil. Tapi, setitik harapan tetap saja disimpannya dan dia berjuang untuk itu.
Meskipun akhirnya, semua tetap berakhir sesuai dengan perkiraannya.
“Takdir? Tak bisakah manusia mengubah takdirnya?” keluh Geoffrey.
Geoffrey tak lagi berusaha untuk menggunakan konsepnya untuk menciptakan bola api agar menerangi dunia kegelapan ini. Sesuatu hal yang dia tahu akan percuma dan sia-sia. Dihadapan seorang petarung dengan legendary concept seperti Munding, konsepnya cuma bisa dianggap sebuah lelucon.
Legendary concept.
Banyak orang menyebutnya dengan berbagai istilah yang berbeda, tapi intinya semua sama saja. Mereka adalah konsep yang dimiliki oleh sebagian kecil sekali petarung manifestasi yang memiliki kelebihan khusus dibandingkan konsep manifestasi yang dipakai oleh petarung lain.
Konsep ini istimewa karena mereka melekat dengan naluri predator milik sang serigala petarung. Dimiliki oleh petarung sejak dia terlahir ke dunia, bukan karena pilihan mereka saat sedang berusaha melangkah ke tahap manifestasi. Karena itulah, banyak yang menyebut legendary concept ini dengan inherent concept atau natural concept, karena sifatnya yang melekat dan alami.
Para petarung manifestasi yang memiliki legendary concept ini memiliki dua ciri khas yang membedakan mereka dengan petarung manifestasi lainnya.
Ciri pertama, konsep mereka mempengaruhi struktur fisik mereka secara literal dan harfiah. Konsep ini benar-benar mengubah fisik si petarung. Tanda yang paling jelas dan sering dijadikan acuan adalah mata dan pembuluh darah.
Karena itulah saat Geoffrey tadi melihat mata Munding yang berwarna hitam pekat dan tidak seperti mata manusia biasa. Dia langsung tahu kalau dirinya sedang berhadapan dengan petarung yang memiliki konsep manifestasi yang melegenda itu. Sekalipun dia belum tahu konsep apa yang dimiliki Munding.
Ciri kedua, ciri inilah yang membedakan legendary concept dengan konsep biasa lainnya dan karena alasan ini juga serigala petarung yang memiliki konsep legenda dapat mendominasi petarung yang lainnya dengan mudah.
__ADS_1
Setiap legendary concept memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh konsep biasa lainnya. Dan kelebihan itu disebut dengan ‘domain’.
Domain adalah sebuah teknik dimana petarung mampu menciptakan dunia mereka sendiri yang dipengaruhi oleh karakteristik konsep yang mereka miliki. Domain ini sebenarnya mirip ketika seorang serigala petarung tahap awakening atau inisiasi sedang memancarkan intentnya kepada musuh mereka dan membuat mereka gemetar ketakutan di tempat.
Tapi, petarung manifestasi mampu untuk memanifestasikan intent mereka menjadi nyata. Itulah yang membedakan antara mereka dengan petarung tahapan di bawahnya. Itu artinya, domain juga akan sangat terpengaruh oleh karakter intent dan konsep yang dimiliki oleh sang petarung.
Geoffrey tahu kalau saat ini dia sudah terjebak dalam domain milik Munding. Dunia yang dipenuhi kegelapan dan sama sekali tak mentoleransi keberadaan materi. Seperti sebuah ruang hampa. Waktu dan ruang juga perlahan mulai mengabur dan membuat Geoffrey mulai kehilangan kesadaran diri. Lambat laun, sensasi arah, sensasi rasa, sensasi panca indera juga mulai hilang dan tak terasa lagi.
Geoffrey seolah terombang-ambing dalam ruang gelap tanpa batas, tanpa bisa merasakan, tanpa bisa mendengarkan, tanpa bisa melihat, tanpa tahu dimanakah atas, bawah, depan, atau kanan.
Geoffrey juga tak lagi bisa merasakan aliran waktu bekerja padanya. Semenitkah aku disini? Sejamkah? Atau setahun?
Semua keputusasaan yang dirasakan oleh Geoffrey makin mengaburkan kesadaran dirinya.
Siapakah aku? Kenapa aku disini? Dan seribu tanya yang makin membuatnya kebingungan.
Hingga akhirnya, tak ada lagi Geoffrey karena kesadaran dirinya sendiri hilang ditelan kegelapan.
\=\=\=\=\=
Semuanya berubah dengan sangat cepat.
Mereka bahkan belum bisa mencerna apa yang terjadi ketika tiba-tiba saja semua orang yang berada di taman ini, termasuk mereka berdua, tiba-tiba saja merasakan tekanan luar biasa yang berasal dari Munding, dan tiba-tiba saja, sekeliling mereka dipenuhi kegelapan.
“Apa ini?” gumam Pak Yai sambil melihat ke sekelilingnya.
“Humph, apapun yang datang aku akan menghajarnya,” gumam Pak Yai sambil memasang kuda-kudanya.
Tanpa Pak Yai sadari, intent yang berwarna merah transparan menyelimuti seluruh permukaan tubuhnya dan membuat dirinya terlepas dari pengaruh domain kegelapan milik Munding. Pak Yai masih merasakan pijakan yang kuat di kakinya. Dia juga masih merasakan semua bagian tubuhnya dengan normal.
__ADS_1
Leman berada pada kondisi yang berbeda, ketika dia tiba-tiba memasuki dunia kegelapan ini, Leman dengan cepat memanifestasikan intent-nya menjadi lapisan pelindung yang menutupi seluruh permukaan tubuhnya. Tapi, hanya dalam hitungan detik, semua intent yang dia gunakan untuk membuat lapisan pelindung itu seperti teurai tanpa bekas.
Leman terus berusaha untuk mengganti dan memperbaiki bagian manifestasi intentnya yang hilang seperti di hisap oleh kegelepan di sekitarnya. Dia hanya tersenyum pahit. Kalau ini menjadi pertarungan stamina, Leman tahu kalau dia akan kalah.
Tapi, tak seperti Geoffrey, kedua orang itu sama sekali tak tahu apa yang terjadi dan apa sebenarnya kegelapan yang menyelimuti mereka ini.
\=\=\=\=\=
Denise yang berlari secepat kilat ketika mendengar kata-kata Geoffrey tiba-tiba saja merasakan sekelilingnya berubah dengan drastis. Cahaya mentari lenyap. Hijaunya rerumputan dan pohon yang ada di taman lenyap.
Semuanya berubah menjadi gelap gulita. Saat itulah Denise tahu kenapa Geoffrey sangat panik tadi dan dengan segera memerintahkan untuk membatalkan misi. Karena mereka tanpa sengaja berhadapan dengan seorang pemilik legendary concept, dan Denise juga tahu kalau saat ini dia sedang terjebak dalam domain si petarung itu.
Denise mencoba menggunakan konsepnya untuk memusatkan semua intent yang dimilikinya di ujung jari telunjuknya. Dengan cepat intent Denise terkumpul dan sebuah titik kecil muncul di ujung jari Denise. Titik kecil yang sama dan bisa meretakkan lapisan pelindung Leman.
Tapi,
Dengan cepat titik itu terlihat memudar dan intentnya melemah. Denise kaget.
Domain ini, bukan sekedar domain gelap tanpa cahaya.
Ada sesuatu yang lain disini. Sesuatu yang lebih mengerikan dan tiba-tiba saja Denise merasa kalau harapannya untuk selamat hari ini hilang melayang.
Sebuah kata terlintas dalam kepala Denise saat melihat titik focus intentnya terus membesar dan menghilang seperti ditelan sesuatu.
Devourer.
Bukan hanya domain kegelapan tanpa cahaya, tapi juga sebuah domain yang akan menelan semuanya tak bersisa seperti sebuah lubang hitam yang ada di sudut-sudut terjauh semesta.
Denise memejamkan mata dan menyerah untuk melawan setelah menyadari hal itu.
__ADS_1
Dia tahu kalau setelah ini tak ada lagi 'Denise' di dunia ini.