My Little Gwen

My Little Gwen
Manuver


__ADS_3

Carlos nampak fokus pada situasi di sekitarnya. Setelah mendapat aba-aba dari Zafier, Carlos segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Senyum smirk yang samar nyaris tidak terlihat di sudut bibirnya.


Carlos merasa begitu bersemangat kali ini. Entah kenapa kondisi ini begitu memacu adrenalinnya dan ia sangat menyukainya.


Selanjutnya mobil yang dibawa oleh Carlos melaju dengan kecepatan tinggi, seakan-akan ingin menabrak musuh yang ada di hadapan mereka, padahal di depan sana terdapat tiga mobil dan beberapa motor. Musuh yang entah dari mana juga membawa kendaraan mereka dengan kecepatan tinggi. Mereka tertawa sambil mengejek karena mereka pikir mereka menang jumlah. Para musuh masih belum menyadari bahwa di dalam kendaraan musuh tidak hanya terdapat dua orang wanita seperti perkiraan mereka sejak awal.


Para musuh nampak bersiap mengeluarkan senjata api mereka. Mereka terlihat mengambil posisi siap menghujani mobil target. Carlos menginjak gas sampai maksimal, seperti tidak akan menghindari mobil yang ada di depannya. Ia bahkan tidak menghindar saat mobil yang ia bawa dihujani dengan puluhan timah panas.


Namun sebenarnya tidak ada satupun timah panas itu yang sengaja ditujukan ke kendaraan yang dibawa Carlos, sepertinya mereka hanya berniat menakut-nakuti saja karena mereka berpikir bahwa di dalam kendaraan yang dikemudikan Carlos hanya ada dua orang wanita. Mereka tidak benar-benar ingin menghabisi, karena memang mereka diperintahkan untuk menculik Sheza hidup-hidup. Sheza akan mereka gunakan untuk ditukar m dengan orang-orang mereka yang telah ditangkap oleh Zafier.


"Ayolah cantik! Tidak usah melakukan perlawanan. Perlawananmu tidak akan berarti apa-apa buat kami. Cukup keluar dari mobil itu dan menyerahkan diri. Kami akan memperlakukanmu dengan baik-baik. Jangan mengambil keputusan yang salah. Menyerahlah cantik!", teriak salah seorang yang berada di atas motor dengan keras.


Bibir Zafier berkedut mendengar ucapan para penguntit itu, berkali-kali ia mendengar ucapan cantik. Rasanya ingin sekali ia meledakkan kepala para musuh yang mengeluarkan kata-kata tersebut.


Wajah Zafier dan Carlos menggelap namun mereka masih mampu mengendalikan diri. mereka harus tetap tenang dan fokus pada rencana awal. emosi hanya akan membuat rencana yang sudah mereka susun menjadi berantakan dan akan berakibat fatal bagi mereka


Sementara itu Sheza yang ditargetkan hanya diam, meski wajahnya menampakkan kekesalan. Sekarang ia sudah bisa menenangkan diri, ia tidak lagi saya setakut dan sekhawatir tadi.

__ADS_1


"Kau tahu harus bagaimana Carlos?", tanya Zafier dingin. Ia menatap musuh-musuh didepannya tanpa ekspresi berarti. Tangannya memegang erat senjata, dengan sikap waspada.


"Siap tuan!", jawab Carlos, ia kembali beraksi dengan semangat.


"Pegangan tuan, Sheza", pinta Carlos, tanpa sadar ia melupakan panggilan nona di depan nama saya. Hal itu tidak luput dari pendengaran Zafier. Zafier kembali menatap tajam pada Carlos melalui kaca spion mobil, untungnya Carlos yang terlalu fokus mengemudi itu tidak memperhatikan kaca spion didepannya.


Zafier dan Sheza mencari pegangan dan ketika mobil yang dikemudikan Carlos sudah tidak begitu jauh dari mobil musuh yang berada di depan. Carlos memutar kembali kemudi mobilnya sehingga mobil mereka kembali berputar di jalanan. Mobil mereka bahkan menyenggol dua pengendara motor yang sedang melaju. Seketika motor- motor itu terpental.


Para musuh mulai menyadari sesuatu. melihat atraksi dari mobil target, mereka menyadari bahwa di dalam mobil itu tidak hanya terdapat dua wanita target mereka. Pasti terdapat orang lain di sana, orang-orang yang sudah sangat profesional dalam menghadapi situasi semacam ini. Mereka sedikit terkejut ketika menyadari bahwa musuh sudah tahu rencana mereka. Mereka mulai serius menghadapi target.


Sementara itu, pasca manuver yang dilakukan oleh Carlos, posisi mobil yang dikemudikannya sudah kembali seperti semula. Wajah Carlos nampak begitu senang. Ia cukup puas dengan hasil dari manuvernya tadi.


Sheza merunduk dan menutup kedua telinganya. Bunyi-bunyi itu begitu mengganggunya, namun ia berusaha tetap tenang di tengah hujan peluru yang menghantam mobilnya.


Ya.... biasanya tuan Zaki Safaraz tidak terlalu memperhatikan mobil-mobil yang dimilikinya. ketika ia menyukai satu model ia akan membelinya tanpa memikirkan keamanannya. Hanya beberapa mobil keluarga Safaraz yang merupakan mobil anti peluru. Namun pasca tertembaknya tuan Zaki Safaraz, Zafier telah mengganti seluruh kendaraan yang mereka miliki dengan kendaraan anti peluru, demi untuk keamanan dan keselamatan mereka.


Carlos terlihat mengamati situasi. Lalu Layaknya seorang pembalap profesional. Carlos kembali menginjak gas dalam dan membawa mobil itu melesat dengan kecepatan tinggi. Mobil musuh kembali mengejar. Sedangkan Zafier dan Carlos akan melakukan rencana mereka.

__ADS_1


Senjata api sudah terangkat di tangan Zafier saat kedua sepeda motor yang mengejar berada di sisi kiri dan sisi kanan mobil mereka.


"Sekarang Carlos", perintah Zafier sedikit berteriak.


"Siap tuan", Carlos mengangguk dan membanting setir ke kanan dengan tiba-tiba.


Pengendara motor yang berada di sisi kanan terkejut sehingga membanting stir motornya secara mendadak. Motor berjalan dengan tidak seimbang, si pengendara tampak kesulitan mengendalikan laju motornya. Dan setelah itu motor jatuh ke aspal jalan, menyeret sang pengendara cukup jauh. Sang pengendara tergeletak di jalanan, tidak bergerak.


Carlos beralih melihat sisi kiri mobilnya melalui kaca spion. Carlos sadar jika bukan hanya motor bagian kanan saja yang harus dibereskan. Motor sebelah kiri adalah bagian Zafier. Setelah Carlos menjalankan mobil dengan stabil. Zafier menendang pintu mobil hingga terbuka, akibatnya cukup fatal. Motor yang berada di sisi kiri mobil mereka, menabrak pintu mobil itu. Berbeda dengan pengendara sebelumnya, sang pengendara motor kali ini sudah bersiap. Ia masih bisa mengendalikan laju kendaraannya setelah menabrak pintu mobil itu. Zafier sendiri mengambil kesempatan bagus itu. Ia tidak mau menyia-nyiakannya. Dengan tatapan dingin dan tanpa ekspresi, ia menghujani si pengendara motor dengan timah panas. Seketika si pengendara motor pun menemui ajalnya.


Melihat teman-temannya yang jatuh satu persatu, para musuh yang berada di belakang tampak mengumpat marah. Mereka kemudian membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Sedangkan Carlos berusaha menabrak sesuatu agar pintu mobil terlepas. Musuh semakin waspada, mereka mulai berpencar. Mobil yang satu ke sisi kiri, sementara dua mobil yang lai mengambil posisi di sisi kanan dan sisi belakang. Mereka berencana menghimpit mobil Zafier dan menghantam mobil itu dari belakang.


"Rupanya mereka ingin menghimpit kita", ucap Zafier dengan santai. Ia nampak tenang.


Carlos terkekeh dan mempercepat laju mobilnya. Mobil pun melesat dengan cepat, sementara mobil musuh yang berada di sisi belakang juga mempercepat laju mobilnya.


"Are you ready, sir?", tanya Carlos kembali bersemangat.

__ADS_1


"Do it!!", Zafier mengangkat senjata apinya.


Lagi-lagi untuk kesekian kalinya, Carlos memutar stir mobil hingga mobil berputar dan posisi mobil mereka sudah berubah. Mobil sudah saling berlawanan. Carlos kembali menginjak gas dan membawa mobil itu dengan kecepatan tinggi. Tiga mobil yang tadinya mengejar, kali ini ada di depan mereka.


__ADS_2