
“Kita menerima perintah,” kata seorang pria kepada rekan-rekannya di sebuah villa yang ada di antah berantah dengan menggunakan Bahasa Inggris.
Hanya ada tiga orang di ruangan ini, mereka berdua segera melihat ke arah pria yang barusan masuk sambil memegang handphone di tangannya.
“Hubungi keempat petarung ini dan segera atur akomodasi mereka untuk terbang ke Indonesia. Beberapa diantaranya sudah berada disana. Segera mobilisasi mereka ke lokasi yang telah ditentukan untuk melakukan misi,” kata si Pria memberikan instruksinya.
Dengan cepat, dua orang yang ada di ruangan tadi bergerak melakukan perintah atasan mereka dan mengatur semuanya seperti yang diinstruksikan.
\=\=\=\=\=
Seorang pria yang berasal dari Kerala, India selatan sedang mengawasi anak didiknya berlatih. Dia bernama Vidyut Jammwal, seorang guru besar untuk bela diri dengan nama Kalaripayattu. Sebuah beladiri kuno yang berasal dari India dan dikembangkan untuk berperang pada masa lalu.
Sesekali pria berkulit keling itu akan berteriak dan memberikan instruksinya kepada murid-muridnya yang salah dalam melakukan latihannya. Tak lama kemudian, seorang anak kecil berlari ke arah Vidyut dan menyerahkan handphone yang sedang berdering kepada dirinya.
“Hello,” jawab Vidyut.
“Oooo? Oke aku akan berangkat segera, atur transportasi untukku,” kata Vidyut pendek lalu mematikan teleponnya.
Vidyut memanggil murid seniornya untuk mendekat, “Aku ada urusan ke Indonesia. Selama aku tidak ada, kamu yang akan memimpin latihan di sini. Mengerti?” tanya Vidyut.
“Mengerti Guru,” jawab sang murid dan Vidyut pun meninggalkan tempat ini.
\=\=\=\=\=
Seorang wanita yang berambut pirang dan berkulit putih sedang tengkurap di atas sebuah kursi malas di pinggir pantai. Sesekali dia akan menggeliat ketika merasakan pijatan tangan yang membuatnya geli.
Seorang pria dengan wajah khas Indonesia dengan rambut pirang karena disemir dan kulit yang gosong karena terbakar matahari terlihat sedang memijat punggungnya di bawah siraman terik matahari. Tampilannya mirip seperti para beach boys yang sempat heboh di dunia maya beberapa tahun lalu.
__ADS_1
Tiba-tiba Hp wanita itu berdering dan si beach boy dengan sigap mengambilkannya lalu memberikan hp itu kepada si wanita bule.
“Hello?” kata si Wanita.
“Ya, aku di Bali.”
“Hmmmmm. Tapi aku sedang liburan.”
“Apa-apaan ini? Tak bisakah aku mendapatkan waktu liburku?”
“Go to hell!!” teriak si wanita sambil melemparkan Hpnya ke pasir yang ada di dekatnya.
Tak akan ada yang menyangka kalau wanita paruh baya yang sedang menikmati liburannya bersama beach boy di pinggir pantai ini adalah seorang petarung manifestasi. Dia begitu marah ketika mendapatkan telepon dari headquarter yang memintanya untuk melakukan misi di saat dia sedang berlibur di sini.
Wanita yang bernama Denise Walker ini adalah serigala petarung tahap manifestasi yang memiliki background karate dan berasal dari New Zealand. Tapi, semarah apapun dia sekarang, Denise tahu kalau dia harus melaksanakan misi ini. Karena ini adalah instruksi. Nyalinya belum sebesar itu untuk melawan instruksi dari kawanannya.
\=\=\=\=\=
Di sebuah dojo dengan lambang Puma dan Petir yang tertempel di dindingnya, beberapa orang sedang berlatih sebuah aliran bela diri yang mungkin tidak dikenal orang.
Mereka menyebut aliran beladiri mereka dengan nama San Chi Kai. Sebuah beladiri gabungan antara Karate dan Kungfu. Beladiri yang namanya asing ini hanya terdapat di sebuah pulau yang terletak di bagian tenggara Australia, Pulau Tasmania.
Guru besar mereka saat ini bernama Geoffrey Harrison. Sekalipun aliran ini baru berdiri, tapi Geoffrey adalah orang yang benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk beladiri. Dan dia berhasil mencapai tahap manifestasi di usianya yang sudah lebih dari 50 tahun.
Geoffrey sedang berada di depan komputernya yang ada di ruang kantor dojonya ketika dia menerima sebuah email. Email yang langsung dia buka karena itu sangat penting baginya. Geoffrey terlihat berpikir sebentar sebelum akhirnya dia memutuskan untuk mereply email itu.
Sepotong kalimat yang tertulis dalam reply-nya adalah ‘I accept the mission. I’ll fly to Indonesia as soon as possible.”
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Seorang pria tua dan bermata sipit sedang berjalan bersama seorang gadis muda. Si gadis terlihat menggelayut manja ke arah pria tua itu dan sesekali akan tertawa kecil ketika mendengar candaan si pria tua.
“Kakek kan sudah berumur, kenapa masih terus latihan Taekwondo. Dojo juga sudah diurusi orang lain kan?” tanya si gadis muda yang rupanya adalah cucu dari sang pria tua.
“Latihan rutin membuat kita sehat dan berumur panjang. Aku masih ingin terus bercanda dan menemani cucuku,” kata si Pria tua itu kepada cucunya.
“Humph. Tapi Kakek kan tak sekuat dulu lagi, porsi latihannya harus dikurangi ya?” bujuk sang Cucu.
“Aku Bae Jun Seo, seumur hidupku entah sudah berapa banyak orang yang kukalahkan, tapi sekarang, aku tak bisa menang melawan cucuku sendiri,” kata si Kakek sambil menepuk dadanya dan dengan nada bergurau.
Si cucu hanya tertawa-tawa melihat tingkah lucu Kakeknya. Dia tak tahu kalau besok pagi, Kakeknya akan terbang ke Indonesia dan sekali lagi harus bertarung melawan musuh yang mungkin imbang dengan dirinya.
Dan Sang Kakek selalu besyukur dalam hatinya karena cucu kesayangannya ini tak mengikuti jejaknya menjadi seorang petarung.
\=\=\=\=\=
Munding sedang mendampingi istrinya. Menurut tantenya, Nurul akan segera sadar dan pulih kembali setelah beristirahat selama beberapa lama, tapi sampai saat ini, tak ada tanda-tanda dari Nurul untuk terbangun.
Bidadari Munding itu masih saja terbaring dengan tenang dan tertidur pulas di atas kasurnya.
Munding mencium kening istrinya lalu dia beranjak mendekati jagoan kecilnya yang sedang digendong oleh Bu Nyai, ibu mertua yang sudah dianggap seperti Ibu sendiri oleh Munding.
Munding lalu menggendong bayi laki-lakinya itu dan berbisik lirih, “Anakku, jadilah pedang yang terhunus demi kebenaran dan keyakinan, seperti namamu.”
Meskipun Munding tak pernah menginginkan anaknya merasakan pahitnya hidup seperti masa kecilnya, tapi Munding tetap menginginkan anaknya menjadi seorang pemuda yang kuat saat besar nanti.
__ADS_1
Munding juga tahu kalau dia tak akan bisa membatasi anaknya untuk hidup sederhana seperti dirinya dulu, tapi dia akan berusaha menanamkan kesederhanaan dan kesahajaan ala keluarga besar Wage kepada anaknya. Anak laki-lakinya yang bernama Khalid.