
Minuman dari pelayan restoran yang dipikir Ilse adalah bonus khusus, habis dalam sekali tegukan oleh Ilse. Namun tak berapa lama kemudian Ilse merasa ada yang aneh pada dirinya. Kepalanya agak pusing, badannya merasa panas dan gerah. Ilse nampak gelisah.
Ilse memandang Zafier dengan sayu, ada gejolak aneh yang dirasakannya. Rasanya Ilse ingin sekali menarik paksa Zafier ke dalam kamar untuk menuntaskan hasratnya yang bergejolak. Tapi Ilse juga merasa aneh, kenapa tidak ada perubahan pada Zafier, padahal minuman Zafier juga hampir habis, tapi Zafier terlihat biasa saja.
'Apa pelayan bodoh itu salah memberikan minuman', batin Ilse.
Ilse merasa tubuhnya semakin panas dan gerah. Ilse makin gelisah. Menyadari perubahan pada dirinya yang mulai tidak terkontrol, Ilse memilih untuk permisi ke kamar kecil, daripada ia membuat kekacauan di sana.
Tapi ternyata Ilse bukannya ke kamar kecil, ia malah berbelok ke parkiran restoran. Ilse menghubungi sang ayah dan mengatakan kalau ia tiba-tiba tidak enak badan. Ilse meminta sang sopir untuk segera mengantarnya ke hotel. Ilse pun menghubungi kekasihnya agar menunggunya di hotel untuk menuntaskan sesuatu.
Semua keanehan yang terjadi pada diri Ilse tadi tidak luput dari perhatian Zafier. Zafier tentu saja tau apa yang terjadi pada Ilse. Tapi menurutnya Ilse tidak mungkin sengaja melakukan terhadap dirinya sendiri.Berbagai pertanyaan bermunculan di otak Zafier.
Sementara Frank nampak gelisah menyadari ada yang salah dari rencananya. Frank melihat gelagat aneh dari sang anak dan Zafier yang terlihat baik-baik saja setelah meneguk habis minumannya. Apalagi sang anak yang tiba-tiba saja mengirimkan pesan kalau ia pulang lebih dahulu karena kurang enak badan.
Wajah Frank seketika pucat kuatir rencana busuknya ketahuan, apalagi saat ini Boris Wetselaar sedang berada di depannya.
"Maaf tuan Wetselaar dan tuan Safaraz, aku permisi dulu, karena putriku mengirimkan pesan kalau ia tiba-tiba saja tidak enak badan, lain kali kita lanjutkan urusan bisnis kita tuan Safaraz", ujar Frank sambil mengulurkan tangannya.
Uluran tangan Frank malah disambut Boris sambil tersenyum misterius.
"Mungkin tidak akan ada lain kali tuan De Groot!", hardik Boris. Sementara Frank terdiam kehabisan kata-kata.
Frank bergidik ngeri. Ia berpikir-pikir apa hubungan Zafier dan Boris sebenarnya. Kenapa Boris terlihat sangat melindungi Zafier.
__ADS_1
"Kau silahkan pergi Frank De Groot, bill restoran tidak perlu kau bayar karena restoran ini milikku, free", ujar Boris dengan senyum menyeringai.
Frank bukan main terkejut, 'Verdomme (sial) ... aku tidak tau kalau restoran ini milik Boris', batin Frank cemas. Dia menebak-nebak apakah rencananya sudah diketahui Boris atau tidak.
'Semoga saja rencanaku tidak diketahui Boris, bisa mati aku kalau Boris mengetahuinya', batin Frank.
Frank pergi dengan tergesa-gesa, wajahnya masih menyiratkan ketakutan yang amat sangat.
Sementara Zafier memperhatikan semua tingkah Frank dengan penuh tanda tanya.
Selepas kepergian Frank, Boris mengajak Zafier untuk berpindah ke ruangan VVIP. Di sana tawa Boris meledak. Zafier jelas saja kebingungan.
"Ada apa oom (paman), kenapa oom tertawa", tanya Zafier dengan mimik kebingungan.
"Oh heer (ya tuhan) Zafier, apa kau betul-betul tidak tau apa yang terjadi", tanya Boris di sela-sela tawanya.
"Zafier, ketika kau bercerita kalau akan bertemu Frank, aku mulai curiga. Aku tau betul siapa Frank, bagaimana sepak terjangnya selama ini. Aku yakin dia punya rencana tertentu, apalagi ketika anak buahku memberi tau kalau ia datang bersama anaknya. Aku sengaja membuatmu datang terlambat. Kemudian menghubungi anak buahku di restoran ini untuk mengamati tingkah laku mencurigakan dari Frank dan anaknya. Disitulah aku mengetahui kalau Ilse membayar salah seorang pelayan untuk memasukkan sesuatu ke minumanmu dengan maksud menjebakmu untuk tidur dengannya. Anak buahku kemudian sengaja memasukkan obat itu ke minuman yang diminum Ilse. Melihat reaksinya aku yakin kalau sedianya yang akan dimasukkan ke minumanmu adalah obat perangsang. Dan kau tau Zafier, anak buahku yang mengikuti Ilse mengatakan kalau Ilse malah pergi ke hotel setelah reaksi dari minuman yang diteguknya. Disana ia memasuki sebuah kamar dan diikuti pula oleh seorang pria", ujar Boris panjang lebar.
Zafier terkejut mendengar semua penuturan Boris. Ia tidak menyangka Frank dan anaknya adalah dua orang yang menjijikkan.
"Oh heer (ya tuhan), aku tidak menyangka mereka benar-benar sangat menjijikkan oom. Terima kasih oom telah menyelamatkanku dari jebakan mereka", ujar Zafier.
"Tidak perlu berterima kasih padaku Zafier. Apa yang aku lakukan tidak pernah ada yang gratis", ujar Boris misterius.
__ADS_1
Zafier terkejut, tapi tak urung dia bertanya juga karena merasa sudah berhutang budi.
"Tidak masalah oom, apapun yang oom inginkan, akan aku penuhi", ujar Zafier lagi.
"Keinginanku hanya satu Zafier, bawa pulang keponakanku yang tidak pernah aku lihat", ujar Boris, suaranya tiba-tiba jadi berat, ada emosi yang dipendamnya.
Boris ingat ibunya selalu berdoa dan memohon padanya, 'bawakan aku cucu perempuanku Boris, aku sangat ingin melihatnya sebelum tuhan mengambil nyawaku. Aku rela menukar semua harta yang kumiliki asalkan cucuku bisa kembali'.
Permohonan sang ibu kembali terngiang-ngiang di telinga Boris. Tapi sampai saat ini meski sudah mengerahkan anak buahnya, Boris belum bisa menemukan keponakannya. Mereka mengalami kesulitan karena tidak mempunyai satu pun jejak keberadaan Gwen, keponakannya. Mereka tidak mempunyai foto Gwen. Semua akses yang mengarah pada bukti-bukti seperti foto dan dokumen pribadi Gwen telah diputus oleh keluarga ibu Gwen. Mereka tidak mau bekerjasama untuk menemukan Gwen, karena mereka ingin menguasai harta kekayaan orangtua Gwen. Sungguh Gwen yang malang.
Kecurigaan Boris akan keterlibatan saudara ibu Gwen dalam kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orangtua Gwen tidak bisa Boris buktikan karena sulitnya akses Boris di sana. Beda negara menyebabkan kesulitan bagi Boris untuk mengakses dan menyelidiki peristiwa kecelakaan tersebut lebih lanjut.
Ketika kemudian Zafier berkunjung ke mansionnya untuk berpamitan menuju negara kelahirannya, dalam waktu yang cukup lama, Boris seperti mendapatkan harapan di sana. Boris tidak peduli lagi apakah kecelakaan itu adalah memang faktor kelalaian ataukah rekayasa dan jebakan dari seseorang, yang terpenting baginya saat ini adalah menemukan dan membawa kembali keponakannnya.
Zafier terdiam mendengar harapan Boris. Harapan yang sama dengannya. Ia sendiri tidak tau apakah ia akan mampu mewujudkan harapan itu. Besarnya harapan yang disimpan Zafier selama bertahun-tahun masih sama, tidak berkurang sedikitpun.
"Aku tidak berani menjanjikan apa-apa oom, tapi yang pasti aku akan melakukan usaha terbaikku untuk itu. Doakan aku berhasil menemukan dan membawanya kembali oom", janji Zafier tulus.
"Aku sangat terharu Zafier, kau laki-laki yang baik dan setia, andai aku punya anak perempuan, aku pasti sudah menjodohkannya denganmu", ucap Boris yakin.
"Maaf oom, aku tidak akan berpaling dari Gwen", ujar Zafier pasti.
Boris kembali tertawa mendengar pernyataan Zafier
__ADS_1
"Aku salut dengan perasaanmu untuk Gwen. Padahal Gwen bisa saja sudah menikah dan melupakanmu, tapi kau tetap setia untukmu", ujar Boris serius.
"Oh heer (ya tuhan), jangan mematahkan semangatku yang baru kembali membara oom", ujar Zafier meringis, disambut tawa Boris.