
Matahari telah tenggelam di peraduan, bulan mulai merangkak naik. Malam ini Zaki kembali ke apartemennya lebih awal. Sisa urusannya diserahkan pada sang asisten, Ganial. Zaki sedikit lelah, jadwalnya yang padat satu minggu ini benar-benar menguras tenaganya.
Hari ini jadwal terakhir meetingnya di Singapura. Meski sudah memerintahkan Ganial untuk mengosongkan jadwal meeting di luar negeri selama sang putra di Indonesia, namun akhirnya meeting ini tidak bisa dihindari, meeting yang memang harus dilakukan dj luar negeri memperoleh kesepakatan dilakukan di Singapura saja, sebagai negara luar yang terdekat.
Dan disinilah Zaki berada saat ini, Wallich Residence Singapura. Apartemen tertinggi di Singapura, mencakup 181 unit yang terdiri dari satu hingga empat unit kamar tidur dan empat penthouse. Selain itu terdapat pula satu super penthouse yang dikenal sebagai bungalow in the sky di lantai 62 dan 64 gedung tersebut. Super penthouse tiga lantai seluas 1,9 hektar ini menawarkan lima kamar tidur en-suite, bersama dengan ruang makan, ruang tamu, ruang hiburan, dan ruang utilitas. Apartemen ini juga dilengkapi dengan taman di atas atap. Selain itu terdapat pula kolam renang pribadi, cabana, ruang jacuzzi.
Fasilitas lain untuk penghuni termasuk kolam renang tanpa batas yang menakjubkan di lantai 39, perpustakaan pribadi di lantai 52 dan platform observasi di lantai 62, serta layanan dua puluh empat jam full.
Saat ini Zaki berada pada super penthouse tersebut, ia tengah menikmati pemandangan Marina Bay dan Pulau Sentosa yang membentang.
Kini sosok pria yang masih gagah di usianya yang sudah berkepala lima itu, nampak sedang hanyut dalam pikirannya. Ia ingin mendengar perkembangan putranya Zafier. Satu minggu ini fokusnya memang teralih ke urusan meeting dengan para koleganya, hingga ia sedikit mengabaikan kabar sang putra.
Beberapa saat kemudian pintu apartemen terbuka dan masuklah Ganial sang asisten.
Ganial langsung menemui Zaki untuk melaporkan hasil lanjutan dari meeting terakhir tadi.
"Izin melapor tuan, hasil pertemuan tadi... ", belum sempat Ganial menyelesaikan laporan hasil kesepakatan akhir dari meeting tadi, Zaki mengangkat tangannya. Sebagai tanda meminta Ganial untuk berhenti.
Ganial menurut, ia menghentikan laporannya, seraya menunggu perintah lebih lanjut dari Zaki.
"Aku sudah menganggap urusan meeting tadi selesai. Perintahkan Carlos untuk mengurus bisnis kita di sini setelah masa hukumannya selesai. Saat ini yang ingin aku ingin dengar adalah kabar tentang putraku", ujar Zaki.
__ADS_1
"Siap tuan, tuan Zafier saat ini memang tengah sibuk dengan perkembangan bisnisnya di kota J. Sepertinya ia memang berencana mengembangkan perusahaannya dengan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di kota J", jelas Ganial.
"Haish.... anak ini, kenapa harus bekerjasama dengan perusahaan lain, padahal ia bisa saja langsung mengambil alih dan melanjutkan perusahaanku", keluh Zaki sedih.
"Aku tidak tau lagi bagaimana cara membujuk anak itu Gani. Ia satu-satunya putraku, satu-satunya pewarisku", lanjut Zaki. Ada kekecewaan pada sorot matanya. Ganial memperhatikan perubahan wajah tuannya. Ia merasa iba tapi sekaligus ikut merasa tidak berdaya. Tuan mudanya memang sangat keras kepala dan sangat idealis pada prinsipnya.
"Sabar tuan, mungkin tuan muda Zafier hanya ingin mencari pengalaman dan mengukur kemampuannya dalam membangun usahanya sendiri, buktinya nama perusahaan yang dibangunnya masih dengan nama keluarga anda. Jika saatnya tiba ia pasti akan menerima tanggung jawab inu", Gani berusaha menghibur tuannya itu.
"Semoga saja Gani", ujar Zaki sedikit merasa lebih baik. "Bagaimana dengan kabarnya Sheza di sana?", tanya Zaki.
"Kamu sudah mengatur untuk mereka berada pada satu hotel, dan berada pada satu resto tuan. Namun dibalik itu semua sepertinya yang bekerja adalah rencana Tuhan. Mereka berdua malah berinteraksi tanpa campur tangan kami. Awal pertemuan mereka saja adalah ketika tuan Zafier secara tidak sengaja menabrak nona Sheza. Padahal kami sudah membuat plan A dan B untuk membuat mereka berinteraksi, tapi rencana Tuhan yang berjalan", jawab Ganial antusias.
"Sayangnya tidak tuan, mereka berdua lebih banyak berdebat. Ternyata nona Sheza bukanlah tipe wanita seperti kebanyakan. Ia sangat dingin, keras kepala dan angkuh jika berhadapan dengan pria. Tuan Zafier harus berusaha lebih keras lagi sepertinya", jelas Ganial sedikit putus asa, tapi ia justru melihat senyuman di wajah tuannya. Ganial cukup kaget.
Ganial selanjutnya menceritakan semua adegan demi adegan yang terjadi antara Zafier dan Sheza. Tentang bagaimana Zafier dengan sengaja melakukan beberapa hal menjebak agar bisa berinteraksi dengan Sheza, tentang perdebatan-perdebatan mereka berdua yang terpicu akibat tingkah Zafier.
"Itu lebih bagus Gani, biarkan Zafier kena karmanya. Selama ini ia selalu menghindari bahkan kasar terhadap wanita. Sebenarnya aku cukup takjub mendengar ia berusaha menarik perhatian Sheza. Sepertinya ia cukup tertarik dengan Sheza. Sebelumnya ia tidak pernah tertarik pada wanita, yang ia inginkan hanya Gwennya", pikir Zaki. Senyum mengembang di bibirnya. Pikirannya menerawang.
"Tuan satu lagi...ada informasi tentang keluarga asli nona Sheza", ujar Ganial. Zaki kembali tersadar, ia menatap Ganial seolah minta penjelasan.
"Saudara satu ibu nyonya Shaziya Narendra, ibu kandung nona Sheza saat ini dalam keadaan koma. Ia yang telah mencelakai orangtua Sheza. Anak laki-lakinya, satu-satunya saudara sepupu yang dimiliki nona Sheza saat ini tengah mengerahkan orang-orang untuk mencari nona Sheza", jelas Ganial.
__ADS_1
"Apa kau tau maksud pencarian mereka? Jika mereka berniat jahat tetap lindungi identitas Sheza. Saat ini aku tidak bisa menyeret orang itu ke pengadilan karena kasusnya sudah lama ditutup. Ternyata Tuhan sendiri yang menghukumnya. Meskipun itu semua tidak sebanding dengan apa yang sudah dialami Sheza selama ini", ujar Zaki, kesedihan kembali menyergapnya.
"Baik tuan, kami akan terus menyelidikinya, dan akan melindungi identitas nona Sheza", ujat Ganial.
"Bagaimana dengan Seif? Apa ia sudah menjalankan instruksi kita", tanya Zaki.
"Iya tuan, ia sudah bertemu nona Sheza. Ia tidak membocorkan identitas nona. Ia tetap menjaga semua rahasia sebagaimana adanya", jelas Ganial. Zaki tampak lega.
"Oiya tuan, tuan Zafier sedang berusaha mencari identitas nona Sheza, tapi kami sudah menutup semua aksesnya", ujar Ganial
Zaki terkejut, rupa-rupanya Zafier sungguh sudah jatuh hati pada Sheza.
"Anak itu benar-benar jatuh hati pada Sheza, aku tidak bisa membayangkan bagaimana responnya jika aku memperkenalkan Sheza sebagai wanita yang akan aku nikahi, hahaha. Aku benar-benat tidak sabar menunggu moment itu Gani, semoga saja Sheza bisa bekerjasama dengan baik ", ujar Zaki diiringi tawanya yang menggema di apartemen.
"Satu hal lagi tuan, kami memprediksi akan ada sedikit masalah nantinya. Sepertiya.Stefano Darmawangsa anak haramnya Surya Darmawangsa akan mencari masalah dengan tuan Zafier. Anak itu tidak tau jika saat ini tuan Zafier sedang memiliki kerjasama dengan ayahnya. Tuan Zafier berinvestasi sejumlah dana untuk proyek yang akan digarap perusahaan Surya. Surya sendiri sepertinya juga berencana menjadikan anak perempuannya sebagai umpan bagi tuan Zafier. Hanya saja tuan Zafier sepertinya tidak tertarik dengan putrinya", jelas Zaki.
"Ada masalah apa antara mereka berdua?", tanya Zaki penasaran.
"Stefano Darmawangsa sepertinya tertarik pada nona Sheza, tuan", jawab Ganial.
Zaki nampak berpikir sejenak. "Hmm.... cukup awasi saja, itu hanya masalah kecil bagi putraku, biarkan putraku yang menyelesaikan masalah itu", ujar Zaki lagi
__ADS_1