My Little Gwen

My Little Gwen
Pengintaian


__ADS_3

Malam terus beranjak naik. Kesunyian meningkahi setiap sudutnya, mengiringi lelapnya tidur terbuai mimpi.


Baru saja Zafier terlelap ke dalam alam mimpi. Ia tersentak kaget ketika ponselnya berdering tiba-tiba dengan sangat nyaring. Sungguh memekakkan gendang telinga. Seketika Zafier mengutuk di dalam hati. Mimpi indahnya bersama Gwen sontak buyar oleh dering ponsel yang sangat mengganggu itu. Namun demikian, tak urung Zafier bergegas meraih ponsel yang terletak tidak jauh dari ranjangnya, tepatnya di atas meja kecil yang berada di samping ranjangnya.


Nama Juan tertera di sana. Sejenak Zafier menatap nama yang tertera di layar ponselnya seolah berusaha mengumpulkan segala kesadarannya kembali. Kemudian menekan tombol ya dan mengangkat ponselnya menuju telinga.


Suara Juan terdengar samar di ujung sana, merasa khawatir karena telah mengganggu waktu istirahat tuan mudanya.


"Maaf tuan muda...saya telah mengganggu waktu istirahat tuan", ujarnya sopan penuh penghormatan.


"Ada apa Juan?", tanya Zafier, keningnya sedikit berkerut, karena bukanlah kebiasaan Juan untuk menghubunginya pada jam seperti sekarang.


"Tuan muda, saya ingin melaporkan hasil penyelidikan yang kami lakukan terhadap Reonal Barton.


Zafier mulai tertarik pada arah pembicaraan Juan. "Apa yang kau dapatkan Juan", tanya Zafier lagi.


"Kami sudah melakukan penyelidikan terhadap Alvin, tuan. Setelah sekian lama bersembunyi dari kejaran pihak berwajib, malam ini ia akan bertemu dengan salah seorang temannya yang juga merupakan orang kepercayaan Reonal Barton. Mereka akan melakukan pertemuan rahasia di sebuah klub. Kami saat ini sedang dalam pengintaian di sana tuan", jawab Juan.


"Juan kirim saat ini juga lokasi pengintaian kalian. Aku akan segera ke sana", perintah Zafier tegas.


"Tapi bukannya tuan muda saat ini sedang beristirahat?", tanya Juan bingung.

__ADS_1


"Kau pikir aku akan melewatkan semua keseruan ini, Juan?", tanya Zafier lagi penuh penekanan.


"Siap tuan!", Juan tidak berani lagi membantah. Ia segera mengirimkan lokasi pengintaiannya saat itu juga. Setelah itu Zafier pun memutuskan hubungan teleponnya dengan Juan.


Kemudian Zafier bergegas menghubungi Carlos. Setelah satu kali deringan, terdengar suara pelan di seberang sana, sepertinya Carlos baru saja terbangun untuk menerima panggilan telepon dari Zafier.


Carlos : "Tuan muda... ".


Zafier : "Carlos, persiapkan dirimu kita akan menuju lokasi pengintaian yang tengah dilakukan Juan dan anggota yang lain, kau tidak ingin melewatkan semua keseruan itu kan".


Meski belum begitu paham dengan kondisi, Carlos tidak banyak bertanya.


Tak berapa lama kemudian, Zafier dan Carlos sudah melaju di jalanan kota P. Mereka memang tidak membawa para pengawal yang lain agar tidak begitu menarik perhatian, mereka hanya pergi berdua saja.


Flash back on


Alvin adalah pelaku penembakan terhadap Zaki Safaraz yang berhasil ditangkap oleh Juan. Penyekapan dan penyiksaan terhadap Alvin sudah dilakukan berulang kali. Namun ia tidak pernah mau buka mulut untuk memberikan informasi tentang keterlibatan dan keberadaan Reonal Barton. Mereka menyadari bahwa Alvin adalah orang kepercayaan Reonal yang setia. Meskipun keluarganya telah dihabisi, dan telah mengalami berbagai penyiksaan, ia tetap pada kesetiaannya.


Sampai kemudian Zafier dan Juan menyusun sebuah rencana untuk menjebak Alvin. Mereka yakin suatu saat nanti Alvin sendiri yang akan menuntun mereka menuju kelompok Reonal Barton, tanpa ia sadari.


Zafier kemudian memerintahkan Juan untuk menghubungi pihak berwajib. Ya... mereka akan menyerahkan Juan pada pihak berwajib. Zafier masih ingat bagaimana bahagianya tampang Alvin, ketika ia tahu bahwa ia akan diserahkan pada pihak berwajib.

__ADS_1


Zafier melaporkan pada pihak berwajib bahwa ia telah menemukan pelaku penembakan Zaki Safaraz. Selanjutnya Alvin diserahkan kepada pihak berwajib. Sesuai dengan prediksi Zafier, informasi tentang penyerahan Alvin pada pihak berwajib telah sampai di telinga Reonal Barton. Reonal berencana mengerahkan anak buahnya untuk melepaskan Alvin.


Meski menyerahkan Alvin pada pihak berwajib, Juan tetap tidak melepaskan pengintaiannya terhadap Alvin. Ia terus mengawasi pergerakan Alvin terhitung sejak pihak berwajib membawa Alvin.


Setelah melakukan serah terima, akhirnya Alvin pun berpindah ke tangan pihak berwajib. Iring-iringan pihak berwajib yang membawa Alfin kemudian melaju di jalanan kota P. Alvin akan mereka pindahkan ke penjara kota P. Karena pihak berwajib merasa bahwa penjara kota cukup memiliki pengamanan yang maksimal, sambil menunggu tahapan dalam proses peradilan pidana selanjutnya, mulai dari tahap penyidikan, penuntutan, pemeriksaan di muka pengadilan, hingga pelaksanaan putusan pengadilan atau eksekusi.


Pada saat Alvin dibawa oleh pihak berwajib menuju penjara kota P, anak buah Reonal ternyata sudah melakukan pengintaian. Tepat ketika iring-iringan itu berada di lokasi yang sepi, mereka melakukan penghadangan. Anak buah Reonal tidak membutuhkan waktu lama untuk membebaskan Alvin. Rombongan pihak berwajib itu bisa dikalahkan dengan mudah oleh anak buah Reonal Barton yang memang sudah sangat profesional di dunia hitam. Mereka pun berhasil membebaskan Alvin. Semua skenario itu tepat seperti yang sudah diprediksi oleh Zafier dan Juan.


Pihak kepolisian memang tidak tinggal diam pasca penyerangan terhadap rombongannya, yang membuat Alvin melarikan diri. Mereka terus berupaya menurunkan timnya untuk mencari Alvin. Namun sampai saat ini memang pihak berwajib belum bisa menemukan mereka. Mereka sudah melakukan berbagai cara, namun Reonal menyembunyikan Alvin dengan sangat rapat. Tapi tidak dengan Juan. Ia sejak awal sudah mengerahkan anak buahnya. Mereka dengan mudah dapat mengawasi setiap pergerakan Alvin.


Sepertinya Reonal Barton tidak menyadari bahwa semua skenario itu merupakan rencana dari Zafier dan Juan.


Pergerakan Alvin terus mereka awasi. Namun sepertinya Alvin masih menyembunyikan diri. Ia tidak banyak melibatkan diri dengan kegiatan dunia bawah Reonal Barton. Alvin hanya melakukan aktivitas biasa saja, sampai kemudian mereka mendapatkan informasi bahwasanya malam ini Alvin akan menemui seseorang yang merupakan tangan kanan dan orang kepercayaan Reonal Barton. Sepertinya Reonal memiliki sebuah misi untuknya. Saat ini mereka berdua akan bertemu di sebuah klub untuk tujuan tertentu sekaligus bersenang-senang.


Flash back off


Sementara itu Zafier dan Carlos sudah sampai di lokasi yang dikirimkan Juan. Mereka berhenti di lokasi yang berseberangan dengan lokasi di mana Juan dan anak buahnya sedang mengawasi target. Mereka memperhatikan situasi dengan seksama. Mereka fokus dengan semua pergerakan yang terjadi meski dalam skala kecil.


Sejenak Carlos memperhatikan tuan mudanya itu dari pantulan kaca spion. Ia merasa takjub dengan Zafier. Ia tahu betul bahwa tadi tuan mudanya itu tengah minum dengan sahabatnya. Namun saat ini tidak ada tanda-tanda sama sekali bahwa ia dalam kondisi mabuk, atau tanda-tanda bahwa ia baru saja minum-minum.


Ekspresi dingin tuan mudanya tak berubah, hanya ada kilatan emosi tersendiri di matanya. Hal itu menjadi lumrah, mengingat bahwa saat ini yang diawasinya adalah orang-orang yang terlibat dengan penembakan ayahnya. Sorot matanya yang tajam fokus memperhatikan situasi di sekitarnya dengan waspada. Ekspresinya seolah membekukan suasana di dalam kendaraan, serta memancarkan aura yang mengintimidasi.

__ADS_1


__ADS_2