
Malam mulai merangkak naik. Langit begitu cerah berhiaskan bintang-bintang. Namun perlahan awan hitam mencekam menyongsong turunnya titik titik air, perlahan berubah menjadi derasnya hujan. Ketika hujan turun bergemericik, seakan menambah indahnya suasana kehidupan.
Berjuta kubik air jernih turun dari langit menyegarkan pohon-pohon hijau yang siap mengeluarkan buah dengan warna dan rasa yang beraneka ragam. Suara Guntur juga terkadang menggelegar melengkapi datangnya air hujan, sesekali suara kilat menyambar-nyambar di langit dengan sinar yang begitu terang dan suara yang memekakkan telinga.
Kondisi malam itu bertolak belakang dengan perasaan Stefano saat ini.
Stefano saat ini sedang menikmati kebahagiaannya sendiri di tengah menikmati suasana malam di teras halaman belakang mansionnya.
Sebuah seringaian nampak di sudut bibirnya. Benar-benar seringaian jahat! Ia nampak sangat bahagia. Ia sangat tidak sabar membayangkan bahwa sebentar lagi dia akan menikmati tubuh wanita yang teramat sangat diinginkannya.
Stefano merasa begitu terhina. Dalam seumur hidupnya, wanita akan menyerahkan diri dengan tulus begitu tau siapa dirinya. Kehidupan Stefano dikelilingi oleh wanita yang tidak terhitung jumlahnya, ketika wanita mengetahui identitas serta penampilannya yang tampan dan menarik mereka semua terobsesi dan ingin mendapatkannya.
Tapi wanita itu justru menolaknya mentah-mentah di hotel. Hal itu sungguh merusak harga dirinya. Wanita itu bahkan melirik pun tidak padanya, pada seorang Stefano Darmawangsa, putra seorang pengusaha ternama di kota J. Sungguh itu sebuah penghinaan keji bagi Stefano.
Meski sakit hati dan dendam, tapi pikiran Stefano tetap menerawang, ia larut dalam khayalan imajinasinya. Ia sudah membayangkan adegan demi adegan yang mengacu pada berbagai hal yang membuatnya spontan bergairah.
Aku benar-benar tidak sabar mencicipi tubuhmu nona, padahal aku sudah berbaik hati padamu, akan menjadikan menjadi salah satu wanita pujaanku, padahal aku sudah beri pilihan dan jalan yang baik bagimu, tapi berani-beraninya kau menolakku Maafkan aku karena harus mengambil langkah seperti ini, tapi aku pastikan kau akan sangat menikmatinya. Tunggu saja aku wanita cantik", batin Stefano.
Lamunan indah Stefano mendadak berantakan oleh dering ponselnya yang berbunyi nyaring.
Stefano sangat kesal, bisa-bisanya ada yang berani mengganggu kesenangannya. Kemarahan nampak jelas dari rona wajahnya, tapi dia tetap meraih ponselnya, ia khawatir ada info penting yang akan terlewat, dan harus diterimanya.
Stefano mengernyitkan dahinya melihat sebaris nomor milik salah seorang anak buahnya terpajang di layar ponselnya. Anak buahnya itu yang telah merekomendasikan orang-orang suruhan untuk menculik si wanita.
__ADS_1
Stefano mengangkat tangannya, bergegas mengarahkan ponsel yang ada di tangan ke telinganya.
"Ma...maaf tuan, ke enam orang suruhan kita yang dikirim untuk menculik nona itu ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di lokasi kejadian di mana mereka menghadang nona itu", lapor anak buahnya takut-takut.
" Apaa.... Bangsat...! ", umpat Stefano marah.
"Apa kau tahu pekerjaan siapa itu ? Siapa yang sudah berani mengusik orang-orangku? Apa mereka sudah bosan hidup?", tanya Stefano bertubi-tubi, tubuhnya nyaris bergetar, giginya saling bertaut menahan kemarahan.
"Ma....maaf tuan, kami sudah berupaya menyelidiki, tapi kami tidak tahu siapa yang telah menyiksa orang suruhan kita, ketika kami sampai di lokasi penculikan, ke enam anak buah itu sudah menghilang kami kehilangan jejak mereka. Kami baru menemukan mereka dalam keadaan tidak sadarkan diri di lokasi yang sama saat mereka menghilang", suara anak buahnya melapor terdengar gugup dan gemetar.
"Bangsaaaat.... ", Stefano kembali berteriak kesal. Ponsel yang baru saja menempel di telinganya langsung ia lempar ke lantai.
Suara Stefano yang menggelegar mengejutkan orang-orang yang ada di mansionnya. Para pelayan gemetaran, tidak berani mendekat, tapi mata mereka tampak sangat penasaran.
"Ada apa denganmu nak?" tanyanya panik. Sang ibu sontak memeriksa setiap inci tubuh Stefano, khawatir ada yang terluka.
Stefano terkejut melihat kedatangan sang ibu. Ia lupa jika ia sedang berada di Mansion hingga tanpa sadar sudah meluapkan kemarahannya.
"Aku tidak apa-apa bu, ponselku tiba-tiba saja terjatuh", Stefano memaksakan diri untuk tersenyum pada sang ibu.
Sang Ibu menghembuskan nafas nya lega, kemudian ia berlalu pergi dari sana meninggalkan Sang putra sendirian di teras, sambil mengusir para pembantu mereka yang bergerombol penasaran.
Ratih adalah ibu kandung Stefano. Ratih adalah ibu kandung Stefano. Dia berasal dari keluarga yang biasa saja, bahkan tergolong memiliki perekonomian yang terbatas.
__ADS_1
Ratih merupakan istri kedua Surya Darmawangsa. Sebenarnya hubungan Surya dengan Ratih hanyalah hubungan satu malam saja, mereka bertemu di bar dalam kondisi sama-sama mabuk, dan berakhir di kamar hotel. Hubungan itu berakhir dengan Ratih mengandung Stefano setelah itu.
Pada awalnya Ratih menyembunyikan kehamilannya dari Surya, karena ia khawatir jika Surya akan memaksanya untuk menggugurkan kandungannya, jika Surya tau ia sedang mengandung.
Ketika Stefano mulai beranjak besar, Ratih menyadari bahwa Stefano sering dihina dan dikucilkan karena statusnya yang tidak jelas.
Ratih merasa sangat bersalah melihat Stefano diperlakukan dengan tidak adil. Ratih berpikir bahwa Stefano membutuhkan identitas yang baik agar ia tidak lagi menjadi bahan hinaan.
Ratih memberanikan diri mencari surya dan mengatakan sejujurnya pada surya, bahwa hubungan satu malam nya telah menghasilkan seorang anak laki-laki.
Pada awalnya Ratih khawatir bahwa Surya akan menolak keberadaan putranya. Namun diluar ekspektasinya, Surya sangat gembira saat ia tau bahwa ia memiliki seorang putra dari hubungan di luar nikahnya, karena sudah sangat lama Surya menginginkan seorang anak laki-laki sebagai penerus keluarga dan perusahaannya.
Dari istrinya saat ini, Surya hanya memiliki satu orang anak perempuan yaitu Sherly Darmawangsa.
Setelah ia memastikan bawah Stefano adalah darah dagingnya dari hasil tes DNA, akhirnya Surya menikahi Ratih. Surya menikahi Ratih pada saat Stevano berusia 15 tahun. Dan memperkenalkan Stefano sebagai putranya yang telah lama menghilang. Sejak saat itu, kehidupan Stefano berubah 180 derajat.
Pada awalnya, pernikahan itu sudah pasti mendapatkan pertentangan kuat dari istri pertama Surya yaitu Stacy Dharmawangsa. Stacy menganggap bahwa Ratih dan putranya adalah ancaman terbesar bagi dirinya dan Sherly, anak perempuannya. Namun lama kelamaan Stacy tidak punya pilihan selain menyetujuinya, karena ia tidak bisa memberikan anak laki-laki yang diinginkan Surya.
Perubahan kondisi ekonomi yang tiba-tiba membuat Stefano menjadi di luar kendali. Dari anak yang tidak jelas statusnya, kemudian Stefano berubah menjadi anak seorang pengusaha yang cukup terkenal di kotanya. Hal itu membuat Stefano menjadi sombong dan banyak melakukan tindakan buruk lainnya. Apalagi ditambah dengan Surya yang sangat menyayanginya, dan mendukung semua tingkah laku Stefano.
Stefano lebih banyak bertindak sesukanya, ia suka menghamburkan uang Surya, menghabiskan waktu dari satu bar ke bar lainnya dengan minum-minum dan main perempuan serta memanjakan perempuan-perempuan itu dengan uang dan barang berharga.
Ratih banyak menyembunyikan kelakuan anaknya dari Surya. Ia seolah menutup mata atas semua kelakuan buruk anaknya.
__ADS_1
Sepeninggal Ratih ibunya, Stefano nampak mondar mandir di teras itu, sebentar ia duduk, tapi kemudian mondar mandir kembali. Ia tengah memeras otaknya, mencari ide, memikirkan bagaimana caranya supaya bisa menguasai wanita itu. Stefano benar-benar dibuat gila oleh wanita itu, setiap saat yang ada di otaknya hanya wanita itu bayangannya selalu berputar di otaknya. Ia sudah berusaha untuk mencari wanita lain tapi wanita-wanita itu menjadi sangat tidak menarik dimata Stefano. Stefano kembali duduk, tangannya memijat dahi frustasi.