My Little Gwen

My Little Gwen
Menyerahlah cantik!


__ADS_3

Zafier masih sibuk dengan pikiran dan penyesalannya. Ia menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan, berusaha menenangkan diri. Rasanya sangat berbeda jika hanya dirinya sendiri yang terlibat misi. Membawa Sheza dalam misi ini benar-benar seperti membawa beban yang sangat berat. Ia merasa sedikit khawatir. Ia cemas terjadi sesuatu pada wanita cantik itu. Ia yakin sang daddy akan mengamuk jika terjadi sesuatu pada calon istrinya, saat ia bangun dari koma nanti. Calon istri daddy...... Zafier mengulang kata-kata itu kembali di dalam hati, ia meringis, kenapa terasa begitu menyakitkan di hatinya. Tanpa sadar Zafier memukul stir mobil sedikit keras, Sheza terkejut, netranya menatap Zafier cemas. "Ada apa tuan muda Safaraz? Apa semua baik-baik saja?", tanya Sheza tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya melihat reaksi aneh Zafier yang begitu tiba-tiba.


Zafier terkejut mendengar pertanyaan Sheza. Sekilas ia menatap ke samping, ke arah wajah cantik Sheza. Ia tidak menyangka tingkahnya tadi telah mengejutkan wanita cantik di sebelahnya. Zafier tidak memberi jawaban apapun. Tapi tiba-tiba tangan Zafier bergerak menggenggam tangan Sheza tanpa sadar. Sementara Netranya tetap fokus pada kemudi. Sheza terkejut ketika menyadari seseorang menyentuh jemarinya. Reflek ia menatap jemarinya. Menyadari bahwa itu adalah tangan Zafier, ia mengangkat wajahnya dan menatap pria tampan yang duduk di sampingnya itu penuh tanda tanya, ia mengerutkan keningnya, tubuhnya menegang. Sementara pria itu masih nampak fokus menjalankan kemudi mobil, seolah tidak ada yang hal yang aneh.


Menyadari tatapan Sheza yang mengarah tepat ke dirinya, Zafier pun beralih menatap lekat tepat pada diri Sheza. Ia tersenyum lembut pada Sheza. Netra mereka kembali bertemu. Sheza hendak membuka mulut, tapi suara Zafier lebih dahulu memecah keheningan.


"Maaf kalau membuatmu bingung sebelumnya, tapi jangan takut kami pasti akan melindungimu", ujarnya tak kalah lembut. Setelah itu Zafier mengalihkan pandangannya dia kembali fokus mengendarai mobil. Seraya mencoba menetralkan jantungnya yang berdebar kencang. Ia kembali menarik genggamannya dari tangan Sheza. Sheza hanya diam. Tapi sentuhan Zafier tadi seolah memberi kekuatan dan ketenangan pada dirinya, sekaligus membuat jantungnya kembali berdetak tak karuan.


Carlos mengalihkan pandangannya ke arah luar. Tidak bisa dipungkiri bahwa ia merasa cukup panas melihat adegan yang terkesan mesra di depannya. Tapi ia segera mampu mengendalikan dirinya. Ia kembali fokus pada situasi di sekitarnya.


"Tuan, mereka mulai mengikuti kita", lapor Carlos. Matanya awas mengawasi beberapa kendaraan yang mulai mengikuti mobil mereka. "Apa perlu bantuan dari orang-orang kita yang lain tuan?", tanya Carlos.


"Tidak perlu batuan Carlos, cukup kita saja. Untuk pengawal bayangan, pastikan jangan sampai mereka turun tangan, perintahkan mereka untuk cukup mengamati saia dan diam saja. Aku ingin bersenang-senang kali ini", perintah Zafier dingin. Raut wajahnya begitu datar. Sementara ia tetap fokus mengemudikan mobilnya. Kendaraannya melaju dengan tenang. Kecepatannya stabil.


"Selanjutnya giring mereka ke tempat sepi! Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian jika kita mengambil langkah di tengah jalanan yang ramai", lanjut Zafier lagi. Sorot matanya tajam.


"Siap tuan muda", jawab Carlos patuh.

__ADS_1


Zafier mulai menambah kecepatan. Mobil yang dikendarainya nampak melesat dengan kecepatan tinggi. Beberapa kendaraan yang mengikuti mereka pun mulai menambah kecepatan dan mengejar mereka.


Di sebuah persimpangan yang sepi tiba-tiba saja sebuah mobil meluncur dari arah yang berbeda.


"Braaakk...!",


Sebuah benturan keras terjadi ketika mobil itu menabrak mobil mereka.


Zafier berusaha mengendalikan mobilnya agar berjalan dengan stabil. Ia membanting setir dengan cepat sehingga mobil berputar di jalanan. Sheza berpegangan erat pada sisi mobil sementara Carlos yang sudah terbiasa dengan aksi seperti ini terlihat tenang dan mampu mengendalikan dirinya dengan baik.


Suara decitan roda mobil yang menggesek aspal terdengar dan asap tampak menyelimuti. Posisi mobil tampak berbalik arah dan mereka bisa melihat jika beberapa pengendara mobil dan motor terlihat sedang menantang mereka. Sekelompok orang itu bahkan memblokir jalan sehingga tidak ada pengendara yang melewati jalan itu.


"Ayo nona cantik kau menyerah saja", teriak salah seorang yang berada di atas motor. Matanya nampak berbinar.


Zafier yakin kalau para penguntit itu belum menyadari keberadaan dirinya dan Carlos, karena kaca mobil yang gelap. Sepertinya para penguntit itu masih yakin bahwa di dalam kendaraan ini hanya ada Sheza dan Karen.


"Apa kau siap Carlos?", tanya Zafier sambil membuka jasnya. Setelah itu ia menggulung lengan kemejanya ke atas.

__ADS_1


Carlos mengeluarkan dua pucuk senjata api, dan memberikan salah satunya kepada Zafier. Sheza tertegun melihat pemandangan di depannya. Ia semakin tegang. Namun demikian sekuat mungkin ia berusaha mengendalikan diri agar tetap tenang.


Suara mesin motor membuat tempat itu terdengar berisik. Sepertinya mereka sengaja menggeber motornya dengan sangat keras untuk menakut-nakuti penumpang mobil yang mereka pikir hanya ada Sheza dan Karen.


Entah bagaimana caranya dengan kecepatan kilat Zafier dan Carlos sudah berganti tempat. Saat ini kemudi dipegang oleh Carlos, sementara Zafier sudah bersiap dengan senjatanya. Di depan mereka kendaraan musuh sudah berkumpul dan bersiap.


"Are you ready Carlos?", tanya Zafier.


"Yes sir", Carlos benar-benar sudah siap. Ia nampak bersemangat.


"Go!", perintah Zafier dan setelah mendapat aba-aba. Carlos segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Mobil yang dibawa oleh Carlos melaju dengan kecepatan tinggi seperti ingin menabrak musuh yang ada di hadapan mereka, padahal di depan sana terdapat tiga mobil dan beberapa motor. Musuh yang entah dari mana juga membawa kendaraan mereka dengan kecepatan tinggi. Mereka tertawa sambil mengejek karena mereka pikir mereka menang jumlah. Para musuh masih belum menyadari bahwa di dalam kendaraan musuh tidak hanya terdapat dua orang wanita seperti perkiraan mereka sejak awal.


Para musuh nampak mengeluarkan senjata api mereka. Mereka terlihat mengambil posisi siap menghujani mobil target. Carlos menginjak gas sampai maksimal, seperti tidak akan menghindari mobil yang ada di depannya. Ia bahkan tidak menghindar saat mobil yang ia bawa dihujani dengan puluhan timah panas. Sebenarnya tidak ada satupun timah panas itu yang sengaja ditujukan ke kendaraan yang dibawa Carlos, sepertinya mereka hanya berniat menakut-nakuti saja karena mereka berpikir bahwa di dalam kendaraan yang dikemudikan Carlos hanya ada dua orang wanita. Mereka tidak benar-benar ingin menghabisi, karena memang tujuan awal para penguntit itu adalah menculik Sheza.


"Ayolah cantik! Tidak usah melakukan perlawanan. Perlawananmu tidak akan berarti apa-apa buat kami. Cukup keluar dari mobil itu dan menyerahkan diri. Kami akan memperlakukanmu dengan baik-baik. Jangan mengambil keputusan yang salah. Menyerahlah cantik!", teriak salah seorang yang berada di atas motor dengan keras.

__ADS_1


__ADS_2