
Di alam bawah sadar Zaki saat ini, ia melihat hamparan luas rumput hijau penuh bunga. Ada sebuah gazebo indah yang mirip seperti di taman mansionnya. Hanya saja gazebo itu terlihat lebih besar, tua dan bangunannya tampak klasik.
Terdapat pula ayunan indah terbuat dari kayu dengan tanaman merambat yang ditumbuhi bunga. Benar-benar persis seperti pemandangan taman di mansionnya. Melihat ayunan itu, ia jadi ingat Gwen kecil yang suka sekali bermain ayunan. Tiba-tiba Zaki merindukan gadis kecil yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri itu. Gwen, bisiknya lembut disertai senyuman.
Alexa sang istri, sebenarnya pernah mengandung, namun kemudian mengalami keguguran. Padahal hasil pemeriksaan usg menyatakan janin itu berjenis kelamin perempuan, anak yang amat sangat mereka harapkan kehadirannya. Namun takdir berkata lain. Mereka harus mengikhlaskan calon bayi tersebut. Mereka sempat memberikan nama meski janin itu tidak sempat terlahir. Zeana Alegra Safaraz.
Kehilangan Zeana menyebabkan Zaki dan Alexa sangat menyayangi Gwen. Jika anak kedua mereka tidak mengalami keguguran maka anak kedua mereka akan seumuran dengan Gwen.
Kehadiran Gwen membawa kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Alexa merasa sangat senang ketika sahabat baiknya Shaziya menitipkan Gwen padanya. Shaziya dan suaminya memiliki kesibukan karena sedang merintis bisnisnya. Agar lebih fokus untuk mengembangkan bisnisnya, serta agar lebih tenang meninggalkan Gwen selama mereka bepergian ke luar daerah atau ke luar negeri, mereka dengan terpaksa memilih menitipkan Gwen pada Alexa.
Jadilah Gwen lebih banyak menghabiskan waktu bersama Alexa, Zaki dan Zafier.
Tiba-tiba netra Zaki tertuju ke ayunan tadi. Ketika ia semakin dekat, ia menyadari kalau ada seseorang di sana. Seorang gadis kecil tengah bermain ayunan sendirian. Ia yang bertelanjang kaki itu mengenakan gaun sutra putih yang ringan dan lembut. Rambut panjangnya yang berwarna blonde, tergerai bebas melambai ringan tertiup angin. Gadis kecil nan cantik itu menyisipkan anak rambut yang menghalangi pandangan ke belakang telinganya.
Zaki terus mendekat, penasaran dengan gadis kecil yang tengah bermain ayunan. Begitu ia dekat, gadis kecil itu menoleh ke arahnya. Awalnya gadis kecil itu sedikit bingung karena merasa asing pada Zaki, tapi kemudian tersenyum memperlihatkan deretan gigi-gigi putih yang mungil .
Entah kenapa Zaki merasa amat sangat nyaman berada di dekat gadis kecil itu. Senyumnya seolah air yang menyiram kerongkongannya yang kering, yang menghilangkan rasa dahaganya. Senyum gadis kecil itu seolah ia telah menemukan sumber air di tengah gurun pasir yang panas terik.
Tiba-tiba perhatian Zaki teralihkan. Ia menatap ke arah gazebo, menyadari kehadiran seseorang di sana. Zaki terus melangkah ke arah gazebo. Ketika ia semakin mendekat ia menyadari kalau memang ada seseorang di sana. Sosok cantik yang terlihat familiar. Zaki menghentikan langkahnya.
Wanita cantik itu sepertinya tengah bersenandung. Zaki fokus mendengar senandung yang terasa tidak asing di telinganya. Suara itu... Lagu itu... terasa amat sangat familiar di telinganya dan amat sangat dirindukannya. Zaki menutup kedua matanya menikmati Senandung itu.
Slaap kindje slap
Daar buiten loopt een schaap
Een schaap met witte voetjes
__ADS_1
Die drinkt zijn melk zo zoetjes
Slaap kindje slaap Daar
buiten loopt een schaap
(tidur, sayang tidur
di luar seekor domba lewat
seekor domba dengan kaki putih
yang minum susunya, manis sekali
tidur, sayang tidur
di luar seekor domba lewat)
Zaki terus berjalan dengan penasaran, semakin lama semakin mendekati Gazebo itu. Sekarang ia berada tepat di depan gazebo, bersamaan dengan seorang wanita cantik yang menatapnya teduh penuh kerinduan. Wanita dengan paras seperti wanita Belanda, berambut panjang berwarna blonde dengan iris mata dalam yang berwarna abu-abu, hidung yang sangat mancung, kulit yang putih, bibir pink alami yang tipis, sungguh kecantikan yang luar biasa.
"Alexa, mijn vrouw (istriku)...
Mijn liefje (cintaku)", panggil Zaki lembut.
Wanita yang sudah dirindukannya selama bertahun-tahun kini hadir di depannya. Matanya seketika memburam, air mata kembali menumpuk di pelupuk matanya, perlahan turun ke pipinya yang pucat
Zaki menghampiri wanita cantik yang sangat ia rindukan setengah mati itu. Zaki menubruk tubuh itu dan memeluknya erat. Menenggelamkan dirinya dalam dekapan hangat sang istri yang sangat ia sayangi.
__ADS_1
"Mijn vrouw, Ik mis je (istriku, aku merindukanmu)", bisik Zaki sambil mengecup puncak kepala istrinya lembut.
Wanita cantik itu menengadahkan kepalanya menetap Zaki dengan penuh Kerinduan. "Mijn man, ik mis jou ook (suamiku, kau juga merundukanmu)", wanita cantik itu tersenyum lembut pada Zaki.
"Kenapa dirimu harus pergi secepat itu Alexa. Kenapa dirimu harus pergi meninggalkanku. Kau tahu, ketika kau pergi, aku seperti kehilangan separuh jiwaku", ujar Zaki sendu.
Alexa mengurai pelukannya dan menatap Zaki penuh arti. "Benarkah?", tanya Alexa lembut, dengan tetapan penuh selidik.
"Lalu bagaimana dengan gadis cantik itu?", tanya Alexa sambil tersenyum lembut, tidak ada kemarahan dalam raut wajahnya.
Zaki terdiam, ia sedikit terkejut melihat istrinya bisa tahu tentang Sheza. Tapi Sedetik kemudian ia sudah bisa menguasai ekspresinya. "Apa kau cemburu sayang", tanyanya lagi.
"Menurutmu?", Alexa balik bertanya, tapi lagi-lagi wajahnya tidak menyerahkan kemarahan.
"Kau tau betul bagaimana perasaanku padamu Alexa", ujar Zaki penuh arti.
"Bisakah kita terus bersama seperti ini istriku? Aku hanya ingin di sini saja bersama denganmu", mohon Zaki sambil memeluk tubuh Alexa.
Tiba-tiba perhatian Zaki tertuju pada gadis kecil di ayunan tadi. "Siapakah gadis kecil yang bermain ayunan itu istriku?, tanyanya penasaran.
Alexa kembali mengurai pelukannya. Ia mengarahkan pandangannya ke arah ayunan. Di sana masih terlihat sosok gadis kecil cantik yang mirip dengan dirinya, masih bermain ayunan. Gadis kecil itu pun melihat ke arah Alexa sambil melambaikan tangan mungilnya. Gadis kecil cantik itu tersenyum dengan riang bibir mungilnya membentuk kata "Mommy".
Alexa menatap sang suami dengan lembut. "Ia adalah putri kita yang tidak sempat terlahir dulu suamiku. Ia adalah Zean. Kau tahu kenapa aku begitu betah di sini. Itu karena ada Zeana yang selalu menemaniku. Ia selalu menghibur dan menyemangati diriku", ujar Alexa.
Zaki terkejut. Ia memeluk istrinya semakin erat namun netranya tidak lepaa dari gadis kecil cantik yang masih saja asyik bermain ayunan.
"Zeana putriku", bisiknya. Rasanya ia ingin berada di sini saja bersama istri yang sangat ia cintai dan bersama putri kecilnya yang tidak sempat terlahir di dunia.
__ADS_1
Alexa menatap Zaki dengan pandangan rumit. Meski Zaki tidak berbicara, namun ia bisa mendengar isi hati Zaki. Seketika ia bersedih. "Ingat suamiku! Masih ada Zafier di sana yang membutuhkanmu", ujar Alexa lagi mengingatkan.
Zaki menghela nafas lelah. Betul kata istrinya, masih banyak hal yang harus ia lakukan karena Zafier masih sangat membutuhkannya.